Kelas Kartini bersama Canva Indonesia

Kelas Kartini bersama Canva

kelas kartini bersama canva

Saat perayaan Hari Kartini, 21 April 2026, Kumpulan Emak Blogger berkesempatan menghadiri acara Kelas Kartini bersama Canva. Diinisiasi BPSDM KOMDIGI, acara dihadiri oleh berbagai komunitas perempuan di berbagai bidang dan masyarakat umum.  Berlangsung di Garuda Spark, Fx Plaza lantai 8, acara dibuka oleh sambutan dari Bapak Boni Pudjianto. Dalam sambutannya, Bapak Boni menerangkan acara yang diadakan khusus untuk peserta perempuan ini, mengangkat tema Perempuan Kreatif untuk Masa Depan Anak dan Keluarga Indonesia.

Mengusung visi dan misi sesuai dengan implementasi PP Tunas No.17 Tahun 2025, narasumber yang hadir antara  lain Alfreno Kautsar,  Staf Khusus Menteri Komdigi. Stefani Herlie, Country Manager Canva, Tania Soerianto, CEO Generation Girl, Stefanie Pramana, Head Ops CodingBee Academy.

Para narasumber membagikan dan memaparkan terkait dengan bagaimana peran pemerintah yang wajib memastikan regulasi yang tepat untuk mengawal pertumbuhan anak Indonesia lebih sehat dan aman di ruang digital. Serta bagaimana peran lembaga dan komunitas masyarakat juga berperan penting di dalamnya. 

Arah Indonesia Digital 2025 – 2029 dalam Kelas Kartini Bersama Canva

Berpatokan pada 3T

  1. Terhubung, yaitu memastikan konektivitas yang inklusif dan berkualitas untuk semua
  2. Tumbuh, yaitu mendorong pertumbuhan ekosistem digital agar tumbuh secara inklusif, mendukung talenta lokal yang unggul salah satunya melalui kebijakan yang adil
  3. Terjaga, yaitu menyediakan dan menciptakan ruang digital yang aman, terpercaya dan melindungi

 

Perempuan di Era Digital, Berani Mulai, Terus Belajar

Dengan terus berkembanganya teknologi, peluang perempuan untuk ikut berperan dalam roda pertumbuhan ekonomi dan sosial semakin terbuka. Hal ini dipengaruhi akses yang semakin terbuka, tools makin mudah dan terjangkau. Sehingga menjadikan siapapun dan dimanapun bisa memulai.

Komunitas Perempuan adalah salah satu penggerak dengan kekuatan yang  sangat powerfull

Berdasarkan estimasi ILO (International Labour Organization), dari 60 Juta lapangan pekerjaan, sebanyak 56% terancam diambil alih oleh teknologi atau otomatisasi. Dari jumlah ini, 20% merupakan bagian dari perempuan. Perkembangan teknologi, termasuk otomatisasi atau robotika dalam dua dekade ke depan, mengakibatkan krisis lapangan.

Dibutuhkan gerakan nyata dari berbagai pihak, salah satunya komunitas perempuan  untuk membantu, sosialisasi tentang perubahan dan pergeseran ini. Sebagaimana yang dilakukan Generation Girl yang dipaparkan di Kelas Kartini bersama Canva oleh Tania Soerianto, sang CEO, berbagai pelatihan diajarkan kepada para perempuan di berbagai lapisan masyarakat. 

Pelatihan untuk dapat mengakses teknologi dan berbagai tools yang dapat digunakan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan terupdate untuk dapat terus digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial mereka.

Perempuan : Garis Depan Transformasi Digital

Hal terpenting dari semua perkembangan teknologi yang terus berjalan dengan cepat adalah bagaimana peran perempuan ikut serta bertumbuh dan memberikan pengaruh pada sekitarnya. Baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Coding Bee adalah salah satu lembaga yang juga bekerja sama dengan Generation Girl memberikan pelatihan kepada para perempuan dan anak, karena merupakan tonggak penting pertumbuhan Indonesia di masa depan. Tidak hanya secara teknikal, tapi juga bagaimana menggunakan, memanfaatkan teknologi secara aman, terpercaya dan terlindungi dari berbagai dampak negatifnya yang sama masifnya.

Bekerjasama secara terpadu dengan pemerintah, memberikan informasi dan pemahaman tentang memanfaatkan ruang digital yang aman dan terpercaya. Salah satu yang ditekankan adalah bagaimana penerapan PP No.17 Tahun 2025 atau dikenal dengan PP Tunas. Bersama dengan PM Komdigi No.9 Tahun 2026 yang menjadi instrumen hukum utama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, terpercaya dan berkeadilan bagi anak-anak Indonesia. 

Kebijakan mewajibkan PSE menyaring konten berbahaya, menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah, serta remediasi yang cepat. PP TUNAS berlaku efektif 28 Maret 2026 terhadap platform beresiko tinggi yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live dan Roblox.

Orang tua diharapkan mengenali, memahami dan mengetahui dampak negatif yang mungkin terjadi di ekosistem teknologi, antara lain :

  1. Content Risks, antara lain paparan pornografi, kekerasan ekstrem, ujaran kebencian hingga radikalisme
  2. Contact Risks, antara lain grooming, ancaman predator daring, hingga pesan tidak senonoh.
  3. Commercial Risks, antara lain iklan produk dewasa, pembelian produk tambahan dalam aplikasi yang manipulatif, hingga judi online terselubung.
  4. Privacy Risks, yaitu pencurian data pribadi, penyalahgunaan data lokasi, hingga profiling data anak untuk iklan.
  5. Behavioral Risks, yaitu algoritma yang memicu adiksi atau kecanduan.
  6. Psychological Risks, yaitu gangguan kecemasan, cyberbullying, gangguan citra tubuh atau body dysmorphia.
  7. Physiological Risks, yaitu gangguan fisik secara nyata akibat screen time berlebih. Seperti obesitas karena kurang gerak, postur tubuh terganggu dan sebagainya.

Dari berbagai dampak yang dikhawatirkan ini, diharapkan orang tua dapat lebih waspada dan menyediakan waktu di dunia nyata untuk mendampingi anak, terutama yang masih di bawah umur, agar dapat beradaptasi dan menciptakan ruang aman, sehat dan terpercaya. Sehingga dapat menjadi kreator digital, pengguna tekonologi dan internet yang bertanggung jawab. Dapat memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan sosial dan ekonomi yang signifikan dan berdampak nyata secara positif.

Pada sesi kedua Kelas Kartini bersama Canva, diisi dengan praktek langsung penggunaan Canva bersama Trainer Canva, Jihan Mutiara Fatin. 

Peserta diajak memahami lebih banyak penerapan 4 prinsip desain yang paling dasar dalam penggunaan Canva yaitu :

  1. Contrast 
  2. Hierarchy
  3. Alignment
  4. Color

Dengan memahami 4 prinsip dasar ini, akan bisa menghasilkan karya yang menarik. Menghasilkan karya yang menarik, bisa dikerjakan dari mana saja, tanpa terikat ruang dan waktu, sesuai dengan bidang masing-masing, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Bagi pengguna, wajib memahami peraturan HAKI yang ada dalam Canva, mulai dari penggunaan element premium, gratis dan peraturan lainnya. Agar karya yang dihasilkan dapat menghasilkan nilai ekonomi tanpa resiko bertentangan dengan hukum.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.