Kemampuan leadership merupakan salah satu kemampuan soft skill yang harus ditanamkan pada si buah hati sedini mungkin. Kebiasaan-kebiasaan lahir sejak kita bahkan masih ada di perut ibu, baik itu kebiasaan buruk maupun kebiasaan baik. Dengan menanamkan kemampuan children leadership sejak dini, maka soft skill ini akan menjadi “kebiasaan” untuknya, yang nantinya akan sangat berguna ketika dia menjalani hidup yang sebenarnya.

Being a leader, berbeda sekali dengan being a boss. Menurut Donald H. McGannon, leader is action, not position. Leader itu perilaku, bukan sebuah posisi. Jadi berbeda sekali dengan being bossy.

Setuju nggak, Mak, sampai di sini?

Nah, ternyata ada beberapa hal sepele yang bisa kita lakukan, untuk memupuk jiwa children leadership ini.

  1. Tumbuhkan kemampuan berkomunikasi yang sifatnya dua arah, yaitu sebagai pembicara dan pendengar. Jangan sampai pernah terucap kalimat seperti, “Kamu masih kecil, jangan banyak omong!” Nah, ini bisa mematikan karakternya, Mak.
  2. Beri kesempatan pada anak untuk bicara dan berpendapat. Mintalah mereka untuk bercerita tentang pengalamannya, atau menyanyi dengan suara keras, di depan keluarga besar yang sedang berkumpul. Hal ini bisa melatih mentalnya untuk berani tampil dan percaya diri.
  3. Biasakan anak bergaul sekaligus mengikuti aturan. Mainkan permainan yang menuntut anak untuk mengikuti aturan-aturan.
  4. Latih rasa tanggung jawab anak, biarkan dia ikut merasakan menjadi bagian dari sebuah tugas dan tanggung jawab yang menyertainya. Misalnya, harus merapikan mainannya setelah selesai bermain, atau merapikan kamar untuk anak-anak yang lebih  besar.

 

Nah, ada sedikit catatan sih, Mak. Akan sedikit gampang gampang susah jika kita menangani anak sulung dalam penanaman children leadership ini. Antara dia akan menjadi “bossy”, atau bisa saja malah merasa “terkalahkan” oleh adiknya. Perlu banyak kesabaran dari Emak ya.

Paling mudah untuk melihat kemampuan memimpin pada seorang anak adalah ketika dia bermain dalam kelompok. Terutama ketika dia harus mengambil inisiatif dan memecahkan masalah. Misalnya, ajak anak untuk memainkan permainan perburuan harta karun. Minta mereka untuk keluar rumah dulu, kemudian sembunyikan beberapa “harta karun” di dalam rumah. Anak yang berbakat menjadi pemimpin akan selalu menjadi yang paling antusias menjadi pemburu harta karun. Di sepanjang permainan, dia akan tak henti-hentinya berceloteh untuk menyemangati teman-temannya yang lain untuk terus mencari harta karunnya sampai ketemu.

Menurut beberapa ahli, jiwa pemimpin juga bisa tumbuh berkembang jika anak berada di lingkungan yang positif, Mak. Maka, yuk ciptakan lingkungan yang kondusif untuk anak-anak kita supaya bisa bertumbuh kembang secara optimal.

Happy parenting, Mak!