Hai, Mak! Kali ini saya mau sharing tentang FOMO, dan kaitannya dengan kita para bloger nih. Hohoho .

Sebelumnya nih, tahukah Emak arti dari FOMO?

FOMO is Fear Of Missing Out, an all-consuming desire to keep up with everyone else, to have what they have, to do what they’re doing.

Begitu katanya, Mak.

 

Jangan Jadi Bloger FOMO - Bisa Membahayakan Blog Kita Sendiri!

 

Ya, kalau mau diterjemahin secara bebas sih, adalah keinginan kita untuk tetap kekinian dan mengikuti yang orang lain lakukan, pengin punya yang orang lain punya juga. Pokoknya nggak mau ketinggalan, gitu deh, intinya

Lah, terus ada hubungannya gitu dengan aktivitas kita sebagai blogger? Ada beud, Mak. Banyak malah. πŸ˜€

Di blogosphere, ada banyak kisah sukses para seleblog yang bisa bikin blogger lain “ngiri”, dan pengin juga sesukses para seleblog ini.

Sebenarnya ya kondisi ini wajar saja sih. Makanya saya juga menaruh tanda petik di “ngiri”. Karena ini bisa berarti positif. Kita jadi punya motivasi untuk lebih baik. Yekan, Mak?

Namun, hal ini berubah jadi kurang baik ketika rasa “iri” itu menjadi bentuk FOMO. Apalagi kalau sampai berlebihan.

Terus bentuknya apa kalau seorang blogger terlanda FOMO? Salah satunya, ia akan selalu berusaha mengikuti apa yang lagi rame, sampai-sampai nggak fokus dengan blognya sendiri. Misalnya, kalau yang lagi rame travel blog, maka ia pun buru-buru bikin travel blog. Dibuat dulu, dipikir nanti. Terus tiba-tiba trending beauty blog, maka ia pun segera ikut nge-beauty blog juga.

Nggak cuma berhenti di situ. Setiap event, apa pun event blogger, selalu ingin ikut. Setiap ada keramaian, daftar. Saking pengin sukses kayak yang di sana sini situ, semua-mua dilakuin.

Tapi akhirnya, nggak ada yang beres 😐 Sibuk ngikut sana-sini, sampai lupa bahwa setiap blog itu unik. Setiap pemilik blog itu punya kekuatan sendiri. Nggak perlu ikut-ikut orang.

Bahkan, ada yang saking FOMO-nya, ide orang lain pun diambil dan ditiru abis (atas nama terinspirasi). Foto orang lain diambil, supaya nampak fotonya keren.

Duh, capeknya ya, mau jadi kayak rangorang, Mak? Capek nggak sih, Mak? Berusaha untuk kayak orang lain gitu, apalagi dalam blogging? Kalau saya sih capeee deee ….

Kebiasaan FOMO ini bisa “menghancurkan” blog kita sendiri lo, Mak. Bahkan juga menghancurkan personal branding yang mungkin sudah kita bangun. Apa nggak sayang tuh?

Coba kita lihat ya, Mak. Soal blog nih. FOMO akan bikin topik blog nggak fokus. Nggak fokus akan membuat konten nggak mendalam. Kalau blognya blog baru, pasti deh bakalan nggak keurus.

Ya gimana mau keurus kan? Mungkin topik blognya bukan passion kok. Kan cuma ikut-ikutan rangorang. Padahal prinsip memulai sebuah blog kalau mau bisa bertahan itu harus sesuai dengan minat dan passion. Bukan karena pengin atau emosi sesaat.

Terus soal personal branding nih. Karena ikut sana-sini, terus penginnya dikenal sebagai blogger yang kayak apa dong? Travel blogger, kok travel blognya diupdate 5 bulan sekali? Mau beauty blogger, kok ngereview baru sekali doang dalam 3 bulan ini?

So, nggak mau kan jadi bloger FOMO yang ke mana-mana ngeblognya? Nggak jelas dan nggak fokus? Gampang terdistraksi dengan trending? Dan nggak punya kekhasan? Nah, saya punya sedikit tip nih. Boleh dicoba ya, Mak, biar nggak lelah jadi bloger dan bisa mempertahankan jati diri sebagai bloger dengan pribadi yang unik.

 

Tip Supaya Nggak Jadi Bloger FOMO

Cara Mengajak Brand Kerja Sama Secara Sopan dan Etis

1. Sadar kalau ngeblog bukan proses instan

Para seleblog yang sukses itu tidak meraih kesuksesan dalam semalam. Coba deh ditanya. Pasti sudah jadi blogger setidaknya 5 tahun lebih deh. Rata-rata ini yah, Mak.

Dengan secara membabi buta melakukan ini itu tanpa fokus, tak akan membuat kita sukses sebagai blogger dengan cepat. Bahkan, kalau bisa fokus, meski mungkin berproses lebih panjang, tapi kesuksesan itu akan datang, Mak.

 

2. Menerima diri kita apa adanya

Mungkin kita memang nggak bisa membuat infografis secanggih pemenang lomba blog yang onoh. Tapi, hal tersebut nggak menjadikan kita jadi blogger gagal, Mak. Kita masih punya hal lain kok yang bisa kita fokusin, gali lebih dalam, dan kemudian munculkan jadi keunggulan diri kita.

Kalau semisal memang pengin mempelajari ilmu baru yang bisa mendukung aktivitas blogging kita ya, itu bagus banget. Tapi bukan karena FOMO ya. Beda lo, Mak πŸ™‚

 

3. Berhenti fokus pada apa yang orang lain punya

Karena kita juga punya apa-apa sendiri, Mak. Kalau kita merasa nggak punya apa-apa, kemungkinan karena kita kurang menggali diri kita lebih dalam. Karena setiap dari kita itu kan unik. Betul nggak? Bahkan kita masing-masing punya gaya bahasa sendiri-sendiri lo, kalau mau digali lagi. Gaya bahasa itu bisa banget jadi ciri khas kita di blog, Mak.

Hayo, Mak! Ketimbang fokus ngliatin orang lain melulu, kenapa nggak mendingan kita liatin diri kita sendiri? Fokus ke diri kita sendiri, mencoba mencari apa yang bisa dikembangkan?

 

4. Enjoy the blogging process

Yep, seperti kata orang bijak bilang, bahwa blogging itu ibarat lari marathon. Prosesnya panjang untuk mencapai kesuksesan. Itu pun tergantung nasib juga sih.

Untuk bisa sesukses para seleblog itu perlu waktu, kecerdasan, kreativitas, dan sedikit keberuntungan. Realistis aja nih, Mak.

Karena itu, nikmati sajalah kegiatan blogging itu. Cintailah prosesnya. Lakukanlah dengan hati senang.

 

5. Bersosialisasi sewajarnya

Dunia blog selayaknya dunia nyata di luar sana, bisa jadi tempat sosialisasi yang baik tapi juga bisa punya dampak buruk. Apalagi kalau kita nggak hati-hati.

Dengan bersosialisasi sewajarnya, kita pun bisa memilih dan memilah pengaruh atau hal baik apa yang bisa kita ambil manfaatnya untuk memberi nilai tambah pada diri kita sendiri.

 

Nah, itu sedikit tentang efek dari menjadi seorang bloger FOMO ya, Mak, dan apa yang mesti kita lakukan supaya nggak terjebak untuk jadi FOMO.

Boleh nih, Mak, kalau ada yang mau diskusi lebih lanjut soal bloger FOMO. Boleh langsung komen saja πŸ™‚

Semoga artikel ini bermanfaat ya, untuk menjaga konsistensi ngeblog kita.