Laporan Mak Alaika Abdullah, Srikandi Blogger 2013

Semangat sore emak-emak cantik dan sahabat emak semua. Semoga tetap dalam keadaan sehat dan semangat pagi walau saat membaca postingan ini sahabat sedang berada pada zona waktu lainnya yach! ๐Ÿ™‚

Sesuai janji kemarin, maka postingan berikut ini adalah lanjutan dari ASEAN Blogger Festival 2013, Day 2 โ€“ 3, sebagai lanjutan dan juga pamungkas dari reportase bertajuk Asean Blogger Festival 2013.

Well, untuk menjadikan postingan ini singkat, padat dan berisi, yuk kita intip, ada apa aja sih di hari terakhir dari perhelatan akbar ini?

Wisata Transportasi Sepur Kluthuk JALADARA

Minggu pagi, semua partisipan yang terdaftar untuk ikutan wisata transportasi JALADARA pasti sudah siap sedia. Panitia memang telah mengingatkan bahwa semua target parsipan harus sudah ready pada pukul 6 pagi, karena bis carteran akan sudah stand bye di hotel Kusuma Sahid Prince [tempat kami menginap], untuk mengantar kami ke stasiun di mana sang JALADARA โ€˜bersemediโ€™. J

Terus, apaan sih Sepur Kluthuk JALADARA itu? Hayo, pada penasarankan?

Screen Shot 2013-05-27 at 15.52.17

Hm, Sepur Kluthuk JALADARA adalah rangkaian lokomotif uap kuno dengan dua gerbong wisata. Lokomotifnya, berseri 1218, dibuat oleh Maschinenbau Chemitz Jerman pada tahun 1896, gile, udah tua banget yak? ๐Ÿ™‚ . Sedangkan gerbongnya dibuat dengan bahan baku utama kayu jati, pada tahun 1906, dengan interior klasik berbahan kayu jati juga. Mulai beroperasi pada tanggal 27 September 2009, setelah peresmian oleh Menhub RI [waktu itu], Jusman Syafii Djamal.

Sepur Kluthuk JALADARA memanfaatkan Rel Kereta Api yang melintas di tengah Kota Solo, yang berdampingan dengan jalan protocol Kota, yaitu Jalan Slamet Riyadi, yang dulunya dibangun pada awal abad ke 20, oleh sebuah perusahaan swasta masa Kolonial Belanda bernama Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschhappi [NISM], hadeuh susah banget melafalkannya, yak? Haha.

Rel kereta api ini, yang dulunya dipergunakan sebagai jalan Kereta Kencana Raja, serta menjadi trem pengangkut toewan kulit putih, merupakan satu-satunya heritage yang masih tersisa di Kota Solo, dan Pemko Solo mempertahankan dan memanfaatkannya menjadi lintasan bagi Sepur Kluthuk JALADARA.

Menaiki JALADARA, sungguh pengalaman tak terduga dan langka. Dan inilah berkahnya menjadi Bloggers yang berkesempatan ikutan dalam Asean Blogger Festival. ย ๐Ÿ™‚

Kelihatan banget girangnya, yak? Hehee

Kelihatan banget girangnya, yak? Hehee

Bersama temans Blogger se antero Nusantara, duh, senangnya! :)

Bersama temans Blogger se antero Nusantara, duh, senangnya! ๐Ÿ™‚

Tak hanya berkesempatan menambah ilmu, namun kita juga dilayani, ย dipersilahkan untuk menikmati berbagai moda wisata transportasi yang tersedia, dengan GRATIS! Beneran, gratis. Padahal nih, sahabats emak, biasanya, untuk bisa menikmati wisata yang satu ini, kita kudu bayar tiket yang tidak murah lho. Tersedia beberapa paket sebagai berikut;

  1. Paket 25 penumpang (Rp 360 ribu per orang),
  2. Paket 35 penumpang (Rp 290 ribu per orang), dan
  3. Paket 80 penumpang (Rp 150 ribu per orang)

Weis, mahal juga ya? J Tak heran jika, penduduk Kota Solo sendiri, belum rame yang mencicipinya. J [Info ini hanya berasal dari hasil mengobrol dengan beberapa penduduk yang ada di stasiun saat sang JALADARA sedang mengisi bahan bakar [kayu jati] dan air.

