Menjadi orang tua merupakan pekerjaan paling komplek yang pernah ada. Tidak hanya merawat dan membesarkan anak saja, orang tua juga harus memahami segala hal tentang pertumbuhan dan perkembangan anak dari mereka lahir sampai waktu yang tidak terhingga. Selain memastikan anak mendapatkan kasih sayang yang cukup, makanan yang bergizi dan lingkungan yang nyaman, orang tua juga harus memperhatikan setiap barang yang ada di sekitar anak-anak, termasuk soal mainan anak.

Karena walaupun terlihat sepele, nyatanya mainan anak memberikan dampak yang cukup besar untuk menstimulus pertumbuhan dan perkembangan anak lo, Mak.

Nah, pas banget nih, Mak, berikut ini beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan soal mainan anak. Seberapa penting ya kira-kira? Simak ulasan berikut ini.

 

8 Hal yang Harus Diperhatikan oleh Orang Tua jika Ingin Memberikan Mainan Anak

1. Anak-anak Belajar dari Mainan Mereka

Mak, saat kita membelikan mainan anak, apakah kita memikirkan terlebih dahulu bahwa mainan tersebut bermanfaat untuk anak atau tidak? Atau sekadar membeli karena bentuknya lucu dan anak suka?

Tahu nggak sih, Mak, bahwa ternyata anak-anak banyak belajar dari mainan yang sering mereka mainkan? Ya, anak-anak memang belajar dan berkembang sesuai dengan apa yang ada di sekitarnya, termasuk dari mainan.

Seperti contohnya, ketika anak-anak bermain puzzle, maka mereka sedang belajar mengasah kemampuan kognitif mereka. Saat mereka bermain dengan balok yang disusun dan bermain laying-layang di lapangan, kemampuan fisik mereka juga ikut diasah dan berkembang.

Maka dari itu, sebagai orang tua kita harus bijak saat memberikan mainan anak.

 

2. Pilih Mainan Anak Sesuai dengan Usia

Sangat penting sekali bagi orang tua untuk membelikan mainan yang sesuai dengan umur anak. Hal ini balik lagi ke poin pertama, karena mainan tidak hanya sekedar kesenangan tetapi juga mendukung proses pembelajaran anak.

Nggak mungkin kan, Mak, kita membelikan sepeda untuk anak yang belum berusia 1 tahun atau membelikan puzzle kepada anak yang baru belajar merangkak?

Contoh memilih mainan anak yang sesuai dengan usia antara lain memberikan mainan karet untuk stimulus bagi anak yang mau tumbuh gigi, atau membelikan mainan puzzle untuk anak yang berusia di atas 1 tahun.

Jika kita tepat memberikan mainan untuk anak, maka hal tersebut akan membantu tumbuh kembang mereka.

 

3. Bahan dan Bentuknya Aman

Mainan yang bagus belum tentu aman kan ya untuk anak?

Maka dari itu, sebagai orang tua kita harus teliti dan bijak sebelum membeli mainan anak. Kita harus pastikan, bahwa semua yang dipegang anak aman termasuk dari bentuk maupun bahannya. Dewasa ini, banyak mainan anak yang mengandung bahan berbahaya seperti plastik atau bahan lain yang bisa masuk dalam tubuh lo.

Selain itu, bentuk mainannya juga perlu diperhatikan. Hindari mainan yang terbuat dari bahan rawan pecah atau hancur yang justru bisa membahayakan anak-anak saat bermain.

 

4. Bermain itu Sehat

Tak sedikit orang tua yang membatasi ruang bermain anaknya, terutama aktivitas di luar ruangan, karena khawatir anaknya akan celaka. Padahal pada masa anak-anak, seharusnya mereka dibiarkan menikmati dunia mereka, yaitu bermain.

Selain menyenangkan untuk anak-anak, bermain ternyata juga sehat untuk tubuh mereka loh. Bermain mengembangkan kemampuan fisik anak sehingga anak menjadi kuat dan sehat.

Contoh mudahnya, ‘anak yang terbiasa bermain di luar ruangan, berlari-larian, kejar-kejaran dan lompat-lompatan akan memiliki fisik yang lebih kuat dibandingkan anak yang hanya bermain di dalam ruangan’.

