Sebagai manusia, kita pasti akan memasuki masa tua. Masa yang tidak bisa dihindari oleh siapapun, ketika akhirnya kita melepaskan segala aktivitas yang kita lakukan sejak muda. Ya, masa tersebut adalah masa pensiun, masa yang bagi sebagian orang menjadi masa yang menakutkan. Mengapa demikian? Karena di masa tersebutlah, banyak dari kita baru menyadari bahwa untuk tetap dalam kondisi aman, khususnya secara finansial, harus disiapkan sejak dini.

Beruntung kami, sekitar 20 orang lebih Emak Blogger diundang oleh Danareksa untuk menghadiri sebuah workshop dengan tema “Investasiku, Masa Depanku,”pada tanggal 23 Januari 2016 di Senayan National Golf Club. Meski gerimis sempat mengguyur Jakarta saat itu, namun kami tidak putus asa dan tetap melangkahkan kaki menuju lokasi acara agar kami bisa mendapatkan ilmu baru mengenai investasi.

Tepat jam 08.00 acara dimulai. Yang berbeda dari kebanyakan gathering yang kami hadiri, acara kali ini dimulai dengan sesi olahraga yoga. Bisa dibayangkan, dong,  sebagian Emak Blogger yang memang belum intens berolahraga yoga ini, ditantang untuk melakukan yoga selama 1 jam ke depan. Hasilnya? Luarbiasa! KEB tetap semangat mengikuti sesi yoga sampai akhir.

Selesai melakukan olahraga yoga, dan setelah selesai membersihkan diri, kami pun berpindah tempat menuju ruangan yang lebih nyaman, yaitu di area resto Senayan National Golf Club. Dalam acara ini, hadir juga jurnalis dan media, serta kawan-kawan dari komunitas lain.

Kegiatan

Bicara soal Investasi, bentuk apa saja sih, yang bisa diinvestasikan? Jawaban umumnya bisa bermacam-macam. Ada yang menjawab dalam bentuk emas, property, tanah, dan lainnya. Lalu, apakah saat ini kita sudah cukup berinvestasi untuk masa pensiun nanti?

Menurut survey yang dilakukan oleh Danareksa Investment Management (DIM), bekerjasama dengan Danareksa Research Institute (DRI), “Berdasarkan hasil survei yang ada, kami melihat, sudah waktunya kita harus mulai merencanakan persiapan dana pensiun dengan matang. Hanya mengandalkan fasilitas pensiun dari kantor tidak akan cukup untuk membiayai kebutuhan hidup kita di masa tua,” tutur Prihatmo Hari Mulyanto, Direktur Utama DIM.

Nah, jadi jelas sekali ya, bahwa untuk masa pensiun nanti, kita harus mempersiapkan investasi secara mandiri.

Adalah DIM, yang hadir menawarkan solusi dengan meluncurkan program Investasiku Masa Depanku (IMD). Program ini bertujuan untuk mempersiapkan pensiun dengan kemapanan finansial yang dikelola oleh Manajer Investasi Reksa Dana pertama di Indonesia. Untuk mengikuti program IMD ini sangat mudah. Pertama-tama kita (investor) dapat melakukan registrasi online di website http://reksadana.danareksaonline.com. Setelah itu, investor sudah mulai bisa berinvestasi dimulai dari Rp 200,000, dana yang sangat terjangkau untuk persiapan dana pensiun. Untuk program ini DIM juga bekerjasama dengan Bank Central Asia (BCA) untuk transaksi autocollection, sehingga proses transfer bulanan dapat dilakukan secara otomatis. Well, solusi investasi ya mudah, ya.

PicsArt_01-28-11.43.10

 

Dalam sesi ini, hadir juga Prita Ghozie, Finacial & Business Planer (CFP), yang mengakui bahwa dirinya sudah mengenal investasi sejak usianya masih 16 tahun. Prita mengungkapkan, bahwa sebagai perempuan kita harus bisa berinvestasi dan menyisihkan dana sebesar 20% di luar pendapatan dari suami. Artinya, mau bekerja atau tidak, sebaiknya perempuan tetap melakukan investasi secara madiri. Prita juga mengingatkan, agar ketika menentukan investasi, carilah sebuah badan investasi yang memiliki lisensi yang jelas.

Sementara Farhan, Sang penyiar kondang di Indonesia, juga megungkapkan pengalamannya dalam berinvestasi. Sebagai seorang public figure, Farhan tetap  berupaya agar bisa menikmati masa pensiun dengan nyaman. Untuk itu, selama berkarir, Farhan tidak lupa untuk menginvestasikan penghasilannya. Dan menurut Farhan, investasi yang paling “manageable” adalah investasi melalui reksadana.

PicsArt_01-28-11.44.42

 

Hmm, luarbiasa banget deh workshop yang diadakan oleh Reksadana ini. Enggak hanya fun, tapi kami juga dapat ilmu dan manfaat yang lebih. Rasanya, gedabrukan di Sabtu pagi plus hujan dan rela berangkat pagi sekalipun, tergantikan dengan manfaat yang didapat. Semoga saja KEB khususnya bisa mulai berinvestasi secara cerdas. Meski masih bingung-bingung karena belum semua berinvestasi, tapi dengan  Reksadana, bisa jadi solusi investasi masa depan.