Penulis: Kinzi Hana

Menyambut hari anak, saya ingin berbagi cerita tentang si kecil Kinanti yang masih balita.

Sebagai seorang ibu yang sedang menemani sang buah hati . Membesarkan dan mendidik mereka menjadi manusia yang lebih baik dan bisa menjalani kehidupan dengan benar . Saya sangat memperhatikan step by step perkembangan yang terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Tentunya sesuai dengan kapasitas dan umur mereka. Kebetulan anak kedua saya masih balita. Tinggal jauh dari Indonesia, dan merantau ke Abudhabi, membuat saya harus menggunakan dua bahasa sekaligus dalam berinteraksi dengan anak-anak atau pun dengan tetangga sekitar. Bahasa indonesia dengan bahasa Inggris.
Anak yang masih balita seperti anak saya ini. Belum banyak bertemu dengan banyak individu. Dan secara otomatis dengan sayalah dia berinteraksi dalam waktu yang continue. Jadi hanya sayalah tempat dia belajar berbicara dan belajar mengolah kata. Tentunya dengan bantuan kakak dan ayahnya pada sekali waktu. Karena pertemuan dengan mereka yang dibatasi sekolah dan bekerja.
Menjadi “kamus ” untuk anak sendiri memang susah susah gampang. Kadang saya merasa perlu untuk mengenalkan suatu acara yang bisa dia saksikan setiap harinya agar dia memahami cara berkomunikasi dengan beragam.
keterbatasan saya yang juga tidak mahir dalam berbahasa Inggris membuat saya sering belajar memperkaya informasi agar selalu uptodate dalam memberi informasi pada anak.
Saya pun mulai perkenalkan dia dengan dunia internet. Mulai mencari lagu-lagu berbahasa Ingris dan Indonesia. Dan ternyata  dunia menyanyi sangat dia senangi. . Mendengarkan musik adalah acara kesukaannya. Atau hanya dengan menonton acara kartoon. Tapi itu sudah membuat cara berbicaranya lebih lancar.
Saat usia ke tiga tahun, dia sudah mulai mengenal warna dalam dua bahasa. Sudah mulai menyanyi dan menghitung dengan dua bahasa juga walaupun, kadang dalam spelling atau ejaannya masih belum terdengar jelas.
Pernah suatu ketika dia menyanyi lagu favoritnya yaitu twinkle-twinkle little star.
“Twinkle-twinkle little star how i wondel why why why”
Itu yang keluar dari mulut mungilnya saat itu. Kemudian saya menirukan persis seperti yang saya dengar yaitu :

“Twinkle-twinkle little star how i wondel why why why”
Namun dengan nada marah dia pun berkata, bahwa bukan begitu bunyinya. Lalu saya pun bernyanyi lagi :
“Twinkle-twinkle little star how i wonder what you are”
Barulah dia berkata bahwa mama menyanyikan lagu dengan benar.

Dari pengalaman saya diatas, saya sedikit merasa lega bahwa sebenarnya dia sudah mengerti hanya saja butuh waktu untuk melafalkan kata demi kata dengan benar.

Pernah juga dia berkata bahwa dia sangat menginginkan sebuah kue yang namanya kue levis. Saya pun berkomunikasi dengan kakaknya yang kadang dia lebih bisa mencerna apa yang adiknya katakan. Usut punya usut ternyata dia ingin sekali kue lapis yang dikukus dan berlapis-lapis ada merah hijau dan putih . Saya pun hanya geleng-geleng kepala dan mengulum senyum.

Atau pada saat dia merasakan gatal . maka dulu sebelum saya memberi pengertian maka dia akan berkata dan memberi kata perintah dengan :

“Mama gatelin,” begitu katanya.

Memang selalu terbalik-balik tapi Insya Alloh dia selalu belajar.

Terus belajar nak.. Mama luv u .