Februari 2014 - Shinta Ries

Februari 2014 – Shinta Ries

Nama: Shintaries

Url blog: www.shintaries.com

Bio singkat: Ibu dari dua orang balita, hobi menulis blog tentang keseharian dan mengutak-atik blog, sehari-hari bekerja sebagai site manager dari sebuah proyek hotel di Jakarta, memiliki background pendidikan teknik sipil dan manajemen, suka sekali traveling dadakan baik dalam maupun luar negeri, tertarik dengan portrait photography, penikmat drama korea dan sushi.

1902943_10151973348567424_1263720098_n

Makmin: Banyak emak yang suka ngeblog tapi tak suka mengutak-atik tampilannya karena takutnya malah berantakan. Tapi mak Shinta nggak begitu? Asiknya dimana mak?

Mak Shinta: Saya tipe orang yang suka penasaran dalam memecahkan sesuatu. Dan konsep trial and error selalu menjadi pegangan saya. Disaat saya berhasil membuat sesuatu atau memecahkan masalah yang terjadi di blog/web, ada rasa senang yang tidak terkira. Lebay memang, mungkin sama puasnya dengan emak yang berhasil buat cake enak. Dan anggapan saya, kalau error nanti tetap bisa di kembalikan karena blog/web mengenal backup dan restore.

Makmin: Selain utak-atik blog, bidang pekerjaan mak Shinta sebagai engineer juga didominasi laki-laki. Bagaimana kesempatan para emak di hobi dan pekerjaan yang didominasi laki-laki?

Mak Shinta: Kesempatan selalu ada dan sama antara laki-laki maupun perempuan. Hanya saja memang yang membedakan antara laki dan perempuan adalah skill yang dimiliki. Kalau kemampuan seorang perempuan sudah mampu menyamai dalam hal soft skill maupun hard skill, kita bisa berbangga hati kalau apa yang kita kerjakan tidak akan mampu diremehkan oleh mereka.

Makmin: Kalau pekerjaan kan sudah jelas, bisa karena kuliah dulu. Kalau utak-atik blog belajar dari mana mak?

Mak Shinta: Awalnya saya mengutak atik blog hanya dari coba-coba tutorial yang ada di internet. Setiap ada aplikasi yang mau saya terapkan, saya berusaha browsing dan memahami setiap kode yang ada. Kemudian saya praktekkan dengan cara trial and error. Setiap ada kesalahan, saya ulangi dan pahami dimana letak kesalahan tersebut. Kemudian, pada saat saya ingin memahami lebih dalam lagi, saya tidak lagi mencari tutorial gratisan yang ada di internet. Karena apa, karena tutorial dengan level advanced tidak dibagikan secara gratis. Saya sangat memahami hal tersebut, karena memang ilmu untuk utak atik blog tergolong rumit dan memakan waktu yang tidak sedikit. Sehingga saya berniat mempelajarinya secara professional melalui online class. Kebetulan memang yang ingin saya pelajari adalah sesuatu yang spesifik seperti blog dengan engine wordpress + genesis. Dan sayangnya, karena terlalu spesifik saya jarang sekali menemukan pelatihan yang sesuai dengan keinginan saya terutama di wilayah lokal. Hingga akhirnya saya langsung mengikuti online class yang berbasis di Amerika. Serunya adalah kita semua memiliki minat yang sama terhadap koding dan perempuan semua. Pesertanya pun dari berbagai negara yang otomatis jamnya tidak sama. Bahkan ada yang jam setempatnya jam 2 pagi loh dan bela-belain ikutan hehehe.

1383793_10151973348637424_964426078_n

Makmin: Mak Shinta mengkhususkan diri menangani blog perempuan, mengapa?

Mak Shinta: Saya sendiri merasakan susahnya mencari template yang memang dikhususkan untuk perempuan mature. Untuk yang template bertema girly, cute, imut dll memang banyak. Tapi untuk blog yang sesuai dengan usia saya yang lebih mature (ceileh) saya merasakan bahwa saya membutuhkan desain tersendiri. Karena banyak yang mengalami hal seperti saya, akhirnya saya memutuskan hanya mengerjakan blog yang memang di kelola oleh para perempuan.

Makmin: Bagaimana mak Shinta melihat perbedaan selera tampilan blog laki-laki dan perempuan?

Mak Shinta: Perbedaan selera sangat jauh sekali. Para lelaki lebih cenderung menggunakan warna-warna gelap dengan berbagai ekspresi bayangan dan menambahkan elemen yang seharusnya tidak perlu. Sedangkan selera perempuan hanya perlu terlihat cantik, menarik dan minimalis. Hal inilah yang membuat tidak cocoknya selera tampilan blog antara laki-laki dan perempuan.
Makmin: Tingkatan paling sulit dalam utak-atik blog itu dibagian apa?

