Siapa bilang kalau ilmu pengetahuan itu mahal harganya? Kalau berbicara tentang biaya pendidikan, memang sudah menjadi rahasia umum kalau terkenal mahal dan harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Namun, apakah semua orang yang tinggal di Indonesia ini belum membuka matanya bahwa banyak penggiat-penggiat dan orang-orang yang tulus membantu memberikan beragam ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan apa saja secara gratis? 🙂

Apakah mind set kita ini yang salah ya? Bila membaca sebuah info tentang seminar dan memungut bayaran, maka kita akan mengatakan “Ah, biayanya mahal” atau “Saya tidak punya waktu” sebagai kalimat penolakan, meskipun kita sendiri mengetahui bahwa materi yang disampaikan pada seminar itu sangat bagus sebagai ilmu pengetahuan tambahan, dan meskipun kita mengetahui kalau biaya yang dipungut tersebut adalah “dari kita, untuk kita dan kembali lagi ke kita”, namun tetap saja kita masih enggan untuk mengikutinya.

Nah, kalau ada seminar yang gratis, bagaimana? Lumayan banyak juga yang tergoda dan pengen ikutan, namun banyak juga yang hanya sekedar niat dan tidak datang dengan alasan sama seperti di atas “Saya tidak punya waktu” atau “Saya sibuk banget”. Walah, mau menambah pengetahuan saja harus berperang dengan segala macam alasan ya, padahal pengetahuan itu kan untuk diri kita sendiri 😉

Bagi para penggiat pembagi ilmu pengetahuan secara free, kesabaran adalah salah satu faktor yang selalu memperkuat iman mereka. Lihat saja, berapa banyak komunitas yang membagikan ilmu pengetahuannya secara gratis, dan itu pun terkadang tidak ada yang merespon. Apakah mereka sedih? Tentu saja, namun saya yakin, para penggiat pembagi ilmu pengetahuan secara gratis ini memiliki visi dan misi yang lebih mulai daripada respon atau komentar atau tetek bengek lainnya yang berhubungan dengan ketenaran/popularitas.

Bagi mereka, melihat orang-orang merasa senang dan bertambah maju karena ilmu pengetahuan yang telah dibagi merupakan sebuah anugerah yang tidak bisa dinilai harganya dengan apa pun. Itulah sesungguhnya ilmu pengetahuan. Murni dan tulus mengabdikan dirinya untuk kemajuan orang lain. Karena mereka yakin, meskipun orang-orang belum memberikan respon atau tanggapan yang sesuai dengan harapan, mereka mengetahui kalau orang-orang sedang membaca dan memperhatikan apa yang mereka kerjakan. Karena mereka yakin, lambat laun orang-orang tersebut akan memberikan support-nya kepada aktivitas dan kegiatan sosial mereka.

Ya, para penggiat pembagi ilmu pengetahuan memiliki keyakinan penuh bahwa apa yang diberikan kepada orang lain adalah bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri, bagi orang yang dibagi, maupun bagi masyarakat luas.

Maka, mengapa kita masih saja memiliki banyak alasan untuk mengacuhkan para penggiat pembagi ilmu pengetahuan itu? Apakah kita tidak malu melihat mereka bekerja tanpa pamrih (bahkan tanpa dibayar sepersen pun) dan kita hanya tinggal menikmati ilmu pengetahuan yang mereka berikan? Itu pun kita masih menyimpan segudang alasan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.

Jadi, bila ada kegiatan yang bersifat positif dan memberikan ilmu pengetahuan yang baru serta bermanfaat, kita harus menghadirinya. Tidak ada alasan pembenaran apa pun untuk menolak ilmu pengetahuan itu kan? Kecuali, kalau Anda memang tidak menginginkannya 🙂

Salam penggiat pembagi ilmu pengetahuan 🙂

160412