Reportase oleh Mak Rahmah

Bahagia rasanya sebagai salah satu member KEB wilayah Surabaya yang bisa hadir di acara Tupperware. Berlokasi di Dyandra Expo Building (lebih dikenal dengan sebutan Gramedia Expo), sebagian besar media yang ada di Surabaya diundang untuk menghadiri sesi Konferensi Pers mengenai Aku Anak Sehat.

Aku Anak Sehat ini sendiri merupakan rangkaian program CSR Tupperware Indonesia yang peduli akan generasi penerus bangsa ini. Mengusung tema “Membangun Karakter Hidup Bersih, Sehat, dan Mandiri” diharapkan bahwa kebiasaan Pola Hidup Sehat menjadi kebiasaan setiap seluruh keluarga Surabaya khususnya.

Para Pembicara

Para Pembicara

Pada konferensi pers tersebut, seluruh peserta dari berbagai media, diperlihatkan sebuah video dengan durasi singkat bagaimana potret keadaan anak-anak yang mengkonsumsi jajanan tidak sehat di sekolah. Anak-anak usia sekolah SD terlihat begitu nikmat menyantap setiap jenis jajanan tidak sehat yang disuguhkan oleh para pedagang. Beragam alasan yang diungkapkan oleh anak-anak tersebut. Mulai dari karena jajanan tersebut terlihat lebih menarik hingga kata malas membawa bekal pun keluar dari mulut-mulut mungil mereka.

Melihat video tersebut, saya (yang notabene masih dalam kondisi hamil) merasa miris dengan hal tersebut. Betapa anak-anak kita sejak dini sudah dicekoki oleh makanan-makanan yang justru menyimpan “bom waktu”. Ya, bom waktu dalam bentuk cikal bakal penyakit ganas akibat makanan-makanan berpengawet yang berbahaya. Seperti zat pewarna, boraks, formalin dan jenis tambahan “yang bukan untuk makanan”. Dan saat itu juga saya menjadi bergumam, insya Allah tidak akan tega membiarkan anak seya kelak jatuh pada kondisi tersebut.

Hadir dalam konferensi pers, Ibu Nurlaila Hidayaty selaku Senior Markerting Manager Tupperware Indonesia, mengatakan bahwa dengan kondisi yang memprihatinkan tersebut, Tupperware mengambil langkah konkrit dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan program Aku Anak Sehat. Lebih kurang 560.000 anak-anak usia SD harus mendapatkan bimbingan dan informasi bagaimana pentingnya Pola Hidup Sehat. Mengapa harus ke sekolah? Karena anak-anak usia SD lebih banyak mendengar dan mengikuti apa yang dikatakan oleh guru dibandingkan orang tua. Sehingga perlu kerja sama yang baik antara guru dan orang tua dalam hal menyiapkan bekal atau minimal sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Selanjutnya Ibu Dr. Rose Mini A. P.M.Psi (Psikolog Anak dan Pendidikan) yang lebih dikenal dengan Bunda Romi, mengajak para orang tua di rumah untuk membiasakan pola hidup sehat tersebut tanpa terkesan menggurui anak. Karena anak-anak usia SD cenderung akan menolak melakukannya. Salah satunya dengan memiliki kemampuan dan kreativitas dalam membuat bekal ke sekolah.

Bersama Bunda Romi

Bersama Bunda Romi

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibu Theresia Irawati, SKM, M.Kes (Kepala Sub Bidang Kemitraan, Advokasi dan Promkes Kementerian Kesehatan RI), bahwa terkadang anak-anak malas membawa bekal karena orang tua tidak pandai mengemasnya dalam bentuk yang menarik. Ditambahkan juga bahwa gizi dari menu sarapan perlu diperhatikan. Senantiasa menyajikan makanan dengan gizi seimbang sehingga tidak ada masalah pada pertumbuhan anak.

Bapak Drs. Momon Sulaeman MM (Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Timur) menyuarakan slogan “Hidup Sehat Dimulai dari Saya” sebagai bentuk awal dari mewujudkan Pola Hidup Sehat secara menyeluruh. Dikatakan juga bahwa saat ini UKS menjadi salah satu hal penting yang harus ada di sekolah-sekolah. UKS menjadi langkah preventif dan promotif agar Aku Anak Sehat benar-benar terwujud, khususnya di sekolah.

Acara konferensi pers ini kemudian ditutup dengan lunch yang sudah disiapkan pihak penyelenggara. Ada doorprize yang dibagikan bagi peserta yang bertanya (eits, saya dapat lho…), live tweet dan peserta yang hadir paling awal (diraih oleh member KEB yang hadir) dan peserta dengan best dress. Dan lebih membahagiakan para peserta karena semua yang hadir bisa membawa pulang souvenir dari Tupperware.

Tupperware tak lupa mengajak seluruh blogger yang hadir dalam konferensi pers untuk mengikuti lomba cerita bloggers Aku Anak Sehat “Karakter Hidup Bersih, Sehat dan Mandiri Anak Indonesia”. Hal ini diharapkan mampu mendukung pembentukan karakter anak Indonesia menjadi pribadi yang bersih, sehat dan mandiri.

Perlu diingat, Anak Sehat adalah investasi yang sangat besar. Jadi masihkah kita sebagai orang tua dan guru membiarkan investasi besar itu terlewat percuma dan sia-sia?