1424518_10152068773575489_1178232524_n

Selamat ya mak, sudah terpilih menjadi EMak of December 2013. Kami ingin menampilkan profil emak di website KEB dengan harapan agar menginspirasi emak-emak yang lain. Silakan diisi dulu biodata berikut:

Nama: Mugniar Marakarma

Url blog: http://mugniarm.blogspot.com

Bio singkat:

Istri dari Solihin Tahir. Emak kelahiran Makassar tahun 1974 ini, adalah ibu dari Affiq, Athifah, dan Afyad (lahir tahun 2001, 2006, dan 2009). Ngeblog secara tersendat-sendat sejak 2006 tapi berhenti di tahun 2009 karena masih numpang di warnet. Baru aktif lagi di awal tahun 2011 sejak punya akses internet sendiri.

Ia serius belajar menulis secara otodidak di usia yang tidak muda lagi (pada awal tahun 2011). Mencoba peruntungannya dengan mengikuti berbagai audisi dan lomba menulis. Saat ini sudah menelurkan sebuah buku solo bertajuk LAKON FRAGMENTARIS (hadiah dari memenangkan lomba Blog Your Blog yang diselenggarakan oleh sebuah penerbit), menjadi kontributor pada 12 buku/antologi, pada beberapa web, dan memenangkan beberapa lomba blog.

Mohon dijawab pertanyaan berikut:

Makmin: Makassar dikenal sebagai salah satu yang kota yang maju di Indonesia Timur. Bisa emak gambarkan bagaimana kehidupan masyarakatnya?

Mak Mugniar: Secara umum sepertinya mirip dengan masyarakat di kota-kota besar lainnya di Jawa. Pembangunan di sini pesat, tampak dari bertambahnya mal dan bangunan-bangunan megah. Sarana hiburan seperti karaoke banyak. Namun berimbang juga, tempat-tempat ibadah masih dipenuhi para penganut agamanya. Pendeknya, segala sisi positif dan negatif perkembangan zaman dan modernisasi terlihat di kota yang kebanyakan dihuni para pendatang ini. Di samping itu pengaruh adat dan budaya setempat juga masih berpengaruh dalam keseharian masyarakat.

Makmin: Secara umum, bagaimana minat masyakarat terhadap blogging?

Mak Mugniar: Secara umum, minat masyarakat Indonesia terhadap blogging meningkat pesat. Ini terlihat sekali kalau kita browsing, mencari referensi di dunia maya. Juga dengan bertebarannya komunitas-komuntas blogger di berbagai daerah. Mereka mengklasifikasikan diri berdasarkan asal daerah atau minat terhadap topik tertentu. Begitu pun yang dikatakan Wakil Presiden ASEAN Blogger Chapter Indonesia Amril Taufik Gobel di sela Festival Blogger ASEAN di Surakarta, Jumat 10 Mei 2013, bahwa: “Pada 2008 tercatat hanya ada 500 ribu blogger aktif, maka per akhir 2011 melonjak menjadi 5 juta blogger. “ Itu data 2 tahun lalu. Sampai akhir tahun 2013 ini tentu sudah jauh bertambah.

Makmin: Emak terlihat sangat aktif mengikuti kegiatan yang mengajak perempuan di daerah emak untuk menulis. Apa perlunya bagi perempuan untuk menulis?

Mak Mugniar: Awalnya, saya melihatnya sebagai kebutuhan saya. Bagaimana supaya kelak saya bisa mewariskan dokumentasi sejarah saya kepada anak-cucu saya. Sepertinya menarik kalau kelak, mereka bisa “menyaksikan” dokumentasi kehidupan saya dan anak-anak dalam bentuk tulisan. Sesekali saya mendapatkan peristiwa atau kejadian yang sarat hikmah tapi ingin saya sampaikan pesannya kepada mereka tapi saatnya belum pas. Bila dituliskan dan kelak mereka dapat membaca dan mencernanya, sepertinya sudah lebih pas dan mengena untuk mereka. Mudah-mudahan pula dengan begitu mereka tahu bahwa di antara banyak kekurangan yang saya miliki, setidaknya saya berusaha sebaik mungkin untuk menjadi sosok yang tepat bagi mereka.

Makmin: Apa kendala perempuan di Makassar untuk ngeblog?

Mak Mugniar: Saat ini sebenarnya sudah mulai banyak perempuan-perempuan yang jauh lebih muda daripada saya yang suka ngeblog. Usia mereka rata-rata dua puluhan tahun. Cuma karena umumnya mereka eksisnya dalam lingkup kelompok mereka saja dan belum “terhubung” ke luar jadinya tidak terlalu kelihatan. Adik-adik ini umumnya melakukan aktifitas ngeblog untuk curhat, belum banyak yang ikut ambil bagian dalam lomba-lomba blog. Itu bedanya dengan perempuan-perempuan blogger di Jawa. Padahal banyak sisi lain ngeblog yang bisa diperoleh dengan berlomba, salah satunya adalah meningkatkan kemauan dan kemampuan kita untuk selalu belajar.

