ditulis oleh April Hamsa – Keluargahamsa.com

Hello Emaks, kali ini saya mau sok-sok jadi motivator, mau bicara mengenai pendapat saya tentang sikap optimis yang wajib dimiliki manusia.

Emaks, kehidupan manusia itu, seperti yang kita ketahui pasti enggak akan pernah lepas dari yang namanya masalah, kan? Apalagi masalah emak-emak, hyaaah, banyak dan kompleks banget. Mulai dari masalah yang berhubungan dengan suami, anak, tetangga, saudara, mertua, bahkan dengan diri sendiri. Lha, sama diri sendiri juga bermasalah? Iyeeee, itu tu masalah lingkar pinggul yang membesar dan perut yang menggelambir enggak kelar-kelar, hehe.

Sebenarnya, kenapa sih, Tuhan memberi kita masalah-masalah dalam hidup? Konon nih, Emaks, Tuhan menciptakan manusia di dunia ini untuk diberi ujian-ujian hidup sebelum nanti diberi banyak kesenangan. Nah, Tuhan ingin melihat sejauh mana, kita, manusia bisa berusaha terlepas dari ujian yang diberikan-Nya itu. Soalnya, kan ada tuh, manusia yang diberi ujian ya dia nrimo saja. Ada pula yang enggak mau menyerah pada nasib, lalu berusaha keras memperbaiki kerusakan yang pernah terjadi.

Untuk opsi kedua, sebenarnya itu lebih baik ketimbang yang pertama. Sebab, satu hal yang sebenarnya dapat manusia lakukan untuk menyikapi semua masalah yakni membangun optimisme. Optimis bukan sekadar berpikir positif, namun juga berarti suatu sikap bahwa kita menolak menyerah ketika ada masalah datang dan kita aktif mencari jalan keluarnya.

Ada beberapa alasan mengapa bersikap optimis itu penting, antara lain:

 

Sebab setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Anak sampai usia segini belum lancar ngomong, belum lancar baca tulis? Emaks kesusahan memperbaiki kondisi tersebut? Kalau memang tidak bisa melakukannya sendiri, jaman sekarang kita bisa minta bantuan dokter di Klinik Tumbuh Kembang atau ke psikolog anak. Perut membuncit dan menggelambir? Ya, kita datang ke dokter spesialis kulit atau ke spa kecantikan. Itu cuma contoh-contoh saja, ya Emaks.

Intinya, kita harus selalu percaya bahwa tidak ada masalah yang tidak memiliki jalan keluar. Jika kita bersikap optimis dan mau berusaha maka kita pasti akan lekas menemukannya, sehingga segera mendapatkan jalan keluarnya.

 

Supaya bisa memperbaiki kesalahan.

Sebelumnya, kita mungkin pernah berbuat kesalahan. Sikap optimis memberi kita kesempatan sekali lagi untuk melakukan hal yang sama namun minus kesalahan serupa.

 

Alasan kesehatan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bersikap optimis memiliki kondisi kesehatan bahkan angka harapan hidup yang lebih panjang ketimbang orang-orang yang pesimis. Kita semua pastinya pengen sehat dan punya bonus umur lebihan buat nemenin cucu-cucu main, kelak kan, Emaks? So, yuk, selalu optimis!

 

Lalu, Emaks, bagaimana caranya supaya kita bisa membangun optimisme? Ada beberapa cara supaya kita senantiasa selalu optimis saat menghadapi ujian kehidupan, yakni:

1. Selalu bersyukur.

Emang kedengarannya klise, ya, Emaks? Namun, sebenarnya kalau kita fokus terhadap apa yang sudah kita miliki, bukan dengan apa yang belum kita punya, rasa syukur akan selalu membuat kita optimis. Misal nih, ya, meski badan udah melar kemana-mana, suami masih setia sama kita. Padahal di luar sana ada artis yang cantik dan seksi, tapi suaminya enggak setia. Jadi, mari kita selalu bersyukur, ya, Emaks!

 

2. Evaluasi kesalahan di masa lalu.

Pernah melakukan kesalahan? Manusiawi, kok. Tapi, Emaks harus ingat bahwa semua kesalahan bisa dikoreksi atau diperbaiki. Tinggal diri kita sendiri mau atau tidak berubah. Caranya kita evaluasi kesalahan-kesalahan kita, lalu membuat list langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan.

 

3. Jangan meratapi nasib, bergerak sekarang juga.

Biasanya nih, ini khas emak-emak, kalau ada masalah nangis duluan. Sama, saya juga, hehe. Meratapi nasib, enggak ada salahnya kok, namun ingat jangan kelamaan. Kalau sudah selesai mengevaluasi kesalahan dan membuat list langkah perbaikan, segera usap air mata dan move on, ya!

 

4. Tulis/ Ucapkan kalimat motivasi.

Emaks bisa mensugesti diri dengan menulis atau mengucapkan kalimat-kalimat motivasi supaya lebih optimis. Saat Emak merasa bosan atau down karena usaha yang dilakukan tak kunjung berhasil, baca tulisan atau ucapkan kalimat-kalimat tersebut.

 

5. Banyak-banyak berdoa.

Saat senang maupun susah, pendengar paling baik adalah Tuhan. Jadi, Emaks setelah kita sudah optimal melakukan suatu hal, yuk berdoa! Supaya hati tenang dan kita optimis bahwa ada kekuatan Maha Besar yang mengiringi langkah-langkah kita dalam menjalani hidup, yakni Tuhan.

 

Nah, Emaks, bagaimana? Apakah sudah siap membangun optimisme supaya tetap semangat menjalani hidup? Ada pengalaman jatuh bangun membangun optimisme dan pada akhirnya mampu keluar dari ujian hidup? Sharing, yuk!