“Pada saat sahur, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, serealia atau roti dengan gandum utuh, havermut atau jagung”

 

IrmaMira-Yoga

Di bulan Ramadan ini, sering kita mendengar orang mengeluh kalau puasa membuat tubuhnya lemas dan tidak bersemangat saat beraktivitas.

Perubahan waktu makan dan jumlah makanan yang dimakan pada saat berpuasa, membuat tubuh perlu beradaptasi dengan kondisi tersebut. Namun, bukan berarti aktivitas jadi terganggu. Jika asupan makanan dilakukan dengan benar, maka tubuh akan tetap bugar saat puasa. Prinsipnya, selalu pastikan asupan nutrisi seimbang dan makan makanan beragam.

Saat sahur, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, serealia atau roti dengan gandum utuh, havermut, atau jagung. Karbohidrat kompleks yang terkandung didalamnya dicerna lebih lambat, sehingga menimbulkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana.

Selain itu, jangan terlalu banyak makanan yang digoreng. Metabolisme lemak membutuhkan banyak air sehingga Anda akan merasa lebih haus pada siang hari. Pastikan Anda mengonsumsi protein hewani, nabati, sayuran, buah dan susu. Susu bermanfaat memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan sebagai sumber protein hewani.

Saat berbuka, awali dengan minuman manis secukupnya dan sedikit makanan seperti 3 butir kurma, kue basah, atau buah. Makan malam sebaiknya dilakukan setelah sholat maghrib, untuk memberi kesempatan bagi lambung siap mencerna makanan. Hindari terlalu memuaskan diri dengan makan secara berlebihan, makanlah secukupnya secara perlahan.

Hal lain yang perlu diingat, cukupi kebutuhan cairan tubuh sebanyak 8 gelas sehari. Minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas pada malam hari. Kekurangan cairan pada saat puasa berisiko sakit kepala, kurang konsentrasi hingga sembelit.

Tetap lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki dan senam. Hal ini akan membantu tubuh Anda tetap bugar saat puasa.(rewrite)