Sebagai orang tua dengan karakter yang cenderung introvert dan tergolong lambat dalam penyesuaian diri dengan orang lain terutama lingkungan baru, membuat saya sedikit ekstra dalam mengajarkan bagaimana bersosialisasi kepada anak dan memiliki empati kepada orang lain. Saya sadar betul bahwa kesenangan dan kebahagian bakal diperoleh ketika berelasi dengan orang lain apalagi bila dapat bermanfaat bagi banyak orang. Sebisa mungkin saya mengapresiasi setiap momen keceriaan ketika anak-anak bermain dengan sanak saudara maupun teman-teman baru yang mereka temui. Bukan apa-apa, pepatah mengatakan buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya dan saya melihat karakter mereka mewarisi karakter kami, introvert. Walaupun demikian, saya percaya kepribadian tetap bisa dibentuk dengan pengasuhan serta pengaruh lingkungan yang baik dari keluarga terutama orang tua.

Saya mulai dari hal-hal kecil yang bisa diajarkan kepada anak tentang indahnya berbuat sesuatu untuk menyenangkan orang lain dengan tetap memperhatikan tingkat kematangan penerimaan mereka terhadap hal yang diajarkan tersebut. Mungkin banyak dari para orang juga sudah melakukan hal yang sama dengan saya karena pastinya semua tahu bahwa momen ulang tahun adalah hal yang paling disukai oleh setiap anak dan saat ada teman mereka yang berulang tahun saya kira ini bisa dijadikan salah satu momen untuk mengajarkan nilai-nilai memahami, menyayangi dan berbagi untuk kebahagiaan orang lain.

Saya melihat Isyka, anak perempuan kami, cukup matang mengerti perspektif orang lain ketika memasuki TK A. Saya mulai melibatkannya dalam memilih kado ketika ada temannya yang merayakan ulang tahun. Saya mengajaknya ke mall/toko dan memintanya untuk memilih sendiri isi kado dan kertas pembungkus kado serta memberitahunya untuk mengingat hal-hal yang disukai oleh teman yang akan berulang tahun supaya kado yang akan diberikan nanti bisa lebih bermanfaat dan membahagiakan temannya pada saat menerima kado tersebut. Selanjutnya, bersama-sama kami akan membungkus kado tersebut dan tak lupa menuliskan pesan serta doa. Semenjak Isyka bisa mengenal huruf dan menuliskannya walaupun belum bisa membaca, saya mulai memintanya untuk menuliskan sendiri pesan serta doa untuk temannya tersebut meskipun masih dibantu ejaan. Setelah itu, saya sampaikan padanya agar tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun ketika menyerahkan kado tersebut.

Sejauh ini, Isyka sangat senang dan bahagia melakukan aktivitas ini dan saya berharap salah satu aktivitas ini bisa berkontribusi terhadap perkembangan positif dirinya sehingga Isyka semakin nyaman dan percaya diri dalam bersosialisasi dengan orang lain.