Jadi, sebaiknya, biarkan anak-anak bermain dengan bebas ya, Mak, asal masih dalam pengawasan kita demi keselamatannya.

 

5. Bermain Menghilangkan Stres Anak

Ketika anak merasa ngambek atau murung karena keinginannya tidak terpenuhi, maka cobalah ajak untuk bermain bersama.

Dengan bermain, anak akan melupakan kegelisahan dan kemurungannya dan seiring berlanjutnya permainan, mereka akan bisa melupakan sepenuhnya.

Agar terapi bermain ini berjalan dengan baik, pilihlah permainan yang paling disukai oleh anak-anak. Jangan ragu juga untuk turut bermain bersama agar mood mereka bisa membaik dengan lebih cepat. Karena bagaimanapun anak-anak akan lebih senang jika saat bermain ada yang menemani dan mengajak berinteraksi.

 

6. Luangkan Waktu untuk Bermain bersama Anak

Kadang orang tua hanya berpikir bahwa anak akan senang jika sudah dibelikan mainan kesukaan mereka. Namun, kita kurang sadar sepenuhnya, bahwa anak juga perlu pendampingan saat bermain permainan kesukaan mereka.

Selain membuat anak senang, dengan kita turut bermain bersama mereka, kita juga bisa mengontrol dan memastikan bahwa mainan tersebut bermanfaat untuk perkembangan kognitif, fisik, bahasa, sosial dan juga emosional anak-anak.

 

7. Bermain di Luar Ruangan

Seperti yang sudah disinggung di atas, bermain tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruangan tetapi akan lebih seru jika anak-anak juga diajak bermain di luar ruangan. Sekali-kali ajak anak bermain laying-layang ke taman, ataupun bermain pasir di pantai.

Walaupun terkesan kotor, bermain di luar ruangan justru memberikan dampak yang lebih bagus lo, untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak bisa belajar bersosialiasasi dengan orang baru, dan dunia baru yang tidak bisa dapatkan jika hanya bermain di dalam rumah saja.

Selain itu, bermain di luar ruangan juga melatih fisik anak-anak untuk tahan dalam segala kondisi, termasuk panas angin. Anak yang sering bermain di luar ruangan pasti memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat jika dibandingkan yang hanya berdiam di dalam ruangan.

 

8. Beri Kepercayaan Anak untuk Mengeksplor Mainannya

Saat membelikan mainan anak yang baru, jangan langsung memberikan instruksi bagaimana cara memainkan mainan tersebut. Akan tetapi biarkan mereka mengeksplor terlebih dahulu, namun tetap dalam pengawasan kita.

Jika sudah dirasa cukup, barulah beri mereka contoh dan lihat apa yang bisa anak-anak lakukan dengan mainan tersebut.

Salah satu contohnya adalah ketika kita membelikan mainan lego. Biarkan terlebih dahulu anak-anak bermain sesuka hati mereka dengan lego-lego tersebut. Baru setelah itu, ajari cara memainkannya dan biarkan mereka bereksperimen dengan lego-lego tersebut.

Berantakan? Bukan masalah. Karena justru dari berantakan tersebut anak-anak belajar banyak hal tentang suatu hal yang mereka anggap baru.

 

Nah, Mak, sekarang sudah tahu kan, bahwa mainan anak ternyata juga memiliki peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak?

Maka dari itu, mulai sekarang kita harus teliti dan bijak saat memilih dan membeli mainan anak.

Jangan tergoda membelikan mainan lucu, padahal barang tersebut tidak ada gunanya atau bahkan bisa membahayakan anak-anak.

Yang pentingnya lagi, pastikan mainan anak yang diberikan sesuai dengan usia dan kebutuhan anak-anak ya. Dan poinnya, selalu awasi setiap anak-anak bermain agar kita bisa mengontrol dan memastikan bahwa anak-anak benar-benar aman dan belajar dengan mainan-mainan tersebut.

Semangat berburu mainan anak yang edukatif ya, Mak!