Rekomendasi 5 jajanan malam Jogja kaki lima legendaris  ini untuk membantu teman-teman yang akan berlibur menemukan favorit masyarakat setempat sejak dulu kala.

Kuliner malam Jogja identik dengan makanan berat seperti gudeg, sate klathak, bakmi, dan sejenisnya. Bagaimana dengan yang ingin ngemil saja sebelum tidur? Dengan tubuh lelah setelah seharian bermain di pantai atau antre foto di spot keren, banyak wisatawan yang cuma ingin leyeh-leyeh di kamar hotel sambil ngemil ketika malam tiba.

Baca dulu yuk: Yogyakarta yang Makin Istimewa 

Rekomendasi ini khusus untuk jajanan di malam hari karena biasanya dari pagi hingga sore wisatawan sudah menyebar ke tempat-tempat wisata.

Di Yogyakarta, terdapat banyak sekali franchise camilan atau makanan ringan terkenal yang bisa dipesan  antar. Namun, kurang afdal jika sudah sampai Jogja tapi tidak menikmati jajanan yang telah lama disukai masyarakat setempat dan para mantan mahasiswa.

Kalau bingung cara mencapai tempat-tempat ini atau kondisi lalu lintas liburan sangat padat, cek saja apakah tersedia di aplikasi ojek online supaya bisa diantar ke tempat teman-teman menginap.

 

Berikut daftar 5 Jajanan Malam Jogja yang Legendaris. Sudah pernah mencicipi?

1. Burger Monalisa

5 Jajanan Malam Kakilima Legendaris di Jogja

Burger Monalisa terletak di Jl Kaliurang Sekip atau yang sekarang dikenal sebagai Jl Persatuan, komplek Universitas Gadjah Mada. Jajanan ini merupakan perintis merakyatnya jajanan asing ini di Jogja, sebelum ada McD dan teman-temannya.

Sekarang jajanan malam Jogja yang terkenal di kalangan mahasiswa ini sudah membuka cabang di beberapa tempat, antara lain Jl Damai, Babarsari dan Mrican. Kalau sulit menemui di cabang-cabang tersebut, bisa langsung saja ke tempat pembuatannya di Jl Sisingamangaraja.

Lapak di UGM adalah yang paling legendaris dan menjadi kenangan indah maupun pahit bagi para mantan mahasiswa. Di sanalah banyak upaya pedekate dilakukan. Zaman dahulu, menenteng burger Monalisa ke kos gadis pujaan merupakan unsur penentu apakah akan mendapat dukungan dari teman-teman kos gadis pujaan tersebut atau tidak.

Saat ini sudah ada beragam variasi burger di seluruh Jogja, tapi burger Monalisa masih tetap bertahan. Ciri khas burger Monalisa adalah saus rumahan yang sangat pas dengan lidah Indonesia, terutama lidah Jogja karena ada citarasa manis di sela rasa gurih keju. Sausnya juga berlimpah bleberan karena lebih cair. Ciri lain adalah irisan bawang bombay yang tebal sehingga menimbulkan aroma tajam ketika digigit. Yang tidak suka, jangan lupa memesan burger tanpa bawang bombay.

Jika liburan ke Jogja, sempatkan mencicipi burger Jawa ini dengan harga antara Rp 18.000 – Rp 20.000. Selain burger, di sini juga dijual hotdog, spaghetti, pizza mini, roti bakar dan pisang bakar.

 

2. Kue Bandung Dan Pukis Ko Yung Kotabaru

 

5 Jajanan Malam Kakilima Legendaris di Jogja

 

Pukis yang dijual di dekat Gereja St Antonius, Jl Abu Bakar Ali, Kotabaru ini tampil  mlekoh, menul-menul, alias besar dan lembut dengan taburan keju atau meises yang cukup royal. Beda dengan pukis lain di mana pun di Jogja yang umumnya bantat.

Selain pukis, Ko Yung juga menyediakan kue bandung alias martabak manis. Martabak manisnya juga beda ya dengan yang lain karena aroma butternya itu menguar dahsyat.

