Rindu itu tak pernah basi

Kuntum yang terus merekah … sempurna

Saat masih ada bait-bait untuk cinta

Ketika tasbih agungkan namanya

Selalu terbaca


Hawa … yang punya senyum kejora

Tak hanya penghibur lelah

Pun sahabat saat payah


Sungguh …

Ia hadiahkan malaikat kecil

Pemanis yang sangat manis

Perekat yang paling kuat

Pelipur yang terlalu manjur


Sungguh …

Dunia semakin bersolek warna

Pinta hati saat mentari berganti senja

Kembali untuk mengetuk

“Assalamu’alaikum cinta”

Rumahku bukan istana

Namun seumpama surga