Sebagai ibu bekerja dan masih dalam masa menyusui, memiliki pompa ASI (breast pump) adalah suatu keharusan. Apalagi jika berkomitmen untuk memberi ASI Exclusive. Walaupun bisa juga memerah ASI dengan tangan tanpa alat bantu, tetapi setelah mencoba memerah dengan pompa ASI, rasanya lebih menyenangkan. ASI yang keluar lebih banyak dan lebih hemat waktu. Dan akan lebih menyenangkan lagi kalau pompa yang dipakai adalah pompa yang nyaman, seperti yang akan saya review kali ini.

Pompa yang akan saya bahas adalah Philips Avent Natural Breast Pump Manual.

Saya sudah menggunakannya selama satu minggu. Dan kali ini saya ingin coba share pengalaman menyenangkan saat pumping dengan Philips Avent Natural Breast Pump Manual.

  1. Disain ergonomis, sehingga saat pumping saya tidak perlu menunduk untuk memastikan ASI masuk ke botol. Saya bisa duduk dengan rileks, bahkan dengan posisi bersandar seperti setengah berbaring. ASI yang terpompa tetap masuk ke dalam botol penampung tanpa tumpah-tumpah. Dengan begitu, saya tidak perlu juga merasakan pegal di punggung seperti jika duduk membungkuk terlalu lama saat pumping ASI dengan tangan kosong.
  2. Mudah dipegang dan tuasnya tidak keras, sehingga tangan tidak cepat pegal saat pumping. Dan bahkan saya bisa memompa ASI hanya dengan satu tangan.
  3. Asi yang keluar lebih banyak, karena corongnya lebar sehingga dapat mengcover seluruh bagian areola, juga bagian payudara dimana terdapat gudang susu untuk diperah. Selain itu, terdapat bantalan silicone yang cukup tebal dan lembut. Saat pumping, bantalan silicone tersebut akan bergerak seperti memijat payudara, dan rasanya seperti hisapan bayi, sehingga ASI yang keluar lebih banyak tanpa rasa sakit.

Mungkin itu sebabnya pompa ini diberi nama Natural Breast Pump Manual. Soalnya proses keluarnya ASI saat pumping memang sangat natural.
Oya, selain 3 poin pengalaman pumping yang menyenangkan di atas tadi, masih ada kelebihan lain yang saya suka dari pompa asi ini, yaitu sbb :

  • BPA Free dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya lainnya, sehingga aman digunakan.
  • Bentuk botolnya bantet, dan leher corong tidak terlalu panjang. Jadi pas dengan ukuran cooler bag pada umumnya dan mudah dibawa.
  • Di setiap bagian, baik pompa maupun botol, hampir tidak ada lekukan yang sulit dijangkau, sehingga sangat mudah dibersihkan tanpa takut masih ada kotoran yang terselip.
  • Pompa manual tidak bergantung dengan listrik, jadi bisa pumping dimana saja. Dan lagi, tidak berisik saat digunakan.
  • Mulut botol penampung ASI bentuknya wide neck, compatibel dengan dot natural Philips AVENT, dan beberapa perlengkapan minum bayi lain seperti cup training dan spout.

Drama-drama sebelum memakai Philips Avent Natural Breast Pump Manual

By the way, sekarang ini saya sedang dalam masa cuti melahirkan anak ke-4. Sekitar 2 bulan lagi saya sudah harus masuk kerja. Sementara sejak setelah melahirkan sebulan yang lalu, saya belum mulai menabung ASI. Pernah sih mencoba memerah ASI dengan tangan, namun kemudian saya merasa putus asa karena hasilnya sedikit. Paling banter cuma dapat 60ml. Itu juga kalau bayinya sudah kelamaan tidur.

Kalau membandingkan dengan saat menyusui 3 anak sebelumnya, produksi ASI sekarang sepertinya lebih sedikit. Dulu, sekali pumping paling sedikit bisa dapat 150ml. Banyak yang bilang kalau anak perempuan memang produksi ASI tidak sebanyak kalau anak laki-laki. Apa itu benar? Memang sih, anak pertama sampai ketiga semua laki-laki, dan baru anak keempat ini yang perempuan. Jadinya saya ikut terpengaruh apa kata orang.

Sampai kemudian saya teringat tentang tip sukses menyusui. Berikut ini tip yang saya dapat dari beberapa seminar laktasi yang pernah saya ikuti.

  • Positive thinking dan yakin bahwa ASI pasti cukup untuk kebutuhan bayi. Bahwa jumlah yang diproduksi tergantung pada seberapa banyak ASI dibutuhkan.
  • Konsisten memompa ASI saat jauh dengan bayi, sebaiknya setiap 2 jam sekali, karena semakin sering payudara dikosongkan maka tubuh juga akan semakin banyak memproduksi ASI.
  • Lakukan pijat laktasi untuk membantu kelancaran produksi ASI. Tidak perlu pusing soal biaya untuk pijat di klinik laktasi, kan ada banyak tutorial pijat laktasi di YouTube dan bisa dilakukan sendiri di rumah.
  • Jangan lupa berbahagia, bersyukur, dan menyadari bahwa menjadi ibu adalah sesuatu yang istimewa, bahwa masa hamil, melahirkan dan menyusui merupakan hal terindah dalam hidup.
  • Last but not least, berdoa setiap sebelum pumping.

Setelah berhasil mengatasi stres dan kekhawatiran soal ASI, saya pun mengeluarkan pompa ASI yang sudah lumayan lama saya simpan, yaitu Philips Avent Single Electric Breast Pump. Pompa tersebut sudah saya pakai selama 2 tahun di masa menyusui anak ketiga. Nyaman sih. Tapi entah kenapa saya masih saja ngidam punya Philips Avent yang manual yang lebih praktis untuk dibawa-bawa.


Jadi inginnya saya, pompa elektrik khusus untuk di kantor, tidak usah dibawa bolak-balik ke rumah. Sementara yang manual untuk pumping di rumah atau jika saya harus pergi ke tempat lain tanpa bayi.

Nah, kebetulan di JD.id sedang ada promo. Setiap pembelian breast pump Philips Avent bisa mendapatkan kartu milestone (include dalam packaging). Mau dapat milestone card juga? Klik link ini: http://smarturl.it/philips_avent

 

Milestone Baby Competition

Ada 12 kartu milestone yang menjadi bonus kalau beli Philips Avent breast pump selama masa promo. Kartu-kartu tersebut mengabadikan catatan tumbuh kembang anak dan ada kolom tanggal yang bisa kita isi. Misal, kartu Senyum Pertamaku. Nah, kapan pertama kali kita lihat senyum si bayi, kita bisa catat deh tanggalnya. Atau kartu Aku dan Bapak, kita bisa catat tanggal kapan foto si bayi dan bapak dibuat.

Selain itu, dengan milestone card tersebut kita juga bisa ikutan lomba Milestone Baby Competition. Hadiahnya kece-kece. Hadiah yang paling aku ingin adalah combine steamer & blender untuk membuat MPASI. Pasti berguna banget kalau nanti bayiku mulai makan MPASI. Oya, kalau mau ikutan lombanya juga, bisa cek info lengkapnya di Facebook Page Philips.AVENT.Indonesia  atau klik link http://to.philips/618582MUz untuk info lebih lengkapnya.