Berwisata via JALADARA, tak ubahnya menapaki masa silam. Perjalanan dimulai dari Purwosari hingga Stasiun Sangkrah dengan sejumlah titik pemberhentian seperti di Kebon Raja Taman Sriwedar, Pasar Pon, Kampung Derpoyudan, Kampung Kauman dan di depan Benteng Vasternburg, dan tentu saja melewati rumah dinas walikota Solo, yang disebut dengan Loji Gandrung. Oya, sebelum berangkat, kita berkesempatan untuk menyaksikan proses persiapan sang Sepur Kluthuk untuk mulai bertugas. Masinis dan kru kereta menyiapkan pembakaran ketel uap. Memasukkan kayu jati ke dalam perut lokomotif, juga air. Dan kabarnya nih, kayu jati yang dibutuhkan untuk operasi ini, adalah sekitar lima meter kubik kayu dan empat meter kubik H2O [air]. Kayu? Kayu jati pula? Oh, bagaimana dengan program go green yaaa?

Singkat cerita, petualangan menapaki dan menikmati sensasi tempoe doeloe dari atas JALADARA sungguh merupakan pengalaman tak terlupakan. Trims Asean Blogger Festival dan Pemko Solo!

Upacara Penutupan Asean Blogger Festival 2013

Puas bernarsis ria sembari menikmati petualangan bersama moda transportasi wisata, Sepur Kluthuk JALADARA, lalu acara selanjutnya adalah menuju Keraton Surakarta untuk acara penutupan ASEAN Blogger Festival 2013. Jika pembukaan acara keren ini, berlangsung danย  disambut hangat oleh Walikota Solo, Bapak Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo, di rumah dinas beliau bernama Loji Gandrung, maka untuk acara penutupannya, kami semua mendapat kehormatan untuk hadir di aula besar nan megah, milik Keraton Surakarta ini, tempat acara penutupan dihelat.

Berada di aula, yang konon hanya bisa diakses oleh orang-orang โ€˜tertentuโ€™ saja, adalah merupakan kehormatan luar biasa bagi kami, para bloggers peserta ABFI. Apalagi disambut langsung oleh Ibu Gusti Kanjeng Ratu Wandan Sari, MPd., Pengageng Sasono Wilopo, Keraton Surakarta, yang berkenan untuk memberikan kata sambutan. Dilanjutkan dengan penyampaian kata-kata sambutan dari Bapak Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI, Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja. Diikuti pula oleh persembahan dua tarian yang begitu anggun [tarian Srimpi Moncar] sebagai tarian penyambut tamu, dan tarian gagah perkasa yang ditarikan oleh dua lelaki tampan, ehem! J Membuat mata yang tadinya mengantuk, mulai melek lagi deh. Haha.

Satu hal yang tak terlupakan adalah, adanya agenda penyampaian kesan dan pesan dari para blogger terhadap Acara Asean Blogger Festival 2013 dan Kota Solo. Empat orang bloggers [dua non Indonesia, dan duanya lagi adalah blogger Indonesia]. Yang membuat jantung saya berdegup agak lebih kencang adalah, salah satu perwakilan dari Indonsia itu adalah saya sendiri, yang baru mendapat arahan at the last minute. Salah saya sendiri sih sebenarnya, dari malam harinya ternyata MakPon, Mira Sahid, sudah ngetwit, agar pagi-pagi sekali, sebelum wisata JALADARA, saya dan Dimas Muharram [pemuda dari Kartunet] bertemu dulu dengan panitia untuk arahan ini. Tapi sayangnya, saya baru baca twitnya setelah berada di atas JALADARA. Haha. Danโ€ฆ.? Mau gimana lagi? Ya, nikmati JALADARA dulu lah. Urusan penyampaian kesan dan pesan toh bisa diurus nanti. ๐Ÿ™‚

