Maks, sudah tahu dong komik Mak Irits yang heits sejagat raya itu. Tahu juga kan kalau Mak Rahmi Aziza sang penulis yang berada di balik Mak Irits itu adalah Blog of The Month bulan Juni? Nah, mari kita berkenalan lebih jauh dengan Mak Rahmi yang fenomenal itu, yes?

Mak Rahmi Aziza ini pekerjaannya memang penulis dan blogger. Jadi jangan heran kalau Mak Rahmi ini memiliki 4 blog ya, Maks hehehe. www.rahmiaziza.comwww.rahmiaziza.blogdetik.com, www.makirits.com dan  www.diarymamamie.wordpress.com. Silakan dikunjungi.

foto sendiri

Mak Rahmi, cerita lagi dong, kenapa blogmu namanya Desperate Housewife? Terinspirasi dari serial yang dibintangi Teri Hatcher itu kah?

Sebenarnya nama ini tercetus begitu saja pas lagi curhat-curhatan sama suami. Waktu saya bilang sama suami saat itu sedang desperate, suami malah nyeletuk, “Desperate housewife mau dijadiin nama blogmu?” Karena saya pikir namanya lucu juga,  yaudah fix jadi nama blog, kebetulan lagi galau juga nyari nama yang pas sih buat blog. Saya memaknainya, banyak hal di dunia ini yang seringkali bikin kita desperate, nah mendingan rasa desperate itu disalurkan ke hal yang positif yaitu menulis.

Resminya, kapan Mak Rahmi membuat blog dan aktif mengisinya? Dari sekian banyak blog yang Mak Rahmi miliki, blog mana yang paling berkesan bagi Mak Rahmi?

Kalo buat blog udah lama sekitar 2009, tapi baru mulai serius nulis tahun 2011. Blog yang paling berkesan www.rahmiaziza.blogdetik.com  Meski bukan blog pertama, bermula dari situ saya mulai semangat ngeblog.  Tapi sekarang lebih aktif nulis di blog www.rahmiaziza.com dan www.makirits.com.

Sebagai Mama dari dua orang anak yang pasti sangat sibuk, bagaimana Mak Rahmi menjaga konsistensi ngeblog?

Niat awal saya ngeblog adalah mendokumentasikan kehidupan. Jadi apa pun yang terjadi, ketika males, nggak mood, sok sibuk, saya selalu kembali ke niat itu. Kalau saya nggak ngeblog berarti ada kisah hidup saya yang terlewat untuk didokumentasikan, dan itu sayang banget.

Nah kalau soal waktu untuk ngeblog, ini banyak juga yang nanyain ke saya, kok sempat? Menurut saya sih dimana ada niat di situ pasti ada jalan. Saya biasa ngeblog dini hari saat anak dan suami tidur. Memang sih selalu ada yang dikorbankan, misal waktu kita tidur atau nonton TV jadi berkurang. Selagi masih dalam batas kewajaran ya ga masalah. Yang penting sehat dan tetep menomorsatukan ibadah dan keluarga.

foto di danau

Selama ini, adakah satu postingan yang sangat berkesan di blog? (Paling populer, paling kontroversial, misalnya)

Tulisan yang paling berkesan adalah tulisan saya di  bloggdetik yang berjudul “Emansipasi Laki-laki”. Tulisan itu terinspirasi dari status facebook seorang teman yang kurang lebih mengatakan bahwa dia tidak akan memaksa anaknya yang perempuan lebih menyukai mainan barbie daripada ferari. Membaca status itu saya lantas membatin kalo seandainya anaknya cowok terus suka boneka barbie kira-kira gimana reaksinya ya. Akhirnya saya buat blog post yang membahas tentang itu.

Itu tulisan pertama saya yang masuk headline di blogdetik dan komennya cukup banyak baik dari kalangan blogger maupun  non blogger. Dulu kan masih blogger pemula ya, belum ikut komunitas blog apa pun. Biasanya postingan sepii ga ada yang komen, begitu yang komen banyak jadi norak terus tertantang untuk bikin tulisan yang bisa masuk headline lagi hehe.

Mak Rahmi kan jadi penulis buku juga ya (selamaaaat!), ada perbedaannya nggak sih, antara menulis sebagai blogger dan menulis sebagai penulis buku?

