Penulis: Dini Erha
Sebagian perempuan-meski tidak semua-mengidap sindrom “madame defisit” terutama bagi mereka yang tidak bisa mengendalikan diri saat sedang emosi [alias, galau].
Sebagai contoh dalam film “Sex and The City 2” [pernah nonton dong ya?], Samantha merasa galau karena merasa kesepian tinggal di LA sendirian sementara teman-temannya tinggal di NY dan kekasihnya sibuk shooting film, sebagai pelampiasan ia memasuki setiap mall dan keluar dari sebuah gedung dengan rentengan tas branded, tapi tetap saja dia merasa ada yang kurang sampai akhirnya dia memberi seekor anjing mini yang memiliki “hobi” sama dengannya. Barulah dia merasa terpuaskan. Itu hanya contoh, bukan resensi film, untuk lebih lengkapnya silahkan membeli/meminjam dvd-nya.
Samantha adalah salah satu contoh madame defisit, tapi karena kondisi finansialnya berlebihan maka tidak berpengaruh apapun, berbeda dengan emak-emak yang kondisi finansialnya pas-pasan atau berlebih sedikit tapi galau sehingga memaksakan diri untuk memuaskan kebutuhan emosinya dengan cara belanja.
Jujur saja, sindrom ini pasti pernah menyerang perempuan mana saja di dunia-termasuk saya-yang berkata tidak pasti hanya sebagian kecil saja. Bayangkan, kalau kita sedang kesal di rumah, bawaannya ingin jalan-jalan ke mall, cuci mata istilahnya, dan mau tidak mau walaupun sedikit, gesekan atm atau kartu kredit akan mengurangi jatah yang sudah direncanakan dengan matang dalam anggaran bulanan. Betul tidak, Mak?
Semakin banyak yang dilihat, semakin besar punya keinginan untuk memilikinya. Kalau sudah begitu, tambah sakit kepala karena kepikiran sepatu atau tas cantik yang dilihat di etalase toko, kegalauan bertambah karena harus memperkuat mekanisme pengendalian diri. Dan kalau kurang kuat, alhasil kita membuat mesin kasir toko berdenting. KaChing!
Sebagai perempuan, apalagi ibu rumah tangga, kita dituntut untuk lebih sabar dan mampu mengendalikan diri dalam situasi apapun. Ini semua bukan hal mudah dan terjadi dalam waktu semalam, perlu dipupuk dan membutuhkan waktu. Seringkali kita mendengar bahwa di balik keluarga yang sukses dan bahagia, tersembunyi seorang perempuan yang luar biasa. Yakinlah, itu tidak akan diperoleh tanpa trial-and-error.
Ia menangis-tertawa-berdarah-bergembira-berkeringat-bersemangat silih berganti dalam waktu yang panjang sampai akhirnya membuahkan kebanggaan. Keanggunan seorang perempuan.
Semua tidak dinilai dari berapa banyak uang yang kamu belanjakan, tapi dilihat dari betapa kuatnya kendali dirimu wahai perempuan.