Dan, taraaaa. Tibalah saatnya saya dan ketiga teman blogger yang telah ditunjuk, untuk tampil mewakili para blogger lainnya, menyampaikan kesan dan pesan. MC menyebut dengan jelas, bahwa Alaika Abdullah, adalah blogger asal Aceh yang kini berdomisili di Bandung. Mendengar kata Aceh, si teman, blogger asal Singapore [saya lupa namanya], langsung antusias, malah jadi ngobrol sejenak dengannya sembari kami tampil ke depan. Berempat kami berdiri dan bersiap utnuk memulai. Mungkin saya terlihat sebagai blogger yang lebih tua dibanding ketiga teman lainnya, sehingga langsung dipersilahkan untuk bicara lebih dulu. Hiks. Nasib berusia lebih tua. ย ๐Ÿ™‚

Tanpa persiapan prima, saya menyampaikan apa yang saya rasakan tentang ASEAN Blogger Festival 2013 dan juga Kota Solo. Tentu saja setelah mengucapkan salam dan menyampaikan penghormatan yang mendalam kepada Ibu Gusti Kanjeng Ratu Wandan Sari Kus Murtiyah, MPd, Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja [Dirjen Kerja Sama Asean, Kemlu RI], Panitia Asean Blogger Festival, para sponsor yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara ini, serta juga untuk seluruh partisipan yang telah menyukseskan acara keren ini.

Selanjutnya, saya mengatakan bahwa akan membagi kesan dan pesan ke dalam dua bagian, yang pertama adalah tentang Koto Solo, dan selanjutnya tentang Asean Blogger Festival itu sendiri. Tentang Kota Solo, sejujurnya saya menyampaikan bahwa berada di Kota Solo, membuat saya seakan berada di sebuah negeri yang penuh dengan budaya yang bernilai tinggi, penuh dengan budaya luhur. Tak disangka, ibu Gusti Kanjeng Ratu bertepuk tangan, diikuti oleh peserta lainnya. Saya bukan sedang memuji sekenanya lho, I was telling the truth. Kota Solo, seperti yang disampaikan oleh Gustiย  Kanjeng Ratu, bukan hanya merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia, melainkan juga adalah warisan dunia.

Tentang Asean Blogger Festival, saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia dan sponsor, yang telah bekerja keras mewujudkan terlaksananya acara ini. Acara ini adalah sebuah ajang yang sangat penting, tak hanya mengupgrade pengetahuan, namun juga memberi kesan mendalam. Jika selama ini, interaksi kita, sesama bloggers hanya via dunia maya, maka dengan adanya ajang ini, kita berkesempatan untuk bertemu muka, berinteraksi secara langsung. Dan saya berharap, agar acara ini tak hanya berhenti hingga di sini. Hendaknya ada tindak lanjut dari apa yang telah dirumuskan dalam kebersamaan kita selama tiga hari ini. Apalagi telah terwujudnya action plan, what next of Asean Blogger, maka harapan saya, agar ada follow up terhadap point-point tersebut.

Berbicara dalam bahasa Indonesia saja, rasanya sangat tidak adil, mengingat acara ini juga dihadiri oleh rekan-rekan bloggers dari negara-negara anggota Asean lainnya. Karenanya, saya meminta waktu untuk merangkum apa yang telah saya sampaikan tadi ke dalam bahasa Inggris, agar teman-teman blogger non Indonesia, bisa memahami apa yang telah saya cuap-cuapkan. ๐Ÿ™‚

Dari Kiri ke Kanan: Dimas Muharram, Blogger Singapore, Alaika Abdullah, Blogger Myanmar

Selanjutnya, penyampaian kesan dan pesan dari teman blogger asal Myanmar. Saya lupa namanya. Selain berterima kasih kepada panitia dan sponsor acara, beliau menyampaikan rasa bahagia dan sangat terkesan dengan keramah-tamahan Kota Solo, para bloggers Indonesia dan semua pihak yang terlibat dalam acara ini. Beliau juga berharap agar adanya follow up terhadap apa-apa yang telah dirumuskan.