Kalo nulis blog kan lebih banyak suka-suka kita aja, tapi kalo nulis buku ada editornya, ada deadline dll. Apalagi ketika membuat komik Mak Irits selain berhubungan dengan editor saya masih harus meng-hire ilustrator karena saya ngga bisa gambar. Agak rempong sih tapi seru, dan ketika bukunya sudah terbit, legaaa rasanya sekaligus bangga. Karena ini impian saya sejak lama.

Dari mana biasanya Mak Rahmi memperoleh ide untuk menulis? Ada tips untuk emak-emak yang sering mengeluh terjangkit semacam virus writer’s block?

Ide datang dari mana saja, tinggal kita peka atau tidak. Pas lagi nonton TV, momong bocah, nyuci, lihat kucing lewat, atau dari status facebook teman seperti yang saya ceritain di atas tadi. Kadang suka tiba-tiba aja nyeletuk ngomentarin sesuatu trus kepikiran, “Buat bahan tulisan oke juga nih.” Kalo pas writer block ya berhenti sejenak, refreshing lakukan hal-hal lain di luar nulis, mungkin nonton bioskop, rekreasi keluarga, setelah itu pasti banyak hal menarik yang kita akan merasa sayang kalo nggak ditulis.

Apa saran Mak Rahmi bagi emak-emak blogger yang juga memiliki keinginan untuk menerbitkan buku seperti Mak Rahmi

Komik Mak Irits itu awalnya saya terbitkan di blog. Baru terbit beberapa episode, tiba-tiba ada editor yang kirim email, katanya nemu Mak Irits (dulu namanya Miss Hagemaru) saat dia lagi blogwalking. Kemudian menawarkan untuk menerbitkan komik Mak Irits secara cetak.

Jadi untuk emak blogger yang ingin menerbitkan buku, menulis di blog merupakan salah satu upaya loh, supaya karya kita ditemukan oleh editor. Karena sekarang pihak penerbit juga aktif mencari penulis, ngga cuma menunggu datangnya karya yang masuk. Itulah salah satu manfaat blog, sebagai portofolio online. Selain itu, aktiflah menjalin relasi lewat socmed, misal dengan nyetatus yang berkaitan tentang dunia penulisan, share tulisan blog di socmed, blogwalking, karena bisa saja dari situ kita mendapat peluang untuk menerbitkan buku.

Seberapa penting social media bagi Mak Rahmi?

Penting, buat having fun, personal branding, jualan karya. Socmed kan jangkauannya luas. Lagipula waktu kita terbatas untuk berinteraksi langsung dengan banyak orang (terutama bagi emak-emak), maka socmed lah solusinya.

Apa pencapaian tertinggi yang pernah diraih Mak Rahmi sebagai seorang blogger?

Duh apa ya? Bingung jawabnya hehe, yang jelas banyak yang saya dapat dari blogging. Perasaan gembira, teman, ilmu baru, daaan materi juga hehehe.

Mak Rahmi tergabung di KEB sejak kapan? Apa peran komunitas dalam dunia blogging menurut Mak Rahmi?

Kalo ngga salah sejak pertengahan 2012. Dengan komunitas saya bisa menemukan teman-teman sevisi dan sehobby. Jadi ngobrolnya nyambung, banyak dapet info, ilmu baru, kawan baru, bahkan peluang bisnis.

Ada saran atau kritik membangun untuk KEB nggak, Mak? 🙂

Hmmm apa ya..  Program-programnya KEB udah oke banget sih, cuma ya itu pengennya KEB bikin lebih banyak event aja di daerah (Semarang tepatnya hahaha).

Wah asyik ya ngobrol sama Mak Rahmi, dan MakMin kok jadi malah kepengen ngebolang ke Semarang #eeaaa *abaikan*. Sila sapa Mak Rahmi di www.facebook.com/rahmi.aziza, @rahmiaziza (twitter) atau @rahmi.aziza (IG) untuk berkenalan lebih lanjut yaa.

Sekali lagi selamat untuk Mak Rahmi Aziza, tetap irit yaa. Ralat, tetap berkarya dan menginspirasi ya, Mak ;).