Wah! Udah lama banget ya, saya nggak ngisi di web ketjeh badai ulala ini. Kangen! *pelukin web* Sekarang mau sharing dikit ah. Boleh ya, Maks 😀

Maks, suka terserang sakit kepala atau pusing? Hmm, hati-hati ya. Pusing atau sakit kepala muncul biasanya karena mau flu atau gejala alergi. Tapi nggak hanya itu lho. Selain karena stres, ternyata pusing dan sakit kepala muncul juga karena kebiasaan kita sehari-hari.

Apa saja, hayo?

  1. “Lupa” makan

Lupa makan beneran atau pura-pura lupa makan? Diet? Sampai-sampai mengurangi jam makan?

Tahu nggak sih, Maks, perut yang kelaparan dapat memicu serangan pusing atau sakit kepala? Diet sih boleh, Maks, tapi dietlah yang sehat. Coba deh, cari ahli gizi terpercaya agar dietnya bisa diatur. Dietlah karena alasan kesehatan, bukan semata melangsingkan tubuh. Dietlah agar tubuh lebih bugar. Menjadi langsing? Anggaplah itu bonus.

Kebanyakan perempuan juga menunda waktu makan dengan ngemil cokelat, kue atau permen. Tahu nggak sih, cara ini malah mengakibatkan gula darah meningkat tajam dan lalu menurun dengan drastis. Akibatnya? Tambah laper, cyin …

Mendingan ganti camilan dengan snack rendah kalori, seperti buah atau sayur. Kacang-kacangan juga bagus lho buat camilan sehat. Dan yang penting, jagalah perut selalu terisi, jangan sampai kosong berlama-lama. Ok?

  1. Terlalu banyak kopi

Dalam takaran yang sewajarnya, kafein memang berefek positif karena dapat membuat pikiran kembali fokus dan tubuh kembali segar. Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Vermont College of Medicine, jika banyak cangkir kopi yang dikonsumsi, dan kemudian merasa tak bisa hidup tanpa kopi, efek sebaliknyalah yang dihasilkan. Banyak keluhan timbul; nyeri lambung, kehilangan konsentrasi, lelah, dan sakit kepala. Kondisi sakit kepala karena terlalu banyak mengonsumsi kopi ini disebut sebagai caffeine withdrawal headache.

  1. Kuncir kuda/bando

Saya pernah lho, Maks, seharian kepala sakit nggak sembuh juga. Biasanya kalau pusing-pusing itu tanda capek. Ini udah dibawa rebahan masih pusing juga. Sebisa mungkin sebenarnya saya nggak mau telan obat. Udah saya minumin teh hangat juga nggak manjur. Aduh,kenapa ya? Sampai-sampai lebay, saya kira saya kena vertigo atau apalah apalah. *Iyaaaa, lebay banget. Saya tahu.*

Tapi kemudian, nggak sengaja saya lepas kuncir kuda rambut saja karena mau nyisir rambut. Tahu-tahu aja gitu, sakit kepala sembuh. Lhaaaa, jadi selama ini?

Ternyata, Maks, menurut penelitian dari The City of London Migraine Clinic, kebiasaan mengikat rambut bisa jadi pemicu sakit di kepala juga, karena membuat area di kulit kepala tertarik hingga menyebabkan ketegangan syaraf. Nah loh, jadi kalau nguncir nggak usah kenceng-kenceng kali ya. Ini berlaku juga kalau Emaks mau pake bando. Pilihlah yang nyaman ya, Maks.

  1. Keju

Hah? Keju? Iya, keju.

Menurut ahli dari The Cleveland Clinic, Florida, keju memiliki kandungan tyramine yang tinggi. Apa sih tyramine? Adalah asam amino yang secara alami ada dalam jenis makanan yang dibiarkan lama. Semakin lama umur makanan, semakin banyak tyramine yang dihasilkan.

Nggak hanya terdapat pada keju juga sih. Tyramine ini juga ada di cokelat, daging, acar, tahu, pisang dan lain-lain. Nah, jadi hati-hati ya Maks, kalau ternyata Emaks ada alergi dengan tyramine. Jangan mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Ih, padahal enak ya 😛

  1. Salah postur

Ini nih, barangkali yang sering menjadi penyebab sakit kepala pada blogger, kayak kita. Tsah (((kayak kita))). Misalnya, karena terlalu lama di depan layar laptop/PC.  Level cahaya dan brightness di laptop/PC itu juga bisa membuat tegang di susunan saraf area kepala lho. Jadi sesuaikan brightness laptop masing-masing ya Maks. Jangan terlalu terang banget, tapi kalau terlalu gelap juga jangan. Ntar nggak keliatan lagi 😀 hihihi …

Letakkan monitor pas di tengah posisi tubuh. Jangan miring-miring, jarak antara monitor dan mata kira-kira sepanjang satu lengan. Usahakan bagian atas monitor sejajar dengan posisi mata, jadi kita nggak mendongak atau menunduk. Ambil jeda setiap 10 menit sekali untuk melihat ke arah lain, agar mata rileks kembali.

 

Nah, itu dia 5 hal yang kadang kita sepelekan tapi ternyata bisa menjadi pemicu sakit kepala. Mendingan kan kita ketahui dan lalu kita kurangi kebiasaan-kebiasaan tersebut, daripada sedikit-sedikit tenggak obat. Bener kan, Maks?

Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya ya :-* [RedCarra]