Dunia teknologi hari ini sudah jauh berbeda dengan puluhan tahun lalu. Teknologi berkembang amat pesat sehingga mengubah pola perilaku orang-orang. Salah satu perubahan yang terjadi adalah di dunia radio.

Dulu kita mengenal siaran radio konvensional dalam frekuensi AM/FM. Beberapa program radio amat populer kala itu, seperti sandiwara radio produksi RRI (Radio Republik Indonesia) ataupun Obrolan Ringan di Warung Kopi besutan Radio Prambors.

Sekarang, ada yang namanya Podcast, yang dikenal sebagai siaran radio on demand. Podcast atau Ipod Broadcasting lahir seiring kehadiran Ipod produksi Apple di 2001. Jadi, podcast merupakan siaran radio yang didengarkan lewat perangkat Ipod.

Podcast semodel dengan Youtube, di mana siarannya bisa didengarkan kapan pun sesuai keinginan kita. Pun bisa didengarkan secara berulang-ulang. Seiring waktu, siaran Podcast bisa diakses melalui perangkat lain seperti  Anchor, Spotify, Google Podcast, Overcast, Inspigo dan perangkat lainnya.

Topik yang diperbincangkan di Podcast beragam. Ada yang mengangkat isu politik, komedi, olahraga, bahkan fiksi.

Di Amerika Serikat, keberadaan Podcast sudah populer. Menurut data Edison Reseach, ada sekitar 39 juta rakyat Amerika Serikat mendengarkan Podcast tiap akhir bulan. Sementara itu di Indonesia, kehadiran Podcast memang belum populer. Masih sulit menemukan publisher Podcast yang populer didengarkan hingga jutaan orang. Beda dengan konten Youtube.

Meskipun keberadaan Podcast belum berkembang, namun sebagai media berekspresi, Podcast layak untuk dicoba. Atas alasan inilah, Arisan Ilmu KEB Solo di bulan November 2019 menghadirkan Sara Neyrhiza sebagai Narasumber untuk mengupas tentang Podcast dan Voice Over.

Langkah Membuat Podcast

Podcast dan Voice Over, Ini yang Perlu Dikenali

Sara Neyrhiza, Podcaster The Late Brunch

Sara mengatakan untuk memproduksi sebuah serial, Podcast tidak harus dengan peralatan layaknya di studio siaran. Podcast bisa dibuat dengan peralatan yang dipunyai banyak orang yaitu smartphone.

Sebelum membuat sebuah Podcast ada beberapa hal penting yang harus dilakukan:

 

  • Topic

Tentukan topik yang akan dibahas lebih dulu. Kemudian menentukan format siaran, berbentuk talkshow atau lainnya. Jangan lupa tentukan target pendengar.

  • Name

Pemilihan nama terkait branding yang akan dibangun melalui Podcast. Bisa dilihat di Spotify, beberapa nama serial yang populer di sana seperti Do You See What I See, Unfaedah Podcast, dan lain-lain.

  • Script

Sebelum siaran atau rekaman sebaiknya disusun dulu naskahnya agar lancar ketika proses recording.

  • Equipment

Siapkan suara, gadget dan mikrophone. Dengan ketiga alat ini saja, proses membuat Podcast bisa dilakukan

  • Recording

Untuk proses rekaman, tidak harus di studio. Cukup gunakan gadget yang kita miliki. Sara memberi saran, saat recording posisi gadget sama seperti saat sedang berbicara di telepon. Agar suara yang dihasilkan bisa tertangkap mikropon yang ada di gadget.

  • Submission

Untuk submission serial Podcast yang telah kita buat, bisa diunggah ke platform Anchor yang tersedia gratis. Untuk mendengarkannya bisa melalui Spotify dan lain-lain.

Sara sendiri merupakan Podcaster yang tinggal di Solo. Beberapa serial Podcastnya adalah Kartu Keluarga, Kalau Cinta dan The Late Brunch.

Ia menambahkan, agar produksi suara saat rekaman itu bagus dan enak didengar maka ada teknik yang harus dipahami. Untuk itulah, selain materi Podcast, perempuan yang selalu tampil chic ini memberikan materi voice over.

Teknik Voice Over

Podcast dan Voice Over, Ini yang Perlu Dikenali

 

Menurut Sara, ada dua faktor yang memengaruhi produksi suara yang dihasilkan bagus atau tidak. Ada faktor eksternal dan internal.

Faktor eksternal di antaranya, yaitu :

  • Lokasi, sebaiknya lokasi yang digunakan tidak ada gangguan suara.
  • Alat rekam, alat rekam mempengaruhi hasil. Namun, jangan berkecil hati, alat yang sederhana masih bisa dimaksimalkan fungsinya.
  • Tes sebelum rekaman

Penting untuk mengecek kesiapan alat rekam, seperti cek mikropon sebelum digunakan. Jika menggunakan hand mix, jangan sekali-kali mengetes dengan cara mengetuