Penghasilan dari Google Adsense adalah yang paling diidamkan para blogger. Tapi nyatanya tidak mudah untuk sekadar mencapai USD100, batas minimal pendapatan yang bisa ditarik.

Mastah-mastah yang sudah berpenghasilan tinggi itu harus mendedikasikan seluruh waktunya untuk mempelajari dan menjaga strategi yang ditamankan dalam blog-blog mereka. Makanya, jika sudah mencium bau dollar, banyak memutuskan untuk menjadi full time blogger dan keluar dari pekerjaan sebelumnya, karena memang tak akan bisa berbagi waktu dan perhatian.

 

Lalu, apa kabar emak-emak blogger yang ingin mendapat penghasilan dari Google Adsense, tapi pegang laptop sebentar saja anak-anak sudah kacau balau berantem atau memberantakkan isi rumah?

Di acara #KEBBelajar beberapa waktu lalu, Kumpulan Emak Blogger mendatangkan ProPS ke Yogyakarta untuk memberikan solusi bagi emak-emak yang ingin mendapatkan penghasilan dari Google Adsense. Ternyata, emak blogger yang ingin mendapat penghasilan dari Adsense sangat banyak, sampai-sampai sebagian peserta datang dari Solo, Malang, Cilacap, bahkan Surabaya.

Tentu saja tidak ada cara instan. Kita harus memperbaiki blog kita dulu agar sesuai dengan syarat dan ketentuan blog yang dapat mendulang dollar dari adsense. Meski tetap harus bekerja keras tapi tidak perlu seintensif mastah Adsense, jadi kita masih ada waktu untuk mengajak anak-anak jalan-jalan sore di taman kompleks. Kalau tidak mau capek ya minta warisan dari ortu saja.

Narasumber yang ditampilkan adalah Ilona Juwita dari Props tentang Langkah Jitu Memaksimalkan Pendapatan dari Iklan, dan Carolina Ratri dari KEB tentang Pillar Posts. Tema yang diangkat keduanya saling berhubungan dan mendukung. Jadi, wajib disimak baik-baik.

Penghasilan dari Google Adsense

Sekilas ProPS

ProPS adalah Google Channel Partner yang siap bekerja sama dengan para publisher, termasuk emak blogger, untuk memonetasi blog agar mendapat penghasilan dari Google Adsense.

ProPS sudah memegang semua sertifikasi Google Monetization Platform. Bahkan ProPS telah meraih Top 1 Google Healthy Inventory Award 2017 se-Asia Tenggara.

Jangan khawatir, ProPS tidak menargetkan blog dengan view berjuta-juta pada emak-emak blogger untuk mendapatkan penghasilan dari Google Adsense ini. Kalau targetnya seperti itu, mungkin di forum lain. Untuk event bersama KEB ini, ProPS menyadari betul keterbatasan para emak. Karenanya, ProPS mengutamakan kerja sama saling menguntungkan.

ProPS akan membantu memberikan informasi apa saja yang perlu diperbaiki dari blog kita. Jika sudah diperbaiki, ProPS akan bertanggung jawab dalam perencanaan dan penempatan iklan Adsense di blog kita. Dari pendapatan yang telah diperoleh, akan dilakukan bagi hasil.

Jadi, kita tetap ngeblog ya, Mak. Bukan ProPS yang akan ngeblog di blog kita. ProPS hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan iklan Adsense di blog kita.

Karena Emak sendiri yang harus ngeblog, maka dilakukan mbak Ilona Juwita dari ProPS, mengedukasi para emak, agar dari blog yang jumlah viewnya “emak banget” itu bisa meraih dollar sebanyak-banyaknya.

 

Penghasilan dari Google Adsense

Langkah Jitu Memaksimalkan Pendapatan dari Iklan

Peluang untuk mendapatkan penghasilan dari blog antara lain adalah dengan konten marketing baik video maupun artikel, menambahkan link affilate, menjadi influencer, menjual produk digital dan memasang iklan. Sepertinya Emak Blogger sudah melakukan hampir semuanya, ya. Mungkin yang belum banyak adalah menjual produk digital. Yang paling diidamkan para emak tentu saja iklan yang berbuah dollar.

Namun, untuk mendapatkan penghasilan dari iklan–utamanya penghasilan dari Google Adsense ini–Emak perlu meningkatkan performa blog. Berikut langkah-langkahnya:

1. Gunakan Template Mobile Friendly

Coba cek Google Analytics, bisa dipastikan traffic dari mobile gadget akan lebih banyak dari desktop.

Karena itu, template yang mobile friendly itu sudah mutlak. Untuk mengecek apakah template Emak sudah mobile friendly atau belum, coba buka blog di ponsel atau tablet. Kalau masih harus menggeser ke kanan dan ke kiri untuk membaca, berarti template tersebut belum mobile friendly. Template yang mobile friendly itu berarti blog Emak bisa menyesuaikan dengan lebar layar gadget apa pun.

 

2. Rampingkan Plugin

Khusus untuk blog berplatform WordPress self hosted, kita memang lebih dimudahkan dengan adanya plugins, yaitu tools atau script tambahan untuk memaksimalkan performa blog. Plugins memang mengurangi banyak sekali beban pekerjaan kita.

Tapi plugin juga memakan storage cukup besar yang bisa memengaruhi page latency, sehingga berefek pada kecepatan loading blog. Padahal waktu loading blog yang bagus itu tak lebih dari 3 detik harus sudah 100% terbuka.

Jadi, hapus saja yang tidak terpakai dan tidak terlalu penting.

 

Penghasilan dari Google Adsense

3. Pastikan Sumber Traffic Berkualitas

Kalau mau penghasilan dari Google Adsense bisa maksimal di blog, traffic harus didongkrak. Bisa dengan share di media sosial, blogwalking atau pasang iklan juga.

Blogwalking itu baik, tapi jika tidak dengan blog yang bagus pula, malah merugikan karena spam score akan tinggi, dan yang datang ke blog kita pun tidak berkualitas. Belum lagi jika dari para peserta lomba blog yang baperan atau dari sponsored post yang gagal bayar. Kalau mereka kalah, artikel dihapus, jadilah broken link di blog kita.

Untuk peserta lomba blog sebenarnya cukup unlink saja dengan penyelenggara kalau sudah sebel banget kalah, jangan dihapus artikelnya. Kasihan teman-teman. Untuk pemilik blog, sebaiknya hapus saja link komen yang menggunakan link artikel, bukan link blog, untuk mengurangi risiko.

 

4. Pastikan Keterlihatan Iklan

Yang sering dilupakan blogger adalah bahwa penampakan iklan di desktop dan ponsel itu berbeda.

Meski di desktop iklan tersebut diletakkan di sidebar, tapi begitu dilihat di ponsel, iklan itu akan meluncur ke bawah setelah artikel. Pengunjung yang sudah lelah membaca tak akan meneruskan lagi setelah artikel berakhir. Iklan tak akan dilihatnya.

Terbaik diletakkan di atas, di antara paragraf atau di layer. Iklan baru akan dibayar jika terlihat minimal 2 detik.

 

5. Jangan Klik Iklan Sendiri

Biar pendapatan banyak, terus mau lembur buat ngeklik iklan sendiri, ya? Diketawain Google loh. Jangan, ya.

 

6. Gunakan Variasi Iklan

Yang kita sudah sering dengar adalah Adsense dan Adwords. Padahal ada jenis iklan lain yang lebih asik dari Google, yaitu AdExchange. Pengunjung hanya perlu melihat iklan AdExchange maka kita akan mendapat penghasilan.

Tapi tentu saja persyaratannya lebih tinggi, yaitu minimum pageview 20 juta per bulan dan penghasilan USD200 per hari. Untuk pribadi sangat berat. Mungkin marketplace bisa, karena sekarang kalau googling mencari apa pun selalu marketplace yang muncul di page one.

Untuk banyaknya iklan, maksimal 3 iklan tiap slot tapi tidak lebih dari 50% view. Kalau tertutup iklan terlalu banyak, pengunjung pun akan buru-buru pergi karena merasa terganggu.

 

7. Globalkan Target Audience

Nah, di sinilah sebenarnya kunci yang harus dipegang emak-emak, karena ternyata pageview rendah itu tak masalah asal “mahal” agar revenue tinggi.

Negara-negara berbahasa Inggris merupakan target terbaik untuk memperoleh RPM tinggi. Tapi itu berarti blog kita pun harus berbahasa Inggris. Pakai Google Translate bisa kok karena sekarang lebih baik meski masih kaku. Begitu pula dengan tema, haruslah yang bisa dimengerti secara internasional.

Sebagai contoh, salah satu tema yang mudah mengglobal itu adalah tema travelling. Ini sama sekali bukan berarti objeknya harus di luar negeri, melainkan penyajian ceritanya harus menargetkan pembaca asing, baik dari sudut pandang maupun jenis informasinya. Untuk obyeknya sendiri bebas, bisa di kampung atau pasar.

 

8. Perbanyak Konten Evergreen

Ini akan lebih banyak dibahas oleh Carolina Ratri.

 

9. Buat Konten SEO Friendly

Penghasilan dari Google Adsense

Sebagian emak memang kesulitan mempraktikkannya tapi bisa dipelajari. Bergabunglah dengan kelas-kelas atau Arisan Ilmu yang diadakan oleh KEB.

Kita boleh saja mengandalkan teman-teman blogger untuk menambah view. Tapi berapa jumlah blogger di Indonesia ini dan kita kenal, sementara yang kita butuhkan puluhan ribu, kalau perlu jutaan?

Dengan konten yang SEO friendly, blog kita akan cepat ditemukan calon pengunjung ketika memasukkan kata kunci di Google search.

 

10. Bekerja sama Dengan Google Channel Partner

Sebagai partner, Props mengerti ketentuan dan peraturan Google sehingga bisa membereskan sebagian pernak-pernik Adsense itu. Berkurang deh separo pusingnya.

 

 

Membuat Konten Penyangga Blog

Konten penyangga blog atau pillar posts adalah bahasan yang penting dan berkaitan dengan Adsense karena Emak tetap harus ngeblog sendiri, bukan dibuatkan Props kalau mau kerjasama.

Pillar posts dibutuhkan agar blog emak menjadi referensi pencari keyword yang bersangkutan sehingga menghasilkan traffic yang stabil.

Ciri pillar posts:

  1. Practical, yaitu menjadi referensi atau panduan untuk melakukan suatu tindakan. Bentuknya bisa tutorial, how to, atau checklist.
  2. Evergreen, yaitu bertahan lama, lebih dari 10 tahun selalu dicari orang yang membutuhkannya. Karena itu, pastikan yang butuh juga banyak. Dengan begini orang akan terus-menerus datang ke blog kita meski lama tidak di-share di media sosial.

Penghasilan dari Google Adsense

Menulis hal-hal tren bukannya tidak boleh. Bagaimanapun itulah yang menghasilkan traffic instan. Tapi tren juga cepat dilupakan orang. Maka dari itu, usahakan sebulan sekali membuat pillar posts. Yang terbaik tentu saja membuat semua konten itu pillar posts jika punya waktu dan sumber daya untuk melakukannya.

 

Cara Membuat Pillar Posts:

  1. Tentukan Ide Besarnya. Ini termasuk topik, target pembaca dan permasalahn umumnya. Setelah itu ditarik tema yang bisa menjadi magnet bagi pembaca.
  2. Riset Kata Kunci. Prinsip utamanya supply vs demand. Sedangkan tools yang bisa dipakai antara lain Ubersuggest, Google Trends, Google Keyword Planner, dan sebagainya. Kalau belum tahu tentang hal ini, usul atuh ke Makmin membuat kelas-kelas online kecil berbayar untuk praktik mendalam masing-masing tool. Kebanyakan sekarang kelas yang diminta masih monetasi dan SEO secara global. Akibatnya kita tahunya juga permukaannya saja.
  3. Buat Outline Yang Tepat. 5W 1H harus diterapkan. Jangan buang-buang kalimat tak perlu karena pembaca Indonesia hanya menghabiskan 15 detik untuk mencari apa yang mereka butuhkan lalu pergi.
  4. Lakukan SEO Checklist. Sebenarnya ini tidak sulit kok kalau sudah terbiasa. Kalau belum terbiasa, bikin note yang bisa dilihat tiap kali kita membuat konten. Yang harus dicek: kata kunci, subheadings, captivating headline, short url, meta search description, image alt attributes, serta internal dan external links.
  5. Tekan spam score serendah mungkin. Sumber spam score yang tinggi adalah link di placement articles dan link di komentar. Menerima placement articles itu boleh saja, terpulang dari idealisme masing-masing blogger. Yang penting pastikan link yang ditanam di sana berkualitas dan jangan banyak-banyak. Begitu pula link di kolom komentar. Seperti saran saya di atas, sebaiknya link langsung dari artikel iklan atau lomba tidak diizinkan, untuk menghindari bencana baper dan dihapus artikelnya oleh yang bersangkutan. Akan lebih baik lagi jika kita cek kondisi blog yang bersangkutan sebelum diloloskan dari moderasi.

 

Penghasilan dari Google Adsense

Kalau dibaca sepertinya panjang jalan menuju penghasilan dari Google Adsense. Tapi kalau tidak diterapkan, dengan blog berview cuma ratusan per hari, maka penghasilan dari Google Adsense ini akan selamanya sekadar cita-cita.

Lagi pula, kalau diterapkan, keuntungannya ada 2, mendapat penghasilan dari Google Adsense dan memperbaiki statistik untuk mendapat job lain.

Selamat berusaha!

***

Reportase Lusi Trisnasari untuk KEB