Kalau ditaksir, jumlah blogger perempuan di Makassar dan Indonesia timur memang masih jauh lebih sedikit daripada di pulau Jawa (ini perkiraan kasar saya saja, bukan data yang valid, berdasarkan data teman-teman facebook saya di mana dari teman-teman blogger perempuan kira-kira 80%-nya bermukim di pulau Jawa, tersebar dari barat hingga timur). Mungkin juga salah satu penyebabnya adalah karena masalah jaringan (data) yang kualitasnya belum sebagus di pulau Jawa.

Makmin: Apa yang bisa ditulis oleh perempuan Makassar di blognya?

Mak Mugniar: Banyak. Misalnya, banyak hal eksotis di sekitar kita yang bisa diekspos. Ya budayanya, ya adat-istiadatnya, ya kegiatan sehari-harinya. Apa saja bisa jadi ide menulis, tergantung bagaimana kepekaan kita menangkapnya dan menjadikannya tulisan.

Makmin: Apa saran emak untuk emak-emak lain yang juga ingin mengajak perempuan di daerahnya masing-masing untuk menulis?

Mak Mugniar: Waah sepertinya ini lebih kepada seruan untuk diri saya sendiri, Mak . Pertama-tama mungkin dengan mengajak bergabung dengan komunitas menulis/blogger. Hal pertama yang saya lakukan kepada mereka yang saya tahu punya minat (walaupun itu sedikit saja) untuk menulis ya itu tadi. Dengan bergabung dalam komunitas yang memiliki minat yang sama, diharapkan aura positif para anggotanya, seperti semangat menulis dan berlomba bisa ditularkan kepada yang lainnya. Dengan demikian keinginan untuk belajar menjadi menguat. Kalau ada yang bertanya, saya ladeni sekemampuan saya. Kalau saya tak bisa menjawabnya ya saya sarankan untuk bertanya kepada mereka yang lebih tahu.

Makmin: Emak juga terlihat bergabung dengan beberapa komunitas, bagaimana caranya bersinergi agar semuanya bermanfaat bagi emak tapi tetap menjaga hubungan baik dengan semuanya?

Mak Mugniar: Saya berusaha menyerap berbagai pelajaran atau manfaat dari berbagai grup itu dan berinteraksi dengan para anggotanya meski melalui dunia maya. Tidak sekadar pasang link, juga bertegur sapa, bersenda gurau, dan ikut kegiatan online semisal kuis atau give away yang diadakan anggotanya, tanpa memandang nilai hadiah yang disediakan. Kalau bisa, saya menyempatkan diri untuk hadir pada acara-acara kopdar yang diselenggarakan.

1482178_565715850174383_1583162845_a

Makmin: Berapa blog yang emak miliki?

Mak Mugniar: Satu saja, Mak.

Makmin: Mengapa emak ngeblog?

Mak Mugniar: Untuk mendokumentasikan kehidupan, pikiran, dan renungan saya. Semoga bermanfaat untuk diri saya dan anak-cucu saya kelak. Mudah-mudahan pesan bahwa manusia itu tidak boleh berhenti belajar, melalui tulisan-tulisan dan lomba-lomba yang saya ikuti juga sampai kepada mereka kelak (yang saya garisbawahi itu, itu yang membuat saya terus memelihara semangat ngeblog saya).

Makmin: Apa gambaran yang paling tepat untuk blog emak?

Mak Mugniar: Apa ya … isinya gado-gado sih. Hanya bisa dikatakan sebagai dokumentasi kehidupan, pikiran, dan renungan seorang Mugniar, dengan segala kekurangan dan keunikannya.

Makmin: Apa sih yang masih harus diperbaiki dari KEB?

Mak Mugniar: Kalau dari saya, saya melihatnya sudah baik. Setelah membaca uraian mak Rina Shelomita, saya ingin memperkuat saja mengenai kemungkinan ke depannya Rumah Emak menjadi tempat perusahaan mencari emak-emak blogger untuk mempublikasikan produk mereka. Jika memungkinkan ditindaklanjuti, harapan saya pembagian fee-nya fair dan KEB menjadi penaung yang bijak.

Makmin: Emak bersedia membantu KEB memperbaiki diri kan?

Mak Mugniar: Bersedia. Sekemampuan saya, tentunya ya Mak

Baiklah mak, terima kasih atas jawabannya. Insya Allah berguna bagi emak-emak lain. Terima kasih, Wassalamu’alaikum