Duh, waktu hamil itu emang harus hati-hati banget yaa. Kita sebagai individu yang sudah dipercaya untuk menjaga janin sampai ia lahir nanti itu harus deh memikirkan serba yang terbaik buat janin yang kita kandung tersebut. Tapi, terkadang saat terlalu hati-hati, kita malah “jatuh” pada jebakan-jebakan mitos yang ada. Dan dari mitos-mitos tersebut cuma beberapa persennya kan yaa yang bener. Nih deh saya list 10 mitos yang umum ada di sekitar kita. Bener gak sih sebetulnya mitos tersebut?

1.   Minyak Kelapa dapat mencegah strecthmark

Walau saya juga sempet percaya sih ya, soalnya minyak kan bisa terus melembabkan kulit gitu ya saya mikirnya. Tapi ternyata mitos ini salah lho. Nyatanya, minyak kelapa malah membuat kulit wanita lebih sensitif, dan mungkin untuk beberapa wanita minyak kelapa menyebabkan alergi. Duh, mau kulit jadi tetap bagus malah alergi kan jadi masalah lagi, huhu.

Saya ngikutin saran Icha untuk pakai baby oil atau minyak sejenisnya. Pokoknya ya yang gak bikin alergi deh. Soalnya lumayan mengurangi gatal. Stretchmark itu kan bisa muncul karena kulitnya kita garuk saat meregang gitu kan soalnya. Nah, saat meregang itu emang sangat-sangat gatal dan selalu menggoda kita untuk menggaruk bagian yang gatal itu. Makanya penggunaan minyak tujuannya ya buat mengurangi rasa gatal tersebut. 🙂

2.   Tidak boleh naik pesawat di awal kehamilan (trimester pertama)

Sebetulnya larangan ini karena takut terjadi apa-apa ya saat hamil. Tapi kita boleh kok naik pesawat kapan pun kita mau sebagai ibu hamil. Hanya saja ada beberapa maskapai penerbangan yang mempunyai kebijakan sendiri. Mereka meminta surat keterangan dari dokter kalau ibu hamil bisa dan gak ada masalah untuk naik pesawat. Malah di trimester ketiga, ada beberapa maskapai yang melarang ibu hamil untuk naik pesawat. Tapi hal itu lebih dikarenakan untuk mengantisipasi lahiran di pesawat nantinya. Kan repot yaa kalau sampai lahiran di pesawat, peralatannya gak lengkap dan belum tentu ada tenaga medis juga yang membantu.

3.   Tidak boleh memegang kucing saat hamil

Karena apa? Takut virus tokso? Hihi, saya juga loh sebetulnya. Saya pernah terjangkit virus toksoplasma ini, tapi saat merencanakan kehamilanya virus itu sudah hilang sih. Nah, tapi sebetulnya virus toksoplasma itu bukan dari kucingnya ya, melainkan dari kotoran mereka. Jadi yang gak boleh ya membersihkan tempat tinggal kucing tersebut, mencuci atau mengganti boxnya. Anyway, ngapain juga sih lagi hamil pake ngebersihin kandang kucing segala? Hihihi

4.   Tidak boleh makan sushi

Eits, gak kok. Sushi itu aman-aman saja loh sebetulnya. Tapi memang ada beberapa ikan sih yang gak boleh dikonsumsi, seperti ikan hiu, sarden, ikan pedang (swordfish) dan tilefish. Ples, hindari juga makan terlalu banyak ikan tuna ya. Kalau kita khawatir akan kecukupan nutrisi untuk kita dan bayi, kita bisa kok mengkonsumsi multivitamin setiap hari. Soalnya multivitamin tersebut juga bisa membantu melengkapi kebutuhan nutrisi kita setiap hari. Seperti Elevit Pronatal yang mengandung 12 vitamin dan 7 mineral.

5.   Mewarnai rambut pada saat hamil dapat mencelakai sang bayi

Hmm… Memang sih ya banyak yang bilang kita gak boleh terlalu banyak terpapar bahan kimia. Skin care aja ada yang dilarang kok karena takutnya bahan kimia yang keras masuk ke pori-pori kulit kita dan bisa terserap oleh janin.