Microfon berpindah kepada Dimas Muharram, seorang pemuda luar biasa, yang walau memiliki keterbatasan dalam hal penglihatan, namun beliau mampu eksis dan bergerak cepat dalam mengikuti perkembangan teknologi dan jaman. Masyaallah. Sungguh membuat saya terpana dan kagum tiada henti. Selanjutnya microfon beralih ke rekan blogger asal Singapore, yang menyampaikan kesan-pesannya selama acara ini berlangsung, dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Asean Blogger Solo Spirit.

Terharu rasanya, saat diminta untuk melanjutkan membaca ikrar ini. Rasanya gimanaaaa gitu. :)

Terharu rasanya, saat diminta untuk melanjutkan membaca ikrar ini. Rasanya gimanaaaa gitu. ๐Ÿ™‚

Selesai pembacaan ini, saya yang sebelumnya sudah mengajak ketiga teman bloggers tersebut untuk berjalan dan bersalaman dengan ibu Kanjeng Ratu, memberanikan diri untuk memimpin langkah. Pikir saya, kapan lagi bisa bersalaman langsung dan cipika cipiki dengan Kanjeng Ratu Keraton Surakarta, boโ€™? Hihi. Makanya saya nekad aja ah. Ketiga teman juga sependapat dan mengikuti langkah saya dengan bahagia.

Kapan lagi coba, bisa ketemu dengan Pengageng Sasono Wilopo, Keraton Surakarta ini? :)

Kapan lagi coba, bisa ketemu dengan Pengageng Sasono Wilopo, Keraton Surakarta ini? ๐Ÿ™‚

Well, sahabats emak. Tak terasa, postingan yang tadinya diniatkan singkat dan padat, malah melar dan memanjang seperti ini nih. Huft. Tapi mo gimana lagi coba, rasanya semua perlu ditulis sih. ๐Ÿ™‚

Acara penutupan belum usai lho, masih ada beberapa pengumuman lomba yang diumumkan sebelum acara ini selesai. Salah satunya adalah pengumuman lomba live tweet ABFI, yang dimenangkan oleh salah satu teman blogger Bandung, yang juga adalah anggota dari KEB, siapa coba?

Yup, tak lain dan tak bukan, beliau adalah Mak Meti Media, yang jemarinya bergerak lincah, mentwit setiap momen yang tersaji di dalam ABFI. Selamat ya, Mak Meti! ๐Ÿ™‚

Singkat cerita, acara penutupan resmi usai, setelah pembagian hadiah, dan kami semua dipersilahkan untuk kembali ke hotel, bersiap-siap untuk check out. Hiks, sedih rasanya, berpisah [terutama dengan teman sekamar : Niar Ningrum dan GigiPaw], setelah beberapa hari ini selalu bersama. Semoga kesan indah ini tetap menghiasi hati masing-masing yaaaa. ๐Ÿ™‚

Yah, pertemuan dan perpisahan, adalah ibarat hukum alam yang tak terelakkan. Seperti juga kebersamaanku bersama teman-2 blogger Bandung, yang harus berakhir di siang itu, karena untuk kembali ke tempat masing-masing, kami menempuhnya lewat jalur yang berbeda. Saya via udara menuju Jakarta untuk suatu acara, sementara mereka ; Bang Aswi, Kang Ade Truna, Meti Mediya, Nchie Hanie dan Evie Sri Rezeki kembali ke Bandung via Kereta Api. Kebersamaan itu, sementara terpaksa harus diakhiri. See you again in Bandung, ya ciiin! ๐Ÿ™‚

Well, sahabats emak, malam telah larut, mata pun telah mengantuk. Semoga postingan ini menuai manfaat dan mampu memberi nilai tambah walau hanya sekilas. Sampai jumpa di postingan lainnya, ya! Saleum.