Jika anak sakit demam, pasti orang tua kebingungan takut kalau-kalau anaknya terserang penyakit yang berbahaya. Mamaku biasanya memintaku untuk langsung memberikan obat demam jika terasa badan anak-anak mulai terasa anget. Lebih baik diberikan obat sekarang, daripada nanti demamnya tambah tinggi, kita yang bingung sendiri, begitu kata Mama. Kalau suamiku lain lagi, kalau belum 38 derajat tidak usah diberi obat panas dulu, katanya.

Nah, saat pergi ke dokter Vendy yang praktek di klinik bersalin tempat anak bungsuku lahir, aku sempatkan bertanya seputar demam ini.

Penjelasan beliau sebagai berikut :

  1. Apakah anak saya demam?

Demam adalah kenaikan suhu tubuh di atas normal. Dimana jika dilakukan pengukuran dengan thermometer di atas suhu tubuh normal manusia 37,6 derajat C.

  1. Kenapa anak saya bisa demam?

Demam adalah tanda suatu penyakit , baik infeksi maupun non-infeksi.

  1. Apakah berbahaya?

Pada dasarnya demam memiliki keuntungan dan kerugian. Dengan demam, seseorang menaikkan suhu tubuhnya, hal ini menguntungkan dalam membunuh bibit penyakit/kuman/virus. Namun demikian demam yang tinggi merugikan pasien dalam hal rasa tidak nyaman, menurunkan nafsu makan, membuat pasien rentan kehilangan cairan tubuh, hal ini lebih nampak pada pasien anak-anak.

Tanda bahaya demam pada anak : (SEGERA BAWA MENUJU PERTOLONGAN TERDEKAT!!)

Demam disertai dengan satu atau lebih gejala:

  1. Demam lebih dari 39 derajat C.
  2. Demam bertahan beberapa hari (>3 hari)
  3. Kejang
  4. Rewel dan hilang nafsu makan
  5. Muncul bercak/bintik pada kulit
  6. Muntah dan atau mencret
  7. Nyeri telinga (anak rewel dan memegang/menarik-narik telinga)
  8. Mengi atau sesak (hati-hati dengan batuk pilek)

 

  1. Apakah anak saya boleh minum obat penurun panas ?

Anak Anda boleh minum obat penurun panas, namun jika panas tidak kunjung reda (setelah minum obat, panas dengan cepat naik kembali) dan atau terdapat tanda-tanda bahaya seperti yang dijelaskan tadi, segera hubungi dokter Anda.

  1. Apakah ada cara lain menurunkan panas?

Ada, bisa dengan MENGOMPRES menggunakan washlap/handuk, yang telah dibasahi dengan air hangat kuku ( Dilarang keras mengompres dengan air es, lebih-lebih dengan alkohol). Selain itu, memberi pasien minum air putih yang banyak dapat berfungsi seperti radiator yang membantu menurunkan suhu tubuh.

Cara mengompres yang benar:

  1. Basahi kompres/handuk/washlap dengan air bersuhu sedang ( hangat kuku, kurang lebih 30 derajat Celcius).
  2. Letakkan kompres pada dahi, belakang leher, kedua ketiak, kedua lipat paha, dan kedua lipatan belakang lutut.
  3. Lakukan selama 30 menit.
  4. Akan memberi hasil baik jika teknik ini dilakukan 30 menit setelah minum obat dari dokter.
  5. Jangan menggunakan air es atau alkohol!!

Itu sedikit penjelasan seputar demam.

Sebenernya mau nanya yang lain juga (tapi nggak jadi), tentang :

1. Kompres yang dijual di apotik2 itu.

2. Seputar pemakaian baju saat demam. Ada yang bilang pakai baju tebal supaya badan cepat berkeringat, ada yang bilang kalau demam pakai baju yang tipis saja agar panas cepat keluar. Mana yang benar??

3. Seputar obat demam yang aman buat anak-anak usia tertentu.

4. Kalau demam dan anak kejang, apa yang harus dilakukan?

5. Dann….dll..

Haduh kok banyak banget yang mau ditanyakan? *digetok pak dokter, dipelototin pasien lain yang antri kelamaan hahaha 😀

Jadiiiii intinya, jika anak kita demam, kita mesti siaga, mengenal tipe dan tanda bahayanya juga yaa. Silahkan yang mau menambahkan.

Semoga artikel ini bermanfaat.