Susah-susah gampang memang untuk tahu kenapa bayi menangis.

Nah, berbagi sedikit nih, tentang apa saja alasan bayi menangis dari Babycenter.com yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kita lihat yuk, Mak!

 

11 Alasan bayi menangis

1. Lapar

Ini mungkin adalah alasan pertama yang kita melintas di pikiran kita ketika bayi menangis.

Belajar untuk mengenali tanda-tanda kelaparan akan membantu kita untuk mulai menyusui bayi bahkan sebelum ia mulai menangis.

Beberapa tanda-tanda untuk melihat bayi baru lahir yang merasa lapar:

  • rewel
  • memukul-mukul bibirnya sendiri
  • perakaran (refleks bayi yang baru lahir yang memungkinkan bayi memutar kepalanya ke arah tangan ketika kita membelai pipinya)
  • meletakkan tangan ke mulutnya sendiri

 

2. Popok kotor/basah

Beberapa bayi bisa mengirimkan kode-kode pada kita segera begitu popoknya minta diganti, sementara bayi lain dapat menoleransi popok yang kotor selama beberapa waktu.

Kalau Alaya, nggak mau banget basah dikit. Minta diganti melulu kalau pake popok kain. Makanya dengan pakai diaper, dia lumayan nyaman.

 

3. Pengin tidur

Ketika bayi merasa lelah, seharusnya bayi lantas tidur – bisa kapan saja, di mana saja. Tak seperti orang dewasa, yang kadang mesti mikir dulu mau tidur di mana, kapan.

Tapi, ternyata, tak semudah itu. Bayi juga bisa pengin tidur, tapi tak bisa. Akhirnya rewel dan menangis. Apalagi kalau ia merasa terlalu lelah.

 

4. Pengin digendong

Secara alamiah, bayi selalu pengin dipeluk. Bayi selalu ingin melihat wajah orang tuanya, mendengar suara emaknya, dan mendengarkan detak jantungnya. Bahkan bayi dapat mendeteksi bau emaknya yang unik.

Nah, menangis merupakan salah satu cara bayi meminta untuk dipeluk dengan erat. Kita mungkin bertanya-tanya ya, jangan-jangan kita terlalu banyak memeluknya atau menggendongnya, hingga mereka mungkin keenakan, dan akhirnya rewel terus.

Tapi tidak, bayi memang suka dipeluk. Jadi, berikan sebanyak-banyaknya pelukan yang mereka mau.

 

5. Ada masalah pencernaan (gas, kolik, dan lain-lain)

Masalah pencernaan yang berhubungan dengan gas atau kolik dapat menyebabkannya sering menangis.

Bahkan, jika memang bayi mengalami kolik maka ia akan menangis selama tiga jam sehari, setidaknya tiga hari seminggu, setidaknya tiga minggu berturut-turut.

Duh, Nak! Nggak capek nangis terus? Habis sakit, Mak!

Kalau bayi menangis dan sering rewel tepat setelah disusui, maka mungkin memang ia ada masalah di pencernaannya. Lebih baik segeralah temui dokter untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya.

Masalah lain yang mungkin terjadi adalah perut kembung. Karena itu, jangan pernah lupa untuk menyerdawakan bayi sesaat setelah menyusu hingga kenyang ya, Mak.

 

6. Pengin berserdawa

Nah, ini dia penjelasan dari poin 5 di atas. Berserdawa memang bukan suatu keharusan. Namun, akan lebih baik jika kita membantunya berserdawa.

Bayi akan juga menelan udara ketika mereka menyusu, baik langsung ke payudara ibu ataupun dari botol. Nah, udara yang ikut masuk ini, kalau tidak dikeluarkan, bisa mengakibatkan perut bayi kembung.

Kita saja kalau kembung sakit betul kan, Mak? Apalagi bayi deh. Bisanya cuma menangis.

 

7. Kepanasan atau kedinginan

Bayi biasanya suka kondisi yang hangat. Pada umumnya bayi akan lebih mudah rewel saat kedinginan ketimbang kepanasan.

Jadi, jagalah ia supaya selalu hangat. Pakaikan pakaian yang terbuat dari katun, agar menyerap keringat jika panas. Tambahkan pakaian yang agak tebal di kala udara dingin.

Aturlah pendingin udara, supaya suhunya sesuai.

 

8. Gangguan pada kulit

Bayi punya kulit yang masih amat sangat sensitif, sehingga apa pun yang sekiranya kurang nyaman di kulit mereka, maka mereka pun akan terganggu.

Misalnya saja label pakaian. Barang sekecil ini bisa sangat mengganggu mereka lo, Mak. Jadi coba gunting saja semua label pakaian yang mungkin masih tersemat.

Penyebab lainnya mungkin debu atau serangga yang menggigit kulitnya.

 

9. Tumbuh gigi

Tumbuh gigi terasa sangat menyakitkan bagi bayi, karena gigi akan tumbuh menembus daging gusi mereka yang masih lembut. Memang level ketahanan bayi juga berbeda-beda. Ada yang rewel, ada juga yang tidak.

Jika bayi menangis dan tampak kesakitan, coba deh rasakan gusinya dengan jari (yang sudah dicuci pastinya ya). Barangkali akan terasa, ada inti gigi keras yang mulai bertumbuh di sana.

Rata-rata gigi bayi akan tumbuh di usia 4 – 7 bulan, tapi bisa juga terjadi lebih cepat. Segera cari informasi bagaimana cara mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh bayi, atau berkonsultasilah dengan dokter.

 

10. Merasa kecapekan

Bayi belajar dari stimulasi dunia di sekitar mereka, dan kadang karena saking semangatnya, akhirnya ia pun merasa capek sendiri. Menangis adalah caranya untuk bilang, “Sudah cukup, Mak. Aku capek!”

Jika bayi menangis dan terlihat sudah kelelahan, biarkan ia istirahat. Beri cukup ruang agar ia bisa bernapas, dan tidur.

 

11. Merasa tidak enak badan

Jika si kecil sudah terpenuhi semua kebutuhannya tapi tetap saja ia masih menangis, jadi mungkin ia sedang merasa tak enak badan. Periksalah suhu badannya, dan waspadai demam yang mungkin datang. Tapi tak perlu panik saat bayi demam ya, karena itu berarti tubuhnya memang sedang berusaha melawan kuman yang masuk.

Buat ia nyaman, dan susui. Jika demam tak juga turun dalam beberapa hari, segeralah berkonsultasi ke dokter.

 

Nah, memang butuh latihan untuk bisa mengetahui alasan bayi menangis, dan kemudian menenangkannya.

Yang pasti, kita sendiri harus tenang, Mak. Jangan ikutan tantrum dan rewel, hanya gara-gara kita nggak bisa mengetahui penyebab bayi menangis dengan pasti. Seiring waktu, percayalah, kita akan bisa membedakan, mana tangis lapar, tangis kedinginan, atau tangis manja.