Tapiii, pada proses pewarnaan rambut, pengkritingan, atau pencatokan, bahan kimia yang diserap oleh kulit kepala itu sedikiiiit sekali kok. Makanya kemungkinan untuk sampai ke janin juga jadi lebih sedikit. Jadi, boleh-boleh aja tuh mewarnai atau mengkriting atau mencatok rambut selama hamil. No worries ya buibuu.  😉

Baca: http://americanpregnancy.org/is-it-safe/hair-treatments-during-pregnancy/

Psstt, soalnya saya pun melakukan smoothing rambut saya saat hamil kedua ini loh, hihihi. Biar pak suami makin seneng. Badan yang menjadi gemuk jadi terobati oleh penampilan rambut yang berbeda deh, hihihi.

6.   Tidak boleh menyentuh jempol kaki saat hamil

Wuih, kalau ini mungkin karena susah yaa, haha. Apalagi kalau hamilnya sudah besar kayak saya sekarang. Tapi sebetulnya boleh-boleh aja kok, kecuali ya itu tadi, ada alasan medis yang membuat kita gak boleh menyentuh jempol kaki. Ya saya bukannya gak boleh kalau sekarang mah, tapi gak bisaaaa, suakitt euy karena perutnya tertahan saat menyentuh jempol kaki. Jadilah sekarang kalau potong kuku kaki juga harus dibantu oleh suami, hyaa..

7.   Tidak boleh mandi air panas

Nah, kalau yang ini bener. Kita sebaiknya menghindari sauna, jacuzzi, atau sejenisnya yang menyebabkan temperatur tubuh Moms meningkat sampai 38/ 39 derajat Celcius. Karena suhu panas begitu bisa memengaruhi janin yang meringkuk dalam tubuh. Malah bisa meningkatkan detak jantung ibu hamil dan mengurangi aliran darah dalam tubuh, sehingga ibu bisa stress. Pun kalau mau mandi air hangat, usahakan suhunya mendekati suhu tubuh kita ya. Jangan mandi terlalu dingin atau terlalu panas.

Baca: http://female.kompas.com/read/2014/07/20/170000720/Aturan.Mandi.Air.Hangat.untuk.Ibu.Hamil.

Saya soalnya juga sekarang ini gak bisa mandi air dingin, karena terlalu dingin dan malah membuat perut jadi sakit. Akhirnya ya selalu mandi air hangat, tapi ya gitu, cuma hangat-hangat kuku, yang suhunya bener-bener mendekati suhu tubuh deh. Jadi, tubuh kita juga gak kaget dengan perbedaan suhunya. 🙂

8.   Tidak boleh minum kopi sama sekali selama hamil

Buu.. Yang ini salah banget, huhu. Boleh mah boleh aja, asal ya jangan berlebihan lah yaa. Segala sesuatu yang berlebihan memang gak baik kaaan? Jadi, kalau sesekali mah boleh aja, gak akan berakibat apa pun kok ke bayi 😉

9.   Jalan setiap hari bisa mempercepat kelahiran

Sebetulnya sih gak ada ya yang bisa mempercepat kelahiran ya. Hanya saja banyak bergerak bisa meringankan sakit di perut saat perut sudah membesar. Hal ini karena saat kita bergerak, bayi pun jadi lebih bebas bergerak.

10. Semakin besar bayi, semakin bagus

Enggaaak… Berat bayi normal saat lahir itu antara 2.5-3.5/4 kg. Bayi yang memiliki berat lebih dari itu punya resiko obesitas loh nantinya. Makanya, gak bener sih kalau ada yang bilang semakin besar atau semakin berat bayi semakin bagus.

Mungkin, saat mendekati umur kelahiran normal, kalau bayi dalam kandungan belum memenuhi berat bayi normal tersebut, ya baru deh si ibu harus melakukan usaha agar berat bayi jadi lebih besar lagi. Jadi, usaha memberatkan atau membesarkan bayi ya karena agar beratnya nanti cukup saat dilahirkan yaa, gak terlalu kecil. 🙂

—-

Fyuh, sebetulnya mah masih banyak lagi yaa mitos-mitos yang beredar, tapi segitu dulu aja deh ya. Udah pegel juga nih punggung karena kebanyakan duduk, butuh bergerak, hihihi 😉

 

Referensi:

True or False? 20 Common Myths About Pregnancy. http://healthland.time.com/2011/05/05/true-or-false-20-common-myths-about-pregnancy/