Pentingnya Portofolio untuk Bloger

By Carolina Ratri on October 10, 2022

Masih banyak bloger yang belum sadar akan pentingnya portofolio. Padahal, hal ini krusial lo!

Iya, enggak cuma yang kerja seperti desainer saja yang perlu untuk membuat portofolio. Penulis—termasuk bloger seperti kita ini—juga butuh untuk memilikinya, apalagi yang meyakinkan, representatif, dan profesyenel. Pokoknya semua jenis profesi yang bekerja secara online dan kreatif akan butuh koleksi contoh karya terbaik seperti ini. Calon klien—siapa pun, pihak mana pun—pastinya akan semakin yakin terhadap kita yang bisa memberikan contoh karya yang berkualitas, karena mereka bisa menilai secara langsung hasil pekerja kita. Betul nggak, Mak? Nggak omong doang, gitu lo.

Tapi kan, dikasih alamat blog sudah beres? Kenapa harus portofolio?

Well, iya sih, bisa saja kita langsung kasih alamat blog terus beres kan ya? Suruh saja si calon klien lihat-lihat sendiri tulisan kita? Sok! Gitu kan yah?

Iya, Mak. Blog memang merupakan satu media portofolio. Bahkan para penulis lepas itu selalu disarankan untuk punya blog, jika ingin membangun portofolio. Namun, ada baiknya juga untuk memiliki versi yang siap dikirim.

Mengapa harus begitu? Pasalnya, iya kalau yang ada di homepage blog kita adalah tulisan yang memang terbaik yang pernah kita tulis. Iya, kalau artikel yang nongol di halaman pertama yang kita banget? Lha, kalau enggak? Atau malahan di halaman pertama sponsored post semua?

Ya enggak apa sih tulisan sponsored post semua, kan itu juga termasuk portofolio kerja sama. Tapi, ada juga klien yang mencari tulisan-tulisan organik.

Makanya, ada baiknya buat portofolio, Mak, karena fungsinya banyak. Apa saja?

Update Meta Description Google dan Bagaimana Membuat yang Menarik

Pentingnya Portofolio buat Bloger

Menunjukkan profesionalitas

Portofolio adalah koleksi hasil kerja kita. Orang enggak bakalan bisa menyangkal “how good we are” kalau ada portofolio yang bagus. Orang akan yakin, bahwa kita serius dalam pekerjaan kita. Kita akan terlihat lebih profesional.

Saat calon klien melihat portofolio kita, mereka akan langsung bisa mengetahui kualitas kita. Karena itu, selain penting untuk memilikinya, kita juga harus memastikan bahwa portofolio kita bisa menarik calon klien. Pasalnya, di situlah, kita punya peluang untuk memperkenalkan siapa kita dan bagaimana kita bekerja.

Memperluas peluang

Situs Skillshare pernah menyatakan dalam salah satu artikelnya, bahwa adalah penting bagi freelancer—termasuk bloger dan penulis—untuk memiliki portofolio demi mendapatkan klien.

Mengapa? Karena dengan adanya portofolio yang sudah Emak buat, siapa pun bisa langsung menakar, apakah kita punya solusi yang mereka cari.

Maksudnya gimana sih? Misalnya, ada klien yang butuh campaign. Dengan melihat hasil kerja Emak, maka mereka bisa langsung tahu, apakah Emak cocok untuk campaign yang akan mereka buat. Pada akhirnya, mereka yang akan approach Emak.

Membangun personal branding

Dengan membuat portofolio, Emak jadi bisa menampilkan apa yang terbaik yang pernah Emak buat. Personal branding Emak akan tersusun rapi, sehingga akan lebih kuat.

Misalnya, selain blog milik pribadi, Emak juga suka menulis di media lain. Di Kompasiana mungkin. Atau di media-media UGC lainnya. Yang membaca sudah banyak. Bahkan di Kompasiana sering masuk Headlines. Nah, ya masa kayak gini enggak dipamerkan, Mak?

Dari sini, personal branding kita juga akan terbentuk dengan baik.

Pentingnya Portofolio untuk Bloger

Pamer Kreativitas

Dengan adanya portofolio yang menarik, kita juga bisa mengasah kreativitas kita sendiri, sehingga terlihat bagus dan standout di antara yang lain.

Dalam sebuah artikel di Forbes, pernah disebutkan, bahwa menarik atau tidaknya sebuah portofolio ada pada berhasil enggaknya kita memamerkan dan mewadahi karya terbaiknya, dan mepresentasikannya pada orang lain. Kalau bisa sangat menarik, maka calon klien akan dengan sendirinya tertangkap kesan bahwa kita penuh ide dan inisiatif. So, kesan yang baik pertama akan didapatkan.

Alat refleksi

Tak hanya bisa berfungsi sebagai alat promosi diri agar dilirik calon klien, saat membuat portofolio sebenarnya kita sedang melakukan refleksi diri lo, Mak.

Kok gitu?

Coba deh, saat membuat portofolio, kita akan mengingat-ingat hal terbaik apa yang sudah kita lakukan? Apa saja yang sudah kita hasilkan? Apakah kita sudah cukup banyak berusaha dan memberikan yang terbaik? Apa saja yang pernah gagal kita lakukan, juga biasanya kepikiran lo. Kita jadi mengingat, calon-calon klien yang enggak berhasil kita tarik. Apa ya yang salah? Apa yang bisa diperbaiki?

Dan seterusnya.

Saya pribadi sih sebenarnya paling suka PoV ini sih saat membuat portofolio. Kadang akhirnya juga ingat lagi, proyek-proyek tertunda dan terlupakan. Terus, pengin sih lanjutin, tapi ya gitu deh. Hahahaha.

Mengasah skill

Portofolio seharusnya memang bertumbuh ke depannya, karena karya kita juga bertambah seiring waktu. Bisa jadi nantinya karya yang sudah dipamerkan  harus diganti dengan yang lebih baru dan lebih baik.

So, di situlah kita jadi bisa tahu, bahwa skill kita meningkat. Kita juga bisa mendorong diri sendiri u ntuk menambah skill, bahkan. Mungkin jadi pengin ikut berbagai kelas, atau yang lainnya.

Saya sendiri biasanya terpancing untuk selalu update portofolio seiring waktu. Rasanya seneng banget bisa mengumpulkan hasil karya terbaik itu. Jadi pengin lebih baik lagi terus. Pada akhirnya, desainnya sendiri juga terupdate. Maunya bikin baru setiap kali update, biar nggak ngebosenin dan disesuaikan juga dengan tren yang ada.

Nah, itu dia pentingnya untuk punya portofolio bagi seorang bloger. Gimana, Mak? Apakah Emak juga sudah punya portofolio yang representatif, profesional, dan meyakinkan? Jika belum, buat yuk, Mak!

Atau, malah Emak belum tahu cara membuat portfolio yang oke? Well, bisa kok kapan-kapan kita bahas mengenai tip dan trik membuatnya. Ditunggu saja di website ini ya.

Comments (3)

October 12, 2022

Mak, kalau untuk portofolio tulisan dikumpulkan dalam satu folder gitu ya mak? Nyimpennya dimana ya? GDRIVE kah? Makasih


October 17, 2022
Carolina Ratri

Iyaa, bisa Mak dikumpulkan di satu folder di GDrive. Terus nanti tinggal dibagi-bagi kan, link Gdrive-nya? Praktis.


October 12, 2022

Penasaran contoh portofolionya seperti apa untuk blogger, Mak.
Ku tunggu kelanjutannya ya.


    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: