Tentang Copas Karya di Dunia Blog

By Carolina Ratri on July 01, 2013

images

credit

Sebagai orang yang sudah banyak wira wiri di blogosphere, kita pasti sering menjumpai kopas mengopas karya. Mau fiksi, mau non fiksi, mau artikel serius atau puisi, bahkan image. Banyak hal yang bisa menjadi semacam komoditi untuk para kopasser. Dan kita, sebagai orang kreatif yang “menciptakan” si komoditi tentu saja ga rela, hasil pemikiran dan kerjanya asal diambil saja oleh orang lain. Betul ga sih?

Ada beberapa modus *halagh bahasanya* yang bisa saya temukan terkait dengan kegiatan ilegal kopas mengopas ini.

  1. Artikel kita dikopi mentah-mentah, baik dengan editing ataupun tidak. Editing ini mungkin hanya dimaksudkan supaya hasil kopas itu menjadi “agak” berbeda. Tapi kita tentu juga tetap ga rela kan ya, biar sudah diedit pun.
  2. Yang kedua, cerita ini saya dapatkan dari teman. Beliau ikut lomba blog, terus ketika artikelnya sudah diposting, ada yang nanya-nanya. Selang beberapa hari, si penanya tadi memposting artikel hasil kopas dari blog narablog yang ditanya-tanya, PLUS informasi tambahan yang ditanyakan. Hoooo #nyesek.
  3. Ketiga, image. Image yang diambil dari kita, yang belum dikasih watermark, dan dipasang di artikel/postingan/blog dia dengan semena-mena, tanpa menyebutkan sumber image.
  4. Keempat, masih tentang image. Image yang sudah kita kasih watermark, tiba-tiba saja nongol di blog/web orang dengan sudah di-cropping untuk menghilangkan watermark. Hohoho.. ini sih niat. πŸ˜€

 

Sebenernya, selama ada proses kreatif, yang begini ini akan terus ada. Kita tidak akan bisa melakukan apapun untuk mencegahnya. Maksud saya, kita sedang ngomongin masalah mental. Jadi kita ga akan bisa menuntut orang terlalu banyak. Sebagai ilustrasi aja, sebut saja Mak X. Beliau ikutan lomba blog tertentu, lalu menemukan bahwa foto yang dia pake dan pasang di artikelnya diambil dengan semena-mena oleh peserta lomba lain. Si Mak X ini langsung bilang dong sama si kopasser, eh ntu image saya, situ kok ga minta ijin sama saya asal ngambil doang. Ga nyebutin sumber pula. Daaaan, apa jawab si kopasser? Wah, itu foto saya ambil dari Google kok? Makssssud? Emang Google ambil dari mana? πŸ˜† oh dear… *elap kringet* Yak, yang merasa lagi diomongin, ga usah cengar cengir yak πŸ˜† *dilempar ulegan batu*

Pernah juga nih, tulisan fiksi yang dikopas. Lucu kan, ya kalo artikel yang nonfiksi dikopas mungkin siiiihhh bahwa sudut pandang seseorang akan suatu masalah MUNGKIN sama. Itupun saya rasa, ga mungkin juga sama persis kan? Pastilah ada beda-bedanya dikit. Lah, ini fiksi dikopas. Masak imajinasi bisa sama persis. Kan ga mungkin banget! Trus ketika orang-orang ramai-ramai teriak “maling” pada, sebut saja A, dan lalu memberikan link blog milik B yang diyakini sebagai tulisan asli, eh… si “maling” ini malah bikin blog lain, semacam alter ego blog, posting di situ dan tanggal postingan dibikin mundur. Dibilangnya bahwa itu sebenernya adalah karya dia yang juga dikopas orang. Jadi semacam mem-backdate postingan, supaya terkesan fiksi dia yang dikopas oleh B. Itu kan fitnah namanya. Iya ga sih? Ckckckckckck…

Anyway, saya sudah sering cuap-cuap di twitter tentang kopas mengopas ini. Sebenernya ada beberapa langkah yang bisa kita ambil. Yahhhh, bukan untuk menyetop sama sekali *karena ini jelas GA MUNGKIN* tapi setidaknya meminimalisir kemungkinan dikopas.

