Biang keringat rasanya hampir selalu pernah dialami oleh setiap anak ya, Mak?

Karena sering dianggap remeh, kadang penanganannya malah jadi setengah-setengah. Padahal kalau parah, area yang terkena biang keringat bisa terluka lho, bahkan sampai bisa kena infeksi. Ouch. Nggak mau kan, Mak, kalau semakin parah?

Coba yuk, kita lihat apa saja mitos dan fakta seputar biang keringat ini yuk, Mak.

Jangan Remehkan Biang Keringat, Ini Dia Mitos dan Faktanya

Hanya terjadi pada bayi

Fakta: Biang keringat dapat terjadi pada siapa pun; bayi, anak-anak hingga orang dewasa, terutama yang nggak bisa menjaga kebersihan kulit.

Tapi memang, gangguan kulit satu ini lebih sering terjadi pada bayi, karena kondisi kulit mereka yang memang masih sangat sensitif dan dalam tahap perkembangan. Proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum sempurna, sehingga kadang keringat tak bisa keluar dengan baik, terutama di daerah-daerah lipatan.

Hanya muncul di cuaca panas

Fakta: Penyebab dari si biang adalah tersumbatnya saluran kelenjar keringat. Nah, karena keringat seharusnya keluar pada saat cuaca panas, maka biang keringat ini lebih sering dialami pada saat gerah.

Tapi seandainya cuaca tak panas, tapi bayi Emak juga berkeringat dan tak segera dibersihkan, biang keringat juga bisa muncul kemudian.  Jadi bukan karena cuacanya juga sih, Mak.

 

Alergi Pada Bayi

Bisa dicegah jika kita memakai baju tebal

Fakta: Nah, ini salah banget nih. Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Gejalanya yang timbul, berupa bintil-bintil kemerahan dan gatal itu, muncul karena saluran kelenjar keringat yang tersumbat.

Memakai baju tebal akan membuat kita kegerahan, dan itu akan memacu kelenjar keringat untuk lebih ‘giat bekerja’. Kalau salurannya masih tersumbat, berarti ya, bisa jadi malah makin parah deh biang keringatnya.

Tidak akan muncul lagi, begitu sudah sembuh

Fakta: Biang keringat dapat terjadi kapan saja, tak peduli sudah pernah mengalami atau belum. Kalau kulit kita nggak terjaga kebersihannya, ya bisa saja akan datang lagi lain waktu. Apalagi kalau cuaca lagi panas-panasnya.

Makanya, Emak harus selalu melakukan pencegahan, misalnya langsung membersihkan atau mengelap keringat si kecil agar saluran kelenjar keringat langsung bisa mengeluarkan keringat kembali. Jangan lupa untuk mengganti bajunya juga kalau sudah basah oleh keringat ya, Mak.

 

Sebaiknya, hal ini jangan pernah diremehkan, Mak. Kita nggak mau kan, anak-anak jadi sibuk menggaruk sampai kulitnya luka? Makanya, begitu cuaca mulai panas–kayak sekarang nih, kita sebentar lagi akan mulai menyongsong musim kemaran lagi, siapkan pakaian-pakaian yang bisa membuatnya sejuk, dan selalu seka keringatnya dengan handuk.

Sehat selalu ya!