Harganya memang sedikit lebih tinggi tapi dijamin oleh tekstur, rasa dan aromanya. Untuk kue bandung dihargai RP 60.000,- ke atas. Sedangkan harga pukisnya antara Rp 7.000 – Rp 9.000 sebiji. Enak banget dinikmati selagi hangat.

 

3. Martabak Rahayu

Jajanan malam Jogja legendaris lainnya adalah Martabak Rahayu, yang terletak di Jl Letkol Subadri, di samping Rumah Sakit Bethesda, tak jauh dari GKJ Gondokusuman.

Martabak Rahayu menyediakan martabak telur dan martabak manis alias terang bulan. Tapi yang paling dikenal adalah martabak telurnya. Jika hari ramai, sekeluarga akan turun tangan melayani pembeli.

Keistimewaan martabak telur Rahayu adalah rasanya yang enak dan cara memasak martabak super. Martabak telur dahulu ada 3 tingkatan harga yaitu biasa, istimewa dan super. Sekarang ada martabak jumbo juga. Tiap tingkatan berarti ada penambahan telur. Kisaran harganya antara Rp 25.000,- sampai Rp 50.000,-.

Untuk martabak super, pertama-tama dibuatlah martabak seperti biasa. Lalu martabak tersebut diletakkan di atas kulit lain dan disiram isi lagi. Selanjutnya, kulit tadi ditangkupkan ke tumpukan martabak dan digoreng. Hasilnya adalah martabak didalam martabak.

Sekarang ada penjual martabak lain yang memasak dengan cara itu untuk martabak tingkatan atas tapi hasilnya tidak sebesar itu dan isinya pun tidak setebal martabak Rahayu.

 

4. Lumpia Samijaya

 

5 Jajanan Malam Kakilima Legendaris di Jogja

 

Jika teman-teman ingin menghabiskan malam dengan jalan-jalan di Malioboro, jangan lupa untuk berhenti di toko Samijaya dan membeli lumpia di depannya. Lumpia Samijaya buka dari pagi sampai siang, istirahat sebentar, lalu buka lagi di malam hari.

Rasanya enak, renyah dan isinya banyak. Harganya baru saja saja naik nih, menjadi antara Rp 4.000,- sampai Rp 4.500,-. Semoga tidak naik lagi di liburan tahun baru nanti.

 

5. Cenil Mbah Hadi

5 Jajanan Malam Kakilima Legendaris di Jogja

Ke Jogja tak lengkap tanpa jajan pasar. Tapi kan pasar buka pagi, sedangkan pagi-pagi harus sudah antre untuk foto di Kalibiru. Jangan khawatir! Jajan pasar pun ada yang malam hari, persembahan dari Mbah Hadi.

Mbah Hadi menyediakan cenil, tiwul, gatot, dan ketan. Harganya murah meriah seperti di pasar. Rp 3.000,- saja sudah dapat kok. Tapi porsi terbaik sih di harga Rp 5.000,-.

Mbah Hadi buka mulai sore dan tutup tidak terlalu malam, sekitar jam 20.00. Lapaknya ada di Jl AM Sangaji, 80 meter utara Tugu atau di seberang gereja St Albertus Magnus Jetis. Karena hanya merupakan lapak lesehan sederhana, jangan sampai terlewat jika menggunakan mobil. Apalagi lalu lintas di sini cukup padat, jadi sabar saja jika diklakson.

Itulah 5 jajanan malam Jogja yang legendaris yang harus dicoba. Semoga liburan teman-teman menyenangkan dan membawa kenangan manis.

***

Lusiana Trisnasari, narablog di https://www.beyourselfwoman.com

Sumber foto:

  1. Burger Monalisa : koleksi pribadi
  2. Kue Bandung dan Pukir Ko Yung: instagram @biquinervinta
  3. Martabak Rahayu: koleksi pribadi
  4. Lumpia Samijaya: koleksi pribadi
  5. Cenil Mbah Hadi: instagram @puas_magz