Tupperware Aku Anak Sehat 2014 di Kota Solo

By admin on May 26, 2014

Repostase mak Ety Abdoel

Bertempat di Wisma Batari, Solo, tanggal 21 Mei 2014 Tupperware menyelenggarakan Seminar Pendidikan Nasional dengan tema “Membangun Karakter Hidup Bersih, Sehat, dan Mandiri”. Seminar tersebut merupakan rangkaian kegiatan dari Program “Aku Anak Sehat” sebagai bentuk kepedulian Tupperware akan kondisi kesehatan anak-anak Indonesia.
Seminar ini dihadiri oleh ratusan guru-guru Sekolah Dasar di Kota Solo dengan menghadirkan pembicara para pakar pendidikan yaitu Psikolog Anak Dr. Rose Mini A. P. M. Psi dan Prof. H. Arief Rahman, M.Pd.

Foto keempat pembicara. Dokumentasi mak Ety Abdoel

Foto keempat pembicara. Dokumentasi mak Ety Abdoel

Menurut Public Relations & Marketing Communication Manager PT. Tupperware Indonesia, Umayanti Utami, program Aku Anak Sehat dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan kesehatan kepada para guru Sekolah Dasar, mengunjungi Sekolah Dasar dengan memberikan 1 set wastafel dan 3 set tempat sampah basah dan kering dan poster Pola Hidup Bersih dan Sehat.
Melalui Program Aku Anak Sehat, Tupperware ingin menyebarkan kebiasaan hidup bersih, sehat dan mandiri yang diantaranya bisa dilakukan dengan membawa bekal makanan bergizi ke sekolah, cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta membuang sampah pada tempatnya.
Masih menurut Ibu Umay, sasaran dari program Aku Anak Sehat adalah anak-anak Sekolah Dasar karena mereka adalah kelompok umur yang rawan terhadap masalah kesehatan. Selain itu, Tupperware ingin agar kebiasaan pola hidup sehat bisa ditanamankan sedini mungkin. Jika anak sehat tentu mudah bagi mereka untuk bisa berprestasi dibidang apa saja.

Bersama Umayati Utami. Dokumentasi mak Ety Abdoel

Bersama Umayati Utami. Dokumentasi mak Ety Abdoel

Pada kesempatan ini Psikolog kondang Dr. Rose Mini, A. P. M. Psi atau akrab disapa Bunda Romi menegaskan bahwa peran orangtua dan guru amat penting dalam membangun kebiasaan hidup bersih, sehat dan mandiri pada anak. Orangtua dan guru adalah orang terdekat yang menjadi panutan bagi anak-anak. Nasehat saja tidak cukup, anak perlu contoh nyata. Contohnya, jika ingin anak didik membawa bekal makanan bergizi dari rumah, gurupun harus melakukan hal yang sama.
Senada dengan pembicara lainnya, Ibu Theresia Irawati, SKM, M. Kes, Kepala Sub Bidang Kementrian, Bidang Advokasi dan Kemitraan, Pusat Promosi Kesehatan, Sekertariat Jemderal Kementerian Kesehatan RI juga mengatakan jika menanamkan kebiasaan hidup bersih, sehat dan mandiri itu harus dimulai sejak dini. Program Aku Anak Sehat juga memberikan kontribusi pada suksesnya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dijalankan di sekolah-sekolah.
Sementara itu perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Solo mengungkapkan penghargaannya kepada Tupperware yang telah mengadakan penyuluhan kesehatan bagi para guru. Hal ini tentu menambah wawasan para guru dalam upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih, sehat dan mandiri pada para muridnya.
Sebagai emak, saya merasa beruntung bisa berkesempatan hadir mewakili KEB dalam acara konferensi pers “Tupperware Aku Anak Sehat 2014”. Saya diingatkan kembali akan pentingnya menanamkan pola hidup bersih, sehat, dan mandiri sedini mungkin.
Acara ini juga menyediakan sesi tanya jawab dan pembagian doorprize. Sayang, saya tidak mendapatkan doorprize tapi pulangnya pihak Tupperware memberikan souvenir pada para rekan blogger dan media.
Oh, ya Program Aku Anak Sehat telah berjalan berkesinambungan sejak tahun 2007. Program ini telah menjangkau 1855 sekolah, 200.000 murid dan 300.000 guru Sekolah Dasar. Di tahun 2014 ini, ada sekitar 650 SD dan 100.000 murid SD di 5 kota akan dikunjungi.
PT. Tupperware juga mengkampayekan “Anak Jempolan”, dengan mengajak murid Sekolah Dasar untuk membawa bekal makanan bergizi selama 21 hari berturut-turut. Di hari ke 22, bagi murid yang berhasil akan mendapat sertifikat dan paket Tupperware.
Selain itu untuk memeriahkan Program Aku Anak Sehat, Tupperware juga mengadakan Lomba Cerita Blogger dan Lomba Catatan Bekal Anakku dengan tema “Membangun Karakter Hidup Bersih, Sehat, dan Mandiri”. Periode lomba dimulai pada tanggal 10 Mei 2014 hingga tanggal 10 Agustus 2014.
Membentuk karakter hidup bersih, sehat dan mandiri memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa diwujudkan. Perlu komitmen kuat, tauladan dan ketelatenan dari orangtua dan guru sebagai pihak yang memegang peranan penting.