Ketika pena terganti oleh tuts keyboard
Maka tinta pena pun akan mengering karena tak akan pernah lagi bercumbu dengan lembar kertas
Dan buku pun tak akan pernah berganti halaman.
Seperti malam yang tak akan menyapa siang
Masing-masing terdiam di kesendirian.

Aku, kata sang pena,
tak akan pernah lagi menari di atas permukaanmu yang putih
nan bersih lagi halus.

Buku pun terdiam.
Terhujam kelu oleh merindu yang teramat sangat
Teringat ia gerakan pena yang hangat selaksa berdansa
Betapa pena menaburkan warna di lembar putih kosongnya.

Tapi janganlah engkau lupakan aku, pinta buku.
Karena aku akan selalu mengenangmu
Tarian tangan-tangan dan gesekan ujung penamu menghangatkan aku
Menandakan adanya kehidupan dalam diriku.

Yang sudah tercoret oleh penamu adalah sejarah
Bahwa kita pernah bersama
Dan abadilah tentang kita adanya.

catatan kecil:
ngebayangin seandainya buku dan pena ngga dipakai lagi untuk nulis