Penulis : Dessy Dwi Anggraini

“Aku bakalan cerai, Des”  Kata temanku ini tiba-tiba.
“Hah??! maksudmu? Kau serius?”
Sungguh saya sangat terkejut dengan penuturan teman saya yang mendadak ini. Teringat pernikahan dia yang telah menginjak usia ke 9 dan sudah dikaruniai dua orang anak yang tampan.
“Barusan pengacara suamiku telepon. Katanya dia sudah menyiapkan berkas-berkas perceraian. Tinggal aku tanda tangani saja.” Jelasnya lebih lanjut.
“Yah…aku juga udah mengira sih ini bakalan terjadi. Tapi ga nyangka bakalan secepat ini.” Ucapnya kembali sambil menghela nafas.
Saya hanya bisa memandangnya. Sebagai seorang teman dekatnya, saya mengetahui apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Pertengkaran yang hampir tiap hari menghiasi rumah tangganya hingga kedatangan pihak ketiga. Selama ini saya selalu menyemangati dia bahwa suatu saat akan ada jalan keluar yang terbaik untuk pernikahannya. Tapi saya tidak menyangka bahwa perceraian inilah jalan keluarnya.
“Kamu ga mencoba untuk menelpon suamimu dan membujuknya untuk rujuk? Mungkin suamimu akan berpikir ulang dan membatalkan gugatan cerainya?” Usul saya hati-hati. Masih menaruh harapan.
“Ga perlu. Aku juga udah ga cinta lagi kok sama dia. Dia juga. Jadi sebenarnya ga ada yang bisa dipertahankan. Mungkin ini yang terbaik untuk kita berdua.” Paparnya masih dengan nada yang datar.
Deg! Hati saya pilu mendengarnya. “Terus, apa yang akan kamu lakukan?” Saya hanya bisa berkata lirih.
“Yah, mo gimana lagi. Aku harus kuat demi anak-anak.” Katanya sambil menerawang.
Saya hanya bisa memeluk teman saya itu dan mencoba menghibur. Meskipun saya tidak yakin kata-kata penghiburan saya bisa menenangkan teman saya saat itu. Mungkin dia juga tidak memerlukan kata penghiburan dan hanya butuh dukungan atas jalan yang akan dihadapinya. Tak ada satu tetes air matapun yang jatuh pada saat dia bercerita. Sepertinya dia memang sudah siap atau mungkin tidak mau menunjukkan kesedihannya kepada saya. Apapun itu…
Sekarang gantian saya yang termenung. Benarkah jika cinta sudah tidak ada lagi, maka berpisah adalah jalan keluar yang terbaik?
Entahlah… Saya hanya berharap..semoga saya dan pasangan saya tidak pernah menyerah dalam membesarkan rasa cinta yang ada dan bukan mematikannya. Semoga kami akan terus berusaha menjaga keutuhan keluarga kecil kami. Mudah-mudahan..