Adalah fakta nyata bahwa masyarakat Indonesia kebanyakan menggunakan jenis pasta gigi secara turun-temurun. Ini terlihat dari kebanyakan pasta gigi bekas yang ditukarkan para peserta ‘Ayo Ganti!’ untuk Gigi dan Mulut yang Lebih Sehat – Edukasi gigi dan mulut masyarakat Indonesia yang lebih baik yang saya hadiri.

Edukasi yang terselenggara atas kerja sama Formula dan pemerintah Kota Makassar (melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Makassar) ini berlangsung pada tanggal 10 Juni 2015 di Kantor Kecamatan Ujung Tanah.

Fakta-fakta lain mengenai penggunaan sikat gigi adalah: orang Indonesia rata-rata mengganti sikat giginya satu kali dalam 10 bulan atau ketika sudah megar. Padahal ini kebiasaan yang tidak tepat. Mbak Yuna Eka Kristina – Head Corporate & Marketing Communication OT Group mengatakan, “Bulu sikat gigi yang megar tidak efektif membersihkan gigi. Yang kena malah gusinya. Itu bisa melukai gusi. Sikat gigi yang dipakai sampai lebih dari tiga bulan juga bisa menyebabkan dua ratus jutaan bakteri hidup di sikat gigi!”

Sebelumnya, Drg. Ita Isdiana Anwar, M. Kes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Makassar memberikan pemaparan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Utamanya peran ibu amat dituntut di sini. Yah, yang hadir kan ibu-ibu. Sebagian besar merupakan anggota tim PKK Kecamatan Ujung Tanah dan warganya. Bahkan Pak Camat dan Bu Camatnya juga hadir. Kalau dari KEB, saya dan Mak Aida yang bisa hadir. Emak-emak yang lainnya tidak bisa hadir. Salah satu alasannya adalah karena lokasi acaranya jauuuh, di daerah pesisir pantai, di bagian utara Kota Makassar. Walaupun sudah melihat peta, Mak Aida dan saya masih harus nanya-nanya dulu untuk sampai di lokasi acara.

Eh, saya tadi mau cerita tentang penyampaian Drg. Ita, ya. Kata bu dokter gigi CCL (ceria, cantik, dan lincah) itu, penyakit gigi dan mulut masuk urutan keenam di Kota Makassar. Sementara data Riskesdas tahun 2013 menyatakan bahwa 72% masalah gigi adalah gigi berlubang. Maka usaha kampanye yang bersifat preventif promotif seperti ini patut dihargai.

Satu masalah gigi yang harus diupayakan pencegahannya adalah “gigi keropos”. Penyebabnya adalah kuman streptococcus mutan yang membentuk koloni. Koloni kuman ini menghasilkan “perekat” yang sangat lengket di gigi. Perekat/kotoran ini bisa hilang dengan cara menyikat gigi. Kotoran tersebut bersifat asam. Sumbernya adalah berbagai bahan makanan, seperti cokelat, permen, dan buah. Makanan yang lengket dalam rentang waktu yang lama inilah yang kemudian menyebabkan gigi berlubang.

 “Jangan larang anaknya makan cokelat ya, Bu. Saya tidak setuju. Makan cokelat jangan dilarang. Yang harus dilakukan adalah segera menyikat gigi setelah makan,” ujar dokter gigi yang mengakui sangat menyukai cokelat ini.

“Dua waktu yang orang harus menyikat gigi adalah sesudah makan dan sebelum tidur!” Drg. Ita memberi penekanan mengenai waktu tepat untuk menyikat gigi kepada hadirin.

Di akhir sesinya, dokter gigi yang senang bercanda ini menyampaikan pesan Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia baru-baru ini. Diharapkan kita benar-benar memperhatikan kesehatan anak melalui 3 masalah anak bergizi buruk ini: mata, telinga, dan gigi.

Satu hal yang menarik dalam acara ini adalah adanya EGGSPERIMEN yang dibawakan oleh Mbak Yuna dan panitia. Dua cangkang telur yang sudah direndam 2 jenis pasta gigi selama 4 hari, direndam lagi ke dalam larutan cuka. Pasta gigi yang digunakan untuk merendam cangkang telur tersebut adalah adalah Formula Strong Protector yang mengandung SPL (System Protector Layer) dan pasta gigi lain. Pasta gigi Formula Strong Protector mengandung bahan-bahan yang melindungi gigi dari asam.

Para peserta bisa melihat perbedaan yang terjadi pada dua cangkang telur yang direndam dalam larutan cuka. Terlihat bahwa cangkang telur yang sudah direndam pasta gigi lain cepat sekali menyebabkan gelembung-gelembung udara di dalam larutan cuka. Ini menunjukkan proses pengeroposan pada cangkang telur sehingga kalsium tersedot (ingat: cangkang telur juga mengandung kalsium seperti gigi kita). Sementara yang sudah direndam dengan Formula Strong Protector masih terlihat “aman”.

Jadi, dengan demikian hadirin jadi tahu, bagaimana harus memilih pasta gigi yang baik. Selain itu, pengetahuan untuk memilih sikat gigi yang baik juga diberikan, yaitu yang ujung bulunya lembut dan bulat, serta gagangnya mudah dipegang. Alasannya sederhana, yaitu karena sikat gigi yang seperti inilah yang tidak melukai gusi dan bisa menjangkau semua bagian gigi kita.

Ayo Ganti Pakai Formula

Wuuih, ndak rugi hadir di acara ini. Dapat tambahan wawasan, bisa ganti sikat gigi beserta pasta gigi lama dengan yang baru, dapat sertifikat, dan dapat goodie bag pula. Terima kasih Formula, sudah mengundang kami.

***

Ditulis oleh Mak Mugniar (www.mugniar.com)