Harry Potter sudah tidak tahan lagi menghabiskan sisa musim panas bersama keluarga Dursley, ia ingin segera kembali ke Sekolah Sihir Hogwarts.

Sepertinya banyak yang mengenali asal cerita ini dari buku apa. Yap! Serial Harry Potter! Nah, kita kenalan dulu dengan genre yang satu ini ya. Apa sih kriteria FIKSI FANTASI itu?

Fantasi adalah kisah-kisah khayalan, imajinatif dan ajaib. Bisa bercerita tentang tokoh manusia biasa atau tokoh rekaan, di dunia biasa atau dunia khayalan.

Meskipun imajinatif, semua peristiwa dan keberadaan hal-hal ajaib dapat dijelaskan secara masuk akal dengan logika cerita yang baik. Misalnya tokoh anak yang memiliki sayap dijelaskan dengan ilmiah, berupa hasil rekayasa genetika, atau keturunan silang antara alien dengan manusia.

Hindari unsur kebetulan untuk menyelesaikan konflik.

Bebaskan imajinasi Anda, tetapi cobalah untuk tidak terjebak pada fantasi yang sudah ada dan banyak di pasaran, seperti dunia sihir Harry Potter, dunia peri, dll.

Perhatikan pula anak-anak target pembaca Anda. Untuk mereka dan tentang mereka novel ini Anda tulis.
(sumber : Ary Nilandary)

Subgenre dalam Fantasi, antara lain:

  • science fiction/futuristik
  • time travel
  • magical
  • animal fantasy
  • high fantasy, dll.

Jadi, bagaimana cara kita memulainya?

Satu, ambil kertas dan tulis. Buka laptop -baca bismillah- mengkhayal. 🙂

1. Buatlah sebuah setting dunia yang bukan dunia kita. Buat secara detail dunia tersebut. Deskripsikan seperti apa penduduknya, bagaimana sistem di situ, bagaimana budayanya. Penting banget!

Contoh :

– dunia Harry Potter adalah dunia sihir yang paralel dengan dunia kita.
– Wall E menggambarkan bumi abad kesekian
– Star Trek itu menggambarkan berbagai macam kehidupan di luar angkasa

2.  Sistem di dunia itu nantinya berkaitan dengan peristiwa yang terjadi. Kebanyakan cerita fantasi diawali oleh situasi genting atau perang juga boleh.
– Harry Potter diculik dalam buku pertamanya oleh Rubeus Hagrid
– Dalam film Brave, ayah Putri Merida bertempur dengan beruang raksasa, Mordu

3. Buatlah sebuah karakter yang di dalam perjalanannya nanti akan mengalami perubahan.
Di The Chronicles of Narnia, misalnya, Peter dan adik-adiknya melewati sebuah pintu ke dunia lain, dan di sana mereka dinobatkan menjadi raja dan ratu.

4. Ciptakan situasi genting. Contohnya keruntuhan Lord Voldemort di Harry Potter, terpilihnya Katnis jadi peserta Hunger Games.

5. Tapi sepertinya hal paling penting dalam sebuah cerita fantasi adalah perjalanan karakternya sampai mengalami perubahan.

6. Perubahan karakter pastinya dipengaruhi situasi sekitarnya yg juga dipengaruhi oleh perubahan karakter. Ribet ya? Banget!

7. Itulah sebabnya cerita fantasi amat sulit dibuat. Dunianya harus kita kenal detail supaya bisa bikin perjalanan karakter dan peristiwa yang oke.

8. Oh iya, inget juga buat penulis cerita fantasi, bimbing pembaca yang belum tahu dunia tempat ceritamu terjadi ya. Jangan dilepas begitu saja.

9. Beri perkenalan jelas di awal tentang dunia fantasi itu. Kalo ada perang di sana, ceritakan jelas apa yang terjadi supaya pembaca gak bingung

Selamat mencobaaa!