Mak Shinta: Hmm apa ya, yang paling sulit adalah saat memulai belajar koding pada awalnya. Untuk memecahkan suatu masalah, saya bisa sepanjang hari berada didepan computer karena penasaran. Tapi setelah saya berhasil, kedepannya menjadi lebih mudah. Sepanjang ini saya hampir menguasai wordpress dan blogspot sepenuhnya. Mulai dari HTML, CSS, PHP, membuat plugin sampai databasenya. Karena memang saya hanya fokus pada custom design, jadi saya tidak mempelajari hal-hal yang saya anggap rumit.

Dengan latihan 4 jam setiap hari untuk mendesain dan mengkoding, saya selalu menantang diri sendiri untuk mencoba hal baru dan memecahkan kode yang ada. Jadi setiap kesulitan insya Allah bisa saya atasi.

Makmin: Tampilan blog yang baik itu seperti apa?
Mak Shinta: Buat saya, tampilan blog itu nomor dua karena utamanya dari blog adalah konten. Tapi alangkah baiknya tampilan juga mendukung. Jangan sampai, memiliki blog dengan background untuk tulisan berwarna hitam dengan font yang kecil. Ini akan memberikan efek yang tidak baik dimata.
Dari kacamata saya, untuk tampilan sebuah blog seharusnya adalah sebagai berikut :
– Memiliki 50% white space. Background putih ini akan memudahkan pembaca melihat tulisan dan menyegarkan mata.
– Ukuran font yang pas. Tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil.
– Pemilihan font seperti sans-serif untuk paragraph dan tidak banyak menggunakan font jenis script.
– Memilih widget yang penting saja. Banyak pembaca yang tidak suka adanya music di sebuah blog, beberapa menganggap itu mengganggu dan saya setuju.
– Kombinasi warna yang pas. Sebaiknya kombinasi warna tidak lebih dari dua atau tiga warna, karena kalau warna tersebut tidak cocok akan terlihat sangat kontras.
– Simple minimalis. Sebisa mungkin tidak membuat blog ramai supaya pembaca bisa focus ke konten, bukan ke tampilan. Karena yang membuat pembaca kembali adalah konten, bukan tampilan.
Makmin: Jika ada emak yang ingin menekuni utak-atik blog, apa saran mak Shinta?
Mak Shinta: Sabar, harus banyak belajar, memahami kode dengan baik, dan banyak latihan. Kadang ada yang hanya copy paste kode saja. Seharusnya kita juga dapat memahami, kode yang dimasukkan akan berpengaruh terhadap apa. Dan apabila ingin diubah, kita dapat mengubahnya sendiri. Sehingga setiap error yang terjadi akan dapat kita pahami dimana letak kesalahannya. Karena utak atik blog bukan ilmu feeling hehehe.
Makmin: Mak Shinta juga rajin update tutorial utak-atik blog. Apa harapan mak Shinta dari sharing pengetahuan itu?
Mak Shinta: Saya berharap dapat memberikan basic/dasar dari utak atik blog itu sendiri. Karena setiap orang apalagi perempuan juga memiliki selera yang berbeda. Jadi kalau merasa ada yang tidak pas dengan blognya dan orang lain tidak mampu membaca keinginannya seperti apa, maka diharapkan bisa melakukannya sendiri (DIY). Sebisa mungkin saya membuat tutorial secara jelas dengan menggunakan screenshot, video dan bahasa yang mudah dipahami. Kalau terlalu rumit dan berbelit saya rasa orang akan urung menggunakan tutorial kita.Makmin: Sebagai anggota KEB yang sering kontak langsung dengan mak board, makmin atau makpan karena dimintai bantuan teknis, apa yang bisa diperbaiki dari KEB?Mak Shinta: Secara teknis memang tidak terlalu banyak sebetulnya karena sudah menggunakan engine yang user friendly yaitu wordpress dan theme nya juga sudah responsive. Kemungkinan semakin besar jumlah member KEB dan semakin banyak kontributor KEB dibutuhkan space yang cukup besar untuk hostingnya. Jangan lupa untuk selalu memback-up databasenya, atau lebih mudah menyimpan versi xml (export file) untuk berjaga-jaga apabila dibutuhkan.1656030_10151973348492424_275534513_nMakmin: Apa harapan mak Shinta terhadap emak-emak anggota KEB dan KEB sendiri sebagai komunitas dimasa datang?

Mak Shinta: Harapan saya, KEB akan selalu terbuka menyambut emak blogger yang antusias dan berdatangan dari background dan domisili yang berbeda-beda. Selain itu juga terbuka terhadap komunitas lain dan menyambut baik keikutsertaan emak-emak untuk aktif baik di dalam KEB ataupun komunitas lain. KEB juga dapat memberikan ruang gerak yang sebebas-bebasnya kepada anggota untuk terus berkreasi dalam dunia blogging. Karena sebagai seorang blogger, networking sangat dibutuhkan untuk menambah nilai dari personal branding dari blogger itu sendiri.

Makmin: Terima kasih atas waktunya. Atas nama KEB, makmin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan mak Shinta Ries selama ini. Semoga mak Shinta Ries tetap bersama kami seterusnya.