Sumber Foto

Sumber Foto

Para emak pernah nggak mencucikan bajunya ke laundry? Laundry ada segi positifnya sih yaitu bisa membantu kita mencuci bertumpuk pakaian kotor, jadi bisa menghemat waktu, menghemat tenaga, menghemat listrik dan menghemat sabun cuci juga tentunya he he.. Sekarang banyak yang menerima laundry kiloan yang harganya jauh lebih murah daripada laundry satuan.

Kita cuma pergi ke tempat laundry dengan membawa pakaian kotor dan nanti pakaian selesai sudah dalam keadaan disetrika dan dilipat rapi serta wangi. Praktis sekali, apalagi jika ada tempat laundry yang bisa antar jemput yaa.

Tapi ada segi negatifnya juga kalau dipikir-pikir. Kita tidak mengetahui langsung, proses pencucian pakaiannya. Menggunakan air yang bersih atau tidak. Dicampur dengan pakaian orang lain atau tidak? Kebayang kan jika proses pencuciannya ternyata dicampur dengan pakaian orang lain yang mempunyai penyakit kulit, bisa ketularan kan.

Aku beberapa kali mencucikan pakaian kotor ke laundry, karena mesin cuciku rusak. Untuk mencuci manual terus ya pikir-pikir juga, badan capek dan waktuku yang biasanya bisa dipergunakan untuk pekerjaan lainnya akan terbuang begitu saja. Apalagi jika hujan datang, cucian yang sedang dijemur biasanya 2 hari baru kering. Otomatis Β aku tidak bisa mencuci lagi, karena tempat jemurannya penuh, jadi harus menunggu yang ada di jemuran kering. Hasilnya cucianku malah jadi bertumpuk-tumpuk banyaknya. Karena itu aku memutuskan untuk pergi ke laundry. Biasanya sebulan paling banyak dua kali aku pergi ke laundry, selebihnya aku cuci sendiri.

Beberapa kali ke sana, lumayan sih hasilnya. Tetapi ada 3 kali kejadian yang kurang membuat aku puas.

Kejadian pertama, jam 5 sore aku kesana (seperti yang dijanjikan) ternyata belum selesai, masih disetrika katanya. Akhirnya aku pulang dan kembali kesana sekitar 2 jam kemudian.

Kejadian kedua, karena aku punya pengalaman kalau diambil sekitar jam 5 pasti belum selesai, maka aku sengaja mengambil hasil laundry sekitar jam 7 malam. Ternyata baru selesai disetrika tapi belum disemprot parfum dan label yang ada di setiap baju belum digunting. Ooh baru tau aku, ternyata bau wanginya itu diberikan setelah disetrika, bukan saat baju akan dijemur. Dan karena aku malas untuk bolak-balik lagi, akhirnya aku ambil hasil laundry itu apa adanya. Jadi di rumah, aku terpaksa menggunting sendiri label-label yang ada di setiap pakaian tadi.

Nah, kejadian yang ketiga ini baru kualami seminggu yang lalu. Malam hari seperti janji yang sudah ada, aku mengambil pakaianku. Setelah dicari-cari di lemari, ternyata tidak ada. Akhirnya dicari di dalam rumah, tidak ada juga. Aku menunggu hampir Β½ jam, tetap tidak ketemu. Pemilik laundry lalu mengecek di buku besar yang ada nama-nama orang yang melaundrykan pakaian, dicari di tanggal hari itu namaku tidak ada. Untuk tanggal besok dan besok lusanya, namaku juga tidak tercantum disana. Waduh, bisa dibayangkan bagaimana dag dig dug hati ini, jangan-jangan bajuku hilang. Kalau memang belum selesai dan harus molor 1 hari lagi ya nggak apalah, lha ini bahkan namaku saja tidak ada di buku itu. Lalu kemana pakaianku? Kalau cuma 1 atau 2 potong sih kalau hilang masih nggak apa-apa, nah ini 30 potong baju kalau hilang bagaimana?

Sempat bertanya juga ,bajuku nggak akan hilang kan? Si pemilik laundry malah diam saja hadeuhh.. Pemilik laundry meminta no telponku dan berjanji akan menelpon keesokan harinya kalau sudah selesai katanya. Ya sudahlah, aku pasrah, malam itu sampai nggak bisa tidur, kepikiran kalau bajuku hilang. Apa yang harus dilakukan? Apa si pemilik mau mengganti rugi, terus minta ganti rugi berapa? Bingung banget. Akhirnya esok harinya jam 6 pagi, aku ditelpon katanya bajuku belum dicuci dan segera akan dikerjakan dan bisa diambil hari itu juga. Waduh lega banget rasanya, bajuku tidak hilang. Saat ambil baju, aku tidak bertanya ketemu dimana baju-bajuku itu. Sudah malas nanya-nanya lagi, yang penting sudah beres.

Kalau memang tidak sanggup 1 hari jadi, ya tidak usah dicantumkan dong kalau sehariΒ  bisa kelar. Nah, dari situ aku berpikir bahwa sistem yang ada di tempat laundry itu masih belum rapi. Bagaimana pelanggan akan merasa puas jika mengalami hal-hal seperti yang kualami tadi? Jika tidak segera dibenahi, maka ada kemungkinan banyak pelanggan akan lari ke tempat lain yang lebih bisa memberikan pelayanan yang tepat waktu dan memuaskan.

Bagaimana dengan pengalaman emak yang pernah melaundry-kan baju? Pernah nggak sih mengalami kejadian seperti yang kualami ini? Share dong.. πŸ™‚