Terkenal dengan negara yang memiliki jumlah penduduk padat, Indonesi berada di tengah perekonomian yang meningkat dan persentase kemiskinan juga memiliki penurunan. Kondisi yang berbalik ironi ketika statistik mengatakan bahwa di Indonesia ada 2 ibu melahirkan dan 8 bayi baru lahir yang meninggal setiap jamnya. Angka kematian ibu melahirkan meninggal di Indonesia terbilang tinggi dibandingkan dengan sebagian negara berpenghasilan menengah di Asia.

Apalagi jika melihat Thailand dan Vietnam yang angka kematian Ibu melahirkan cenderung lebih kecil dari Indonesia, seharus bisa menjadi sebuah pemecut agar lebih responsif lagi terhadap kasus ini.

Upaya Mengurangi Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir

Untuk membantu mengurangi angka kematian tersebut, USAID menerapkan pendekatan baru yang menjalain kerjasama antara Pemerintah Indonesia, lembaga donor, masyarakat madani, Emak Blogger, dan sektor swasta untuk menguatkan dan memobilisasi sumber daya dalam negeri guna menghasilkan dan menerapkan solusi-solusi berkelanjutan untuk mengakhiri ibu melahirkan meninggal yang dapat dicegah.

Baca yuk tentang Post Partum Depression 

 

USAID memperluas keahliannya dari memfasilitasi menuju keterlibatan sistem kesehatan secara menyeluruh, menyangkut penyedia layanan publik dan swasta seta sistem pelayanan kesehatan nasional yang menerapkan aturan dan insentif untuk penyediaan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

 

Ibu Melahirkan Meninggal

 

USAID Jalin, merupakan program kesehatan ibu dan bayi baru lahir senilai 55 juta dollar untuk mengatasi faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang kompleks dan saling berkaitan.

Dengan mengumpulkan, menganalisa, dan menyabarluaskan data-data mengenai faktor-faktor penentu kematian Ibu dan bayi baru lahir, serta menguji solusi-solusi lokal yang telah di identifikasi di enam provinsi tempat USAID Jalin bekerja (Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan), Usaid Jalin bergerak menuju perubahan-perubahan sistem yang akan meningkatkan kualitas kesehatan secara nasional.

 

Fakta Terkait Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Indonesia

Dalam sepuluh tahun terakhir, kematian ibu dan neonatal di Indonesia relatif stagnan. Data pada tahun 2017 angka kematian neonatal mencapai 15 per 1000 kelahiran hidup, masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya dengan ekonomi menengah.

Kematian ibu dapat terjadi pada saat kehamilan, persalinan, maupun pasca persalinan. Dalam setiap tahap proses kehamilan sampai pasca persalinan seorang ibu memiliki resiko untuk meninggal. Kematian ibu terbesar terjadi pada masa pasca persalinan 57%, diikuti pada masa kehamilan 22%, dan saat melahirkan 15%.

 

Ibu Melahirkan Meninggal

Faktor kematian ibu terbesar masih bisa dicegah, dalam kondisi di Indonesia teruama disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan 32% dan pendarahan pasca persalinan 20%. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah dua hal tersebut. Sebuah angka yang tinggi pada pernikahan dini yakni dibawah 20 tahu juga memiliko risiko kesehatan pada perempuan di Indonesia.

Pemerintah tentunya dapat lebiih menekankan untuk meningkatan fasilitas kesehatan, dalam setiap tahap pemeriksaan kehamilan, layanan persalinan, sampai pasca persalinan. Kurangnya layanan kesehatan yang memenuhi standar pemeriksaan kehamilan dan tindak persalinan juga menambah risiko dan penganagan yang kurang tepat memiliki faktor terjadinya kematian ibu.

Data dan fakta yang terjadi di Indonesia cukup ironi, karena hal itu pemerintah juga masyarakat tidak bisa membiarkan kasus ini terjadi terus menerus. Pengurangan kematian ibu dan bayi baru lahir secara nasional membutuhkan upya berkelanjutan yang lebih panjang dari periode suatu proyek karena diketahui akar permasalahannya yang kompleks.

 

Ibu Melahirkan Meninggal

 

USAID Jalin bertujuan untuk mencapai perubahan-perubahan sistem yang berdampak nyata dan terukur yang menjadi indikasi positif bahwa pergerakan kesehatan ibu dan bayi baru lahir menuju kerah perbaikan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kematian ibu dan bayi baru lahir telah ditangani secara sistematis.

Bulan Desember juga masyarakat Indonesia tahu bahwa diperingati sebagai Hari  Ibu, apa yang dilakukan ntuk menyelamatkan para ibu ?. Masyarakat juga bisa mulai berkontribusi dalam menguranngi angka kematian ibu dan bayi baru lahir dengan sukarela memberikan wawasan serta edukasi kesehatan yang bisa disebarkan melalui lingkungan terdekat.

 

****

Kontributor : Mira Utami