Di era digital seperti sekarang, sepertinya kebiasaan membaca mulai hilang. Semua tergantikan dengan sebuah benda yang populer dengan sebutan gadget. Ada yang berupa tablet – seperti telepon dengan layar datar sebesar buku tulis, laptop hingga  smartphone.

Padahal, dari dulu kita mengenal istilah : Buku adalah jendela dunia. Jangan salah! Walaupun membaca buku terlihat seperti sebuah kegiatan yang kuno dan membosankan, tapi membaca akan mendatangkan beragam manfaat. Tidak saja membuat Anda terlihat lebih cerdas, tapi juga membuat anda menjadi orang yang menyenangkan dan lebih bahagia. Kok bisa? Yuk kita telusuri …

Pernahkah Anda mengobrol dan kemudian pembicaraan terhenti karena salah satu tidak mengerti isi pembicaraan?

Yup. Walau pada mulanya membaca sepertinya sulit, entah karena kesibukan atau rutinitas, tapi jika Anda sudah larut dalam buku yang Anda baca, Anda akan fokus. Biasanya konsentrasi masih terpecah di awal bacaan. Teruskan saja, nanti Anda akan terbiasa. Banyak membaca buku yang beragam membuat kita kaya, sehingga kita mudah mengerti isi pembicaraan. Anda juga jadi punya beragam topik menarik, bukan?

Bandingkan dengan membaca timeline twitter, news feed facebook, dan komentar-komentar pada status Anda. Walaupun menyenangkan, tapi konsentrasi Anda tak terjaga. Anda juga mudah teralihkan, istilahnya ‘out of topic’

Oya, seringkali dengan tak mengerti isi pembicaraan, kita mudah tersinggung karena tak sepaham.

Apakah Anda mudah berempati ?

Tak jarang kita membaca selintas di media ada tawuran pelajar, atau anggota dewan yang terhormat membanting meja … ada apa dengan semua itu?

David Foster Wallace, pada pidato pembukaan di Kenyon College menyatakan membaca buku dapat membuat seseorang menjadi lebih ramah dan memiliki rasa empati yang lebih.

Kenapa? Karena ketika membaca, Anda membayangkan diri Anda dalam kehidupan tokoh yang ada dalam bacaan. Istilah kerennya ‘stay in other’s shoe’.

Dalam cerita yang berbeda, kita bisa mengenal beragam tokoh dan karakter. Dengan mendalami karakter plus mengenali konflik mereka, kita bisa menjadi empati. Nah, dengan menjadi orang yang berempati, Anda jadi lebih dicintai orang di sekitar!.

Bagaimana dengan kemampuan berbicara dan berhitung?

Selain meningkatkan pengetahuan, secara tidak langsung dengan banyak membaca, kita mudah mengenali penulisan dan tata bahasa yang benar. Itu semua karena terbiasa. Kesalahan penulisan seringkali terjadi bukan karena kesalahan ketik semata, tapi bisa jadi karena tidak tahu penulisan yang benar. Di samping itu, saat kita merasa mengetahui topik dengan baik, kita bisa tampil menjadi pembicara yang baik dan menyenangkan.

Sebuah  kelompok studi di Inggris menemukan anak-anak yang senang membaca secara umum memiliki nilai akademis yang lebih tinggi.  Walaupun tak semua, pada mata pelajaran matematika mereka juga lebih unggul. Studi ini juga membuktikan, memiliki orangtua yang pintar saja tak cukup jika si anak tak rajin membaca.

Semua orang pasti pernah jenuh. Bersyukurlah jika Anda memiliki hobi yang menyita pikiran. Namun jika tidak, membaca bisa menjadi pelarian.

Memasuki sebuah dimensi lain karena berada di negeri peri, misalnya, bisa membantu otak melepaskan ketegangan. Itu sebabnya, buku dongeng dan legenda dunia sangat laris dan masih ditulis ulang (rewrite) dan bahkan dikemas dalam cerita baru.

Dampak dari otak yang tercerahkan sesaat? Tentu saja rileks. Hormon endorphin dilepaskan oleh tubuh dan membuat sel-sel tubuh awet muda. Tak tanggung-tanggung, 6 menit membaca dapat mengurangi stress hingga 68%!

Sebuah publikasi akademis di bidang Neurologi menyatakan, aktifitas membaca juga dapat mengurangi penurunan kemampuan kognisi seseorang yang diakibatkan oleh usia. Jika Anda tahu Alzheimer, sebuah nama penyakit degenerative sel otak, dapat dicegah dengan banyak membaca buku bacaan yang ‘ringan’ dalam arti tak banyak istilah asing yang menguras kemampuan otak berpikir.

Tahukah Anda jika membaca meningkatkan kesejahteraan hidup?

Sudah teruji jika bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi. Tingkat melek huruf yang besar membuat orang ingin melakukan sesuatu yang kreatif dan bahkan menurunkan tingkat kejahatan dunia.

Jadi, sudahkah Anda membaca pagi ini?

 *

Sumber : dari berbagai sumber

Tanti N. Amelia | www.tantiamelia.com