Saya baru saja pulang dari blog walking ke rumah maya juara I kontes “Ngeblog di Mata Perempuan” -nya Emak2Blogger. Bunda Yati Rachmat, namanya. Wuiihhh… Ngga salah deh keputusan dewan juri,   MakMin yang unik, manis, cantik dan menggemaskan ( hehehe.. ini kata mereka lho 😉 yang terdiri dari Mira Ayank, Sary Melati, Nike Rasyid dan Indah Juli.
Dari awal hingga akhir tulisan Bunda, ngga ada perasaan yang saya rasakan selain semangat, semangat dan semangat! Lalu kenapa? Toh semua orang juga bisa bersemangat dan menularkannya ke orang lain?  Tunggu duluuu. Ini beda sodara – sodara! Jika Bunda Yati seumuran saya yang kepala tiga ini, wajarlah ya? Memang lagi masa – masanya tuh kan? Nah, Bunda yang satu ini sudah pensiun. Kebayang kan usia pensiun?

Tapi, usia tidak menghalangi beliau untuk terus aktif dan kreatif. Bahkan meski jadi ocehan orang – orang di sekitarnya. Simak deh tulisan beliau berikut ini, yang mengantarkannya jadi pemenang kontes di atas.

Ternyata judul postinganku “Ngeblog Untuk Mencerahkan Otak” sangat mengena bagi kehidupanku. Nge-blog bikin otakku cerah. Nge-blog bikin aku gairah seperti ketika aku masih aktif bekerja 

Dunia nge-blog benar-benar something buatku. Kalau saja aku tidak bisa menutup telingaku rapat-rapat dari ocehan para tetangga yang menganggap bahwa pada usiaku ini sudah tidak pantas lagi aku punya aktivitas seperti ini. Aku pasti sudah menyerah. Ada ibu-ibu yang bilang :”itu kan aktivitas anak-anak muda, bu!”., “Apalagi koq kayaknya ibu rajin banget ke Warnet”. Aku hanya menanggapi ocehan mereka dengan senyum. Belum tahu mereka nge-blog itu mengasyikkan!, hehehehe… begitu sanggahanku (tapi hanya dalam hati).

Kata demi kata Bunda dalam blognya, membangkitkan semangat baru dalam diri saya. Juga kesadaran yang dulu suka timbul tenggelam. Bahwa kita semestinya bertanggung jawab atas berkualitas tidaknya hidup kita hari ini. Bahagia tidaknya kita hari ini. Orang – orang boleh bilang apa saja. Tapi kitalah yang lebih tau apa yang bisa membuat kita bahagia secara mandiri, tanpa harus bergantung pada pendapat orang lain. Toh selama aktivitas kita tidak merugikan orang lain, mengapa tidak ? Ya kan?

Jadi ingat nih, saya pernah dikatai “mabuk” ( bahasa teman saya untuk mendeskripsikan keheranannya ) hanya gara – gara saya ketagihan banget dan suka lupa sekitar kalau sudah jeprat jepret pemandangan yang amazing, yang selalu bikin saya bertasbih, atau sekedar mendecakkan lidah. Saya cuma senyum aja. Belum tau dia gimana rasanya, batin saya. Dan ini berlaku juga kan di bidang apapun, termasuk nge-blog ini, ya kanBunda? 🙂
Orang – orang boleh melakukan standing applause pada artis pujaan mereka, Lalu pulang dengan rasa puas tanpa melakukan apa -apa. Tapi saya, saya ‘hanya’ perlu berteriak dengan tulisan ini:

Bundaaa.. kerreeeen bangeeeet!! Memotivasiii!!  Menginspirasiii!!

Lalu kembali dan menuliskan postingan ini.
Bagaimana dengan Anda?

Weh Island, 3 Maret 2012 
Inspirasi bisa datang dari siapa saja
Tapi sugesti, hanya tumbuh dan berkembang dari dalam diri sendiri