Hola Maks, ada yang punya anak perempuan berusia 10 tahun ke atas? Sudah tahukah, kalau bulan Agustus sampai November 2019 ini, merupakan bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), dan salah satu yang diberikan adalah Imunisasi HPV untuk siswa perempuan kelas V dan 6 Sekolah Dasar (SD).

Dengan melakukan imunisasi HPV, berarti Emaks sudah mengantisipasi sedini mungkin, mencegah terjadinya kanker serviks, yang sering menimpa kaum perempuan.

By the way, Emaks sudah paham belum tentang kanker serviks?

Tahukah apa dan bagaimana imunisasi HPV itu?

Dua Dosis Imunisasi HPV untuk Melindungi Perempuan

Di sekolah anak saya yang bungsu, diadakan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Dari jauh hari, pihak sekolah sudah memberitahukan lewat Group WhatsApp dan lembar pengumuman yang dibagikan ke para siswa untuk diserahkan dan dibaca orang tua.

Dalam lembar pengumuman tersebut dijelaskan sekolah akan memberikan Imunisasi kepada siswa siswi SD. Ada beberapa imunisasi seperti MR, DT, BCG, Tetanus dan imunisasi Human Papiloma Virus (HPV), khusus untuk siswa perempuan kelas V SD.

Selain lembar pengumuman, orang tua juga mendapatkan leaflet tentang Imunisasi HPV, yang menjelaskan secara detail apa itu kanker serviks, imunisasi HPV dan siapa saja yang mesti mendapatkan imuniasi tersebut.

Disebutkan dalam rangka BIAS itu, yang perlu mendapatkan Imunisasi HPV adalah:

  • Anak perempuan (siswi) kelas 5 dan 6 SD/MI dan yang sederajat baik negeri maupun swasta.
  • Anak perempuan usia sekolah kelas 5 – 6 SD yang tidak terdaftar di sekolah formal (Homeschooling, kejar paket) maupun yang putus sekolah tetap menjadi sasaran BIAS.

Gimana Maks sudah daftarkan anaknya yang kelas 5 atau 6 SD untuk ikutan program BIAS?

Imunisasi HPV: Dua Dosis untuk Melindungi Anak Perempuan Kita

 

Gratis lho ini, dan pastinya karena program pemerintah, vaksinnya terjamin. Lagi pula, sebagai orang tua harus sedini mungkin mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau menghindari anak perempuan kita terserang kanker serviks.

Bila anak perempuan Emak tidak bisa mengikuti program BIAS ini, tidak menerima imunisasi HPV karena sakit atau tidak masuk sekolah pada hari pelaksanaan BIAS, maka dapat meminta imunisasi HPV di Puskesmas terdekat pada waktu yang ditentukan dengan membawa surat pengantar dari guru atau sekolah.

Apa Sih Kanker Serviks itu?

  • Dari 10.000 wanita di Indonesia, 2 orang di antaranya akan menderita kanker serviks —— data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013.
  • Setiap harinya, ada 26 wanita yang meninggal karena kanker serviks (GLOBPCAN Data 2012/WHO/ICO – Information Centre on HPV and Cervival Cancer). Human Papillomavirus and Related Cancers in Indonesia. Summary Report 2014-08-22.

Kanker serviks menyerang bagian terendah leher rahim (serviks) yang menonjol ke puncak vagina.

Berdasarkan penelitian, hampir 100 persen kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18, yang biasa terjadi pada perempuan usia reproduksi.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus HPV:

  1. Menikah dini atau memulai aktivitas seksual pada usia terlalu dini (kurang dari 20 tahun)
  2. Berganti-ganti pasangan seksual atau berhubungan seks dengan laki-laki yang sering berganti pasangan.
  3. Riwayat infeksi di daerah kelamin atau radang panggul.
  4. Perempuan yang melahirkan banyak anak.
  5. Perempuan perokok mempunyai risiko 2,5 (dua setengah) kali lebih besar untuk menderita kanker serviks dibanding dengan yang tidak merokok.
  6. Perempuan yang menjadi perokok pasif (yang terpapar asap rokok karena tinggal bersama anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok) akan meningkat risiko 1,4 kali dibanding perempuan yang hidup secara umum tanpa asap rokok di tempat tinggalnya.

Penularan virus HPV yang menyebabkan kanker serviks, menular dari orang ke orang melalui vagina, dubur (anus), mulut, hubungan seksual dan sentuhan melalui kulit lainnya.

Apakah penyakit Kanker Serviks dapat dicegah?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan upaya pencegahan primer kanker serviks yang disebabkan karena infeksi HPV dengan pemberian Imunisasi HPV.

Imunisasi HPV adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit kanker serviks yang disebabkan oleh Infeksi HPV.

Pencegahan kanker serviks karena HPV tipe 16 dan 18 melalui imunisasi, keberhasilannya dapat mencapai 100% jika diberikan sebanyak dua dosis pada saat anak berusia 9 – 13 tahun, dibandingkan diberikan ketika sudah menjadi perempuan dewasa.

Vaksin HPV dilakukan sebanyak 2 – 3 kali. Dua kali untuk anak berusia 9 – 13 tahun. Rentang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 6 – 12 bulan.

Sedangkan untuk anak remaja dan perempuan dewasa (usia 15 – 26 tahun) imunisasi HPV dilakukan sebanyak 3 kali, dengan rentang waktu suntikan pertama dan kedua adalah 1 – 2 bulan. Rentang waktu kedua dan ketiga adalah 6 bulan.

Imunisasi HPV: Dua Dosis untuk Melindungi Anak Perempuan Kita

 

Kanker serviks adalah salah satu dari sakit kanker yang mengkhawatirkan karena penderitanya sedikit yang sembuh atau berusia panjang. Kanker adalah penyakit kedua terbanyak yang mematikan di seluruh penjuru dunia. Faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker berbeda-beda, tergantung pada jenis kankernya.  Begitu pun dengan gejala yang timbul, bervariasi tergantung jenis kanker dan organ tubuh yang terserang.

Yuk Maks… cegah kanker sedini mungkin dengan hidup sehat, makan sehat, berpikir sehat dan olahraga demi kesehatan jiwa dan raga. Olahraga yang ringan-ringan saja. Seperti lari atau jalan kaki keliling kampung.

Catatan:

  • Untuk perempuan dewasa yang telah melakukan vaksin HPV, setelah menikah tetap harus melakukan pap smear secara rutin, sesuai rekomendasi dokter.
  • Infeksi HPV juga dapat menyebabkan kanker pada penis, anus, bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel yang disebut kanker orofaring.
  • Vaksin HPV dapat juga diberikan kepada laki-laki untuk melindungi pasangannya dari terkena infeksi HPV.
  • Vaksin HPV tidak direkomendasikan pada perempuan hamil dan perempuan yang sedang mengalami sakit berat lainnya.