Dimarahi orang tua? Wah saya sering sekali tuh waktu kecil. Ya namanya juga anak-anak. Wajar kalau nakal *hihihi ngeles. Setiap orang tua pasti berbeda-beda mengungkapkan kemarahannya. Orang tua saya bila marah, panjang kali lebar sama dengan luas 😀 Mungkin karena itulah saya sering melakukan kesalahan yang sama. Hahaha maksudnya lu mengkambinghitamkan orang tua, Ay? Atau memang saya yang bengal? Itu baru benar :p

Saya pernah kabur ketika disuruh tidur siang. Hujan-hujanan dan main bola sama teman cowok. Saya pun langsung dijemput. Dipaksa mandi dan diomel-omelin. Anehnya besok-besok terulang lagi kesalahan yang sama.

Padahal sebenarnya, seorang anak akan tahu ia salah hanya dengan sekali teguran. Saya baru tahu ketika membaca buku Mendidik dengan Cinta karya Bunda Irawati Istadi. Pakar psikologi anak menyarankan teguran satu menit. Menegur hanya dalam satu menit. Dan itu terbukti ampuh. Bagaimana caranya?

Teguran satu menit dibagi menjadi dua sesi. Pertama, menegur perilaku anak sambil menunjukkan wajah marah dan kecewa. Kedua, memeluk atau merangkul pelaku (anak) dan mengatakan kita sayang padanya.

It must be hard. Dalam satu menit kita sebagai orang tua harus berganti muka. Marah kemudian sayang. Hmmm… I can’t imagine. Saya mikirnya mirip orang yang punya kepribadian ganda *hihihi. Tapi ternyata itu adalah cara menegur paling efektif. Dan yang terpenting bukan pelaku yang kita tegur. Namun perilakunya. Beda loh ya. Misalnya Didik memukul kucing. Didik adalah pelaku. Sedang memukul kucing adalah perilaku. Jadi kita bilang memukul kucing tidak baik. Bukan Didik yang tidak baik. Pada dasarnya anak memili sifat baik. Mungkin saja ketika berbuat kesalahan, ia sedang khilaf. Kita yang dewasa sering khilaf kok. Apalagi anak-anak.

Lalu bagaimana contoh teguran satu menit? Misal anak kita mengambil uang tanpa izin.

Setengah menit pertama, “Bunda kecewa dan marah kamu mengambil uang tanpa izin.” Ucapan dengan mimik kita benar-benar marah. Kemudian diam dan tarik napas. Anak akan menyadari bahwa orang tuanya sedang marah.

Setengah menit kedua, “Kalau kamu butuh sesuatu bilang sama Ayah atau Bunda, ya Sayang.” Katakan dengan memegang bahunya. Tunjukkan dengan sorot mata dan senyuman bahwa kita benar-benar menyayanginya. Ini membuat si anak merasa dihargai. Orang tuanya hanya marah karena ia mengambil uang. Tapi anak juga merasakan orang tuanya tetap sayang padanya.

Waktu saya baca, merinding abis. Duh bisa gak ya seperti itu? Sungguh orang tua yang sangat ideal. Bisa menegur sekaligus menunjukkan rasa sayang. Yuk kita berdoa supaya nanti bisa melakukan teguran satu menit pada anak-anak.