Penulis: mak Irma Irawati

Akhirnya, kelas yang ditunggu-tunggu para Emak, datang juga. Kelas yang menjaring  30 Emak-Emak melalui  proses seleksi ini, telah memulai kelas perdana nya. Tepat pukul 19.00, pada tanggal 4 Maret 2013,  Mak Guru Haya Aliya Zaki sudah hadir di kelas.  Tentu saja disambut meriah oleh Emak-Emak yang sudah menanti sambil duduk manis, berkat alarm yang dinyalakan dengan keras oleh Ketua Kelas  Mak Myra Anastasya. Kelas dibuka dengan sambutan dari Wali Kelas Mak Indah Juli.

Lets Start!

Materi kelas editing ini bertema Blogger dan Kaidah Tata Bahasa Indonesia. Seorang Blogger, memiliki peran sebagai penyampai informasi dan pesan kepada khalayak pembaca. Karena itu alangkah lebih baiknya, seorang Blogger memiliki pengetahuan seputar self edit. Supaya tulisannya yang terkesan santai, tetap sesuai kaidah dan enak dibaca.

Aliran materi demi materi yang disampaikan Mak Haya, benar-benar membawa pencerahan bagi kami yang baru mengenal seluk beluk editing. Bahkan ada hal mendasar yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang, tapi sangat berarti bagi seorang editor yang jeli seperti Mak Haya. Contohnya dalam menggunakan kata absen saat mengisi daftar hadir.  Padahal, kata yang seharusnya digunakan adalah  mengisi daftar presensi.

Selanjutnya menginjak pada materi yang ditunggu, antara lain :

  1. Tanda Baca, yang meliputi titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan elipsis
  2.  Kata Miring, yakni huruf yang dicetak miring saat digunakan untuk menuliskan nama buku atau majalah, istilah yang bukan bahasa Indonesia, dialog di dalam hati, dan menuliskan bunyi-bunyian.
  3. Kata Depan dan Imbuhan. Untuk memudahkan perbedaannya, kata depan ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya, sedangkan imbuhan harus dirangkai.
  4. Kata Baku

Kata-kata baku ini tidak bisa dikira-kira, tapi harus dihafalkan.  Antara lain, seperti kata Akta, bukan akte. Antre, bukan antri. Apotek, bukan apotik. Analisis, bukan analisa. Andal, bukan handal (diandalkan, bukan dihandalkan). Cokelat, bukan coklat. Diagnosis, bukan diagnose. Embus, bukan hembus. Hafal, bukan hapal. Isap, bukan hisap.

Sesi terseru dari kelas ini, tentu saja saat sesi tanya jawab sambil saling menilai cara penulisan yang biasa digunakan Emak-Emak. Ternyata oh ternyata, Emak-Emak ini soulmate banget dengan yang namanya ellipsis. Tapi berkat materi tersebut, setiap Emak mulai tersadarkan untuk  say goodbye pada titik-titik yang selalu ingin berperan dalam setiap penulisan.  Baiklah, pada akhirnya, mari kita gunakan titik-titik sesuai kebutuhan.

Sebelum kelas diakhiri, Emak-Emak mendapat PR untuk mempraktikkan pelajaran yang baru saja diikuti dan harus dikumpulkan sehari kemudian. Sampai jumpa di kelas berikutnya.