Bagi pebisnis atau pun pejabat penting, waktu 24 jam seolah tidak cukup untuk melakukan semua kegiatan. Karena waktu yang sangat berharga itu, memilih alat transportasi yang mendukung kegiatan mereka sangat penting. Salah satu alternatif adalah menggunakan pesawat jet eksklusif. Mengapa?

Jadwal penerbangan regular Indonesia sering tidak menentu. Belum bisa diharapkan untuk fleksibel, baik dari segi waktu maupun rutenya. Belum lagi kerepotan suasana di bandara yang bisa memakan waktu.  Bagi pebisnis atau pejabat penting, dalam satu hari mereka bisa melakukan perjalanan berkali-kali. Menghadiri rapat, mengecek bisnis, atau bertemu orang penting. Seolah waktu berlalu begitu cepat dan semuanya harus dilakukan dengan terburu-buru.

Maka, bukan hal yang aneh bila mereka sebentar-sebentar melirik jam tangan, melihat jadwal. Benar-benar waktu mereka  sangat berharga. Dengan  kegiatan yang sangat padat itu, apakah mungkin mereka melakukan penerbangan biasa seperti orang-orang pada umumnya? Mereka tidak mungkin minta didahulukan atau diperlakukan istimewa, bukan? Sedangkan hak setiap penumpang adalah sama, menunggu giliran sesuai antrian dan fasilitas yang dibayarkan.

Berbagai ketidak-efisienan tersebut membuat para pelaku bisnis berskala besar mulai melirik penggunaan pesawat jet eksklusif. Pesawat jet eksklusif tersebut bisa digunakan dengan cara mencarter (menyewa) untuk keperluan pribadi. Beberapa diantara mereka bahkan membelinya. Dengan pesawat  pribadi tersebut, mereka bebas melakukan perjalanan bisnis ke mana saja. Waktunya bisa sesuaikan dengan keperluan mereka.

Pengalaman dari Capt Manfred Baudzus, Senior Sales Director Embraer Executive Jets Asia Pasifik, bahwa mereka, para pebisnis, memanfaatkan waktu perjalannya untuk istirahat. Biasanya mereka berangkat pada malam hari, seusai jam kantor, kira-kira pukul 23.00. Untuk perjalanan ke Jepang, misalnya, mereka pagi hari sudah sampai di tempat, pakai jas, langsung bekerja kembali.

Saya jadi ingin mengulas tentang Syahrini. Artis cantik yang satu ini sempat menghebohkan jagad sosial media dengan postingan-postingan ketika ia berada di atas pesawat jet eksklusif.

Sudah pada tahu juga kan, apa saja bisnis yang dijalani oleh artis yang dikenal dengan maju mundur cantiknya itu? Juga jangan merasa aneh bila penampilannya selalu cetar membahana begitu, soalnya dirinya dijadikan brand atas bisnisnya itu sendiri. Apa yang ia kenakan malah menghasilkan uang bagi dirinya. Bahkan namanya sering dicatut tanpa konfirmasi untuk nama alat kosmetik dan busana dengan label namanya.

Kalau saya menilai Syahrini ini sangat berbakat di bidang bisnis ketimbang tarik suara. Tapi beruntungnya ia, suara yang pas-pasan itu cukup melambungkan namanya terlebih dahulu. Dan beruntungnya lagi, setiap apa-apa yang ia lontarkan dan kenakan bisa menjadi branding atas dirinya sendiri. Belakangan ia malah hampir dikenal sebagai seorang artis pebisnis yang sukses karena ia memproduksi sendiri berbagai macam kebutuhan perempuan untuk tampil cantik.

Pesawat Jet Eksekutif

Dengan seabreg kesibukannya itu, sangat tidak efisien bila Syahrini menggunakan pesawat regular biasa, meski kelas bisnis sekali pun. Berapa banyak kerugian dan kerepotan yang ia timbulkan bila Syahrini terjebak dalam penerbangan delay? Sekarang enggak perlu heran dan menilai si Inces gaya hidupnya teramat glamour deh ya. Sudah paham kan, kenapa Syahrini suka menggunakan pesawat jet eksklusif untuk memperlancar mobilitasnya?

Bagi orang super sibuk, duduk berjam-jam di pesawat merasa sudah membuang banyak waktu. Lah kalau kita, berada di pesawat adalah sebuah kesempatan sangat spesial  karena saking jarangnya. Mereka naik pesawat puluhan kali dalam seminggu, sedangkan kita ada yang seumur hidup cuma naik pesawat sekali saja. Itupun ketika naik haji. Miris? Ya enggaklah, biasa saja, kan kebutuhan tiap-tiap individu berbeda?

Tetapi bukan hanya pebisnis dan pejabat saja yang menggunakan jasa pesawat jet eksklusif tersebut, siapa pun bisa menyewanya. Tarif yang dikenakan untuk penggunaannya dihitung per jam. Secara umum dikategorikan ke dalam 3 ukuran yang berbeda, jet kecil, jet menengah dan jet ukuran besar (khusus penerbangan jarak jauh). Dirilis dari data di tahun 2015 harga sewa pesawat ini  sebagai berikut, pesawat kecil: Rp. 21,59 juta-Rp. 43,70 juta. Pesawat menengah: Rp. 58,47 juta-Rp. 101,45 juta. Pesawat besar: Rp. 103,78-Rp. 124,48 juta.

Makin besarnya skala bisnis di Indonesia dengan ribuan pulaunya, negara ini menjadi industri potensial pemasaran pesawat jet eksekutif tersebut. Kebanyakan di Indonesia pesawat-pesawat itu dibeli oleh korporasi. Untuk sistem pengoperasian dan pengelolaan pesawat di Indonesia diserahkan pada Premiair. Menurut Tony Hadi, Presdir Premiair, sistem itu adalah yang paling lazim dilakukan oleh pemilik pesawat jet eksekutif. Karena para pemilik tidak lagi direpotkan dengan urusan pengoperasian dan perawatan pesawat. Semua dikerjakan oleh Premiair.

Ada 50 pesawat jet eksekutif yang berhomebase di Indonesia. 15 diantaranya dimiliki oleh warga Indonesia. Dengan jumlah itu, Indonesia menduduki peringkat ke tiga di kawasan Asia Pasifik. Kita hanya kalah dibandingkan China 29 pesawat dan India 22 pesawat. Sayangnya pesawat tersebut bukan buatan negeri sendiri. Melainkan dibeli dari produsen pesawat jet Embraer dari Brasil. Kelak, mampukah kita memprodusinya sendiri?

Indonesia berpotensi besar untuk penerbangan bisnis, karena negara kita memiliki 17.000 pulau. Sedangkan jarak dari ujung pulau Indonesia Timur ke ujung Indonesia Barat lebih jauh dari daratan utama Amerika Serikat. Indonesia, sejak dulu memang selalu menarik di mata dunia. Berbisnis apa pun sepertinya selalu berpeluang sukses di negeri ini.

***

Pesawat Jet Eksklusif Sebagai Kebutuhan merupakan post trigger #KEBloggingCollab yang ditulis oleh Sri Mulyani untuk kelompok Dian Sastro.

Sri Mulyani adalah member KEB yang tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara. Sri Mulyani, pengelola blog www.cintaputih.com