  1. Daftarkan blog kamu di berbagai layanan penyedia copyright. Banyak yang gratis banyak pula yang berbayar. Saya biasanya merekomendasikan My Free Copyright. Tapi entah kenapa barusan saya click kok error. Mungkin bisa dicoba lain kali. My Free Copyright ini akan mengirimkan email pada kita kalau dia menemukan konten yang sama dengan yang ada di blog kita. Helpful.
  2. Selain MyFreeCopyright, bisa juga ke CopyScape. Kalo ini kita harus men-scan secara manual sendiri jika ingin tahu apakah ada konten yang sama dengan yang kita tulis. Kalau mau yang berbayar, dia akan mengirimkan email jika ada artikel/blogpost yang sama dengan yang ada di blog kita. Silakan langsung ke Copysentry.
  3. Untuk image, selalu bubuhkan *kayak masak aja ya, bubuhkan gula #ngiik* watermark pada fotonya. Watermark jangan cuma kecil di pinggir. Mending dibikin besar, dan di tengah, tabrakkan pada objek foto. Khawatir mengganggu? Opacity nya saja yang diatur. Jadi transparan. Hah? Belom bisa bikin watermark? Yang online bisa pake pixlr, picmarkr, atau photobucket. All is free! Mau pake photoshop, tutorialnya bisa diliat di sini. Semuanya gampang! Saya saranin sih, bersusah-susahlah sedikit mau ngedit foto. Daripada nyesek fotonya diambil orang. Ini saran aja sik. πŸ˜€
  4. Untuk blog berplatform wordpress berbayar, pastikan pake plugin WP Copyright Pro dan set supaya ga bisa disorot dan diklik kanan. Sepertinya blogspot juga bisa dibikin begini, tapi pake javascript. Coba deh digugel aja. Saya kurang ngerti, karena yahhh.. bisa dibilang javascript itu benci sama saya. #eh Lha kalo di WP gratisan? Errr… mari kita berdoa supaya WP bisa memasukkan fasilitas ini secepatnya ke blog gratisannya. #halagh
  5. Kalo menemukan karya kopas, langsung ambil screenshot. Jangan tunggu apa-apa lagi. Pokoknya langsung saja screenshot. Itu bukti. Trus setelah itu? Ya, kalau lomba, silakan menghubungi panitia sambil memberikan bukti screenshot tadi. Kalau artikel kopas itu ada di web portal, segera hubungi adminnya. Juga dengan melampirkan bukti screenshot. Kalo bukan lomba dan bukan web portal? Ya silakan saja mau diapakan itu kopasser πŸ˜€ hehe.. Yang penting screenshot dulu.

 

Selain semua saran di atas, saran terakhir yang ga kalah penting: ikhlas. Ehhh, entar dulu, jangan buru-buru menoyor saya. Jadi begini, toh nothing’s new under the sun, dan apapun yang sudah kita publish ya akan jadi milik publik. Jadi ketika mo mencet tombol publish, tekankan pada diri sendiri bahwa kita ikhlas mem-publish karya kita itu. Karena, seperti yang sudah saya sebutkan di awal, yang seperti ga akan bisa hilang musnah selama masih ada proses kreatifitas. Daripada ngomel sana ngomel sini ga berenti-berenti karena karyanya dikopas, maksudnya, yaaa ngomel sih boleh-boleh aja. Namanya juga menumpahkan kekesalan. Gimana ga kesel, kita yang mikir, orang lain yang dapet kerennya. Iya kan? Tapiiii, bentar aja. Ga usah lama-lama. Mendingan, dipake aja itu rage power nya menjadi karya lain yang lebih dahsyat. Berkarya lagi, menulis lagi, foto-foto lagi, dengan lebih bagus! Dikopi lagi, bikin lagi yang lain yang lebih bagus! Dikopi lagi? Yaa, bikin lagi! Gitu terus.

Because… copycat would never be as good as the original one. πŸ™‚

Comments (28)

July 1, 2013

Oh? jadi si A yang ngopas dan kemudian mem-backdate trus….*ilang sinyal* qiqiqiqi.

Tengkyu Mak saran2nya, aku nih yg termasuk males nge-watermark, yaabis keknya emang ngerasa ngeganggu di objek foto *selftoyor*


July 2, 2013

hihihihihihi saya juga baru tau kalo itu adalah begitu mbak *eh *mlipir juga ah πŸ˜€


July 3, 2013

mlipirnya jangan terlalu ke pinggir. ntar nyemplung got noh X)))


July 1, 2013

Kalau aku ngenes mak, sekalinya posting foto di akun pribdai, masa dituduh nyolong foto Dapur Hangus huhuu…


July 1, 2013

hihihi, padahal fofografer Mak Ika sama Dapur Hangus kan sama ya .. πŸ˜€


July 1, 2013

haghaghag maap saya numpang ketawa #abaikan


July 3, 2013

kayaknya ketawanya renyah bener πŸ˜†


July 3, 2013

halaaaaaaaaaaaaaagh… diajak kenalan dulu itu Mak yang bilang ngopas itu wkwkwkwkwk.. πŸ˜†


July 1, 2013

caranya bukin watermark gimana mak? *oon*


July 3, 2013

makasih mak Shinta udah dijawabin πŸ˜›


July 1, 2013

Keren Mak Carolina..* Because…copycat would never be as good as the original one*..setuju..^^..


July 3, 2013

semangaaaat! πŸ˜‰


July 2, 2013

Thank Infonya mak…keren nih πŸ™‚ Ilmunya.


July 2, 2013

Artikel karyaku ‘Janda, Emang Kenapa?’ juga sempat tayang di sebuah portal ternama, sayangnya dengan nama orang lain sebagai penulisnya. Hiks. Padahal itu tulisan, paragraf ke 4 sp akhir adalah plek2 tulisanku semua. Dari kalimat hingga tanda bacanya dicaplok semua. Haha. Tanpa edit bo’ dan publish di portal ternama. Sempat rame juga kita bahas di grup kan wkt itu. Hehe. Lebih gilanya lagi, si kopasser awalnya sama sekali ga mengaku, pake berdalih hak cipta ada pada Allah, dan setiap orang bisa saja memiliki ide dan pemikiran yang sama.

Tapi, masak sih sampai ke titik koma dan tanda serunya pun sama. Haha. Yang bener aje? Weleh-weleh!

Trims untuk tipsnya, Mak Carra. Bubuk yuk! πŸ™‚


July 3, 2013

iya. aku liat Mak Kandi. Telat tapi wkwkwkwwk πŸ˜†

Bubu? errrr *lirik Boss* :mrgreen:


July 2, 2013

Tips dr saya sih, justru krn si “kopi kucing” itu copy tulisn qt, qt harus sebisa mungkin punya style tulisan sendiri, jd klo ad yg copy langsung ketauan. Ide bole sma tp masa tulisan jg sm .. hahaayy…XD


July 2, 2013

sudah pernah coba tetapi agak lama keindex di google jika pakai plugin di wp berbayar… ini sementara mencari solusinya πŸ˜€


July 3, 2013

Hahaha… saya ga terlalu fokus keindex sih Mak πŸ˜€ Nanti bagi infonya yak kalo udah ketemu solusinya πŸ˜€


July 4, 2013

My Free Copyright bisa dipakai buat WordPress gak Mak


July 4, 2013

Udah nyoba pake “my copyright” utk wp berbayar. Hehe

Aku juga males watermark, tapi dah mulai coba ga males. Hihi

Makasih infonya, Mak Carra πŸ˜‰


September 17, 2013

Maaaak, tetap aja udah di watermark masih bisa di colong foto ku*pengalaman, yg dia crop foto ku yg ada tulisan @ Meidy-nya , walaupun watermarknya aku tipisin masih bisa kelihatan sih, capek-cape masak jepret masakan di colong huhuhu


September 17, 2013
Maydina Safitri

Maaaak, tetap aja udah di watermark masih bisa di colong foto ku*pengalaman, yg dia crop foto ku yg ada tulisan @ Meidy-nya , walaupun watermarknya aku tipisin masih bisa kelihatan sih, capek-cape masak jepret masakan di colong huhuhu


September 24, 2013

fotoku,,ohhh,,aku selalu lupa ngasi watermark,,terutama yg postingan ttg game android,,hu hu hu,,akhrnya hrs blajar ilmu ikhlas,,hiks hiks


May 26, 2016

kadang emg kesel semuanya di copas, tapi mau gimana yaa
ikhlasin aja daripada dipikirn makin sakit…


May 26, 2016

iya bener watermark itu penting banget buat originalitas jadi orang ga sembarangan maen comot gambar


July 23, 2018

fenomena copaser memang menjadi suatu momok menakutkan dalam dunia blogger.
tapi kalo menurut saya sih copas tu boleh-boleh aja, asal pake gaya bahasa sendiri dan disertai link sumber.
lumayankan bisa jadi backlink gratis, wlpun backlink ber DA rendah.


Trackback

    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: