Penulis: Lianny Hendrawati

Siapa yang sudah pernah nyobai pisang karamel, enak ya?

Aku baru tahu yang namanya pisang karamel itu bentuknya seperti apa ya baru tahun lalu. Ceritanya sih waktu itu anakku yang kedua, Michael, pulang dari sekolah sangat antusias menceritakan tentang pisang karamel.

“Ma.. aku tadi di sekolah, diberi pisang karamel lho sama Pak Joko, oleh-oleh dari Bali.”

“ Hah.. diberi oleh-oleh, kamu sendiri atau semua teman sekelas yang diberi ?”

“Semua teman sekelas diberi ma..”

“Wah.. diberi semua, jumlahnya kan banyak hamp

ir 40 orang. Semuanya diberi satu-satu ya…?

“Iya semuanya diberi, tapi cuma sedikit, cuma 1 potong kecil seorang, pisangnya kan cuma sedikit ..”

“Oooh… cuma satu potong kecil ya, kirain diberi satu-satu,” jawabku sambil tersenyum kecil.

“Pisangnya enak lho ma, aku jadi pengen lagi ..” kata anakku dengan muka yang lucu, mungkin membayangkan si pisang karamel itu.

“ Iya, nanti mama belikan , bentuknya gimana sih .. ?

“Bentuknya agak panjang, manis ma, enakkk ….”

“Terus pisangnya diapain, pisangnya digoreng ya, terus dikasih karamel diatasnya, betul?”

“Ah.. ndak bisa dijelaskan, pokoknya enak. Apa mungkin adanya itu di Bali ya ma?”

Aku tahu sih kalau anakku pengen tapi .. . lha .. bentuknya aja ndak tahu, gimana mau nyarinya. Apalagi kalau memang betul cuma ada di Bali. Guru-guru saat itu habis pulang dari Bali setelah studi banding disana, dan saat kembali dari sana itulah gurunya memberi pisang karamel.

Berhari-hari setelah itu anakku masih membicarakan pisang karamel dengan menggebu-gebu. Tapi setelah itu pembicaraan tentang pisang karamel jadi hilang sendiri karena aku juga tidak tahu mau nyari dimana.  # Kok tidak kepikiran waktu itu untuk nyari di om Google ya … ternyata sekarang saat aku nyari di sana… ada pisang caramel, tapi bentuknya juga macam-macam …#

Dua bulan setelah itu …

“Ma… Sabtu besok di sekolah ada bazaar . Mama tebak, ada makanan apa saja sih nanti disana.. ?”

“Pasti gado-gado, mie ayam, bakso, sate, siomay, tahu campur, dan es atau jus, betul kan ..?” aku menyebutkan macam-macam stand makanan yang biasanya ada saat bazaar di sekolah.

“Betul… tapi ada lagi yang lain lho ma… PISANG KARAMEL .. !!!!!” teriak anakku kegirangan.

Wah, ternyata ada yang jual pisang karamel toh, pasti ini gara-gara anak-anak yang diberi pisang karamel itu semua pada cerita ke emaknya, dan semua pada bingung karena tidak tahu bentuk dari pisang karamel itu ha.. ha…   # eh.. apa cuma aku sendiri yang tidak tau ya? #

Apapun itu, Sabtu nanti, aku akan datang ke sekolah untuk melihat gimana sih bentuk pisang karamel  yang kata anakku itu enak.

Nah, hari Sabtu aku ke sekolah dan langsung mencari stand yang jualan pisang karamel. Itu dia…… ohhh.. ternyata …. Bentuknya seperti itu toh, baru ngerti aku. Pisangnya itu dilapisi adonan kulit (seperti kulit lumpia), digoreng, dan diluarnya diberi karamel. Harga perbijinya saat itu dijual 1000 rupiah. Rasanya waktu itu ya.. lumayanlah  kriuk  kriuk .. tapi kalau buatku sih karamelnya terlalu manis, dan pisangnya agak “sepet” dikit. Coba kalo pisangnya manis dan karamelnya dikurangi dikit, pasti pas rasanya. Kalau kata anakku sih tetep enak ( anak2 bisanya memang penyuka manis ya..). Aku ngicip saja sekedar penasaran sama rasa pisang karamelnya. Emak-emak yang lain mungkin juga pada penasaran sama si pisang karamel ini (rayuan anak-anak maut ya… ), buktinya…. stand pisang karamel ini habis duluan daripada stand makanan lain …

Hhh akhirnya keturutan juga ya keinginan anakku untuk makan pisang karamel lagi … bikin sendiri saja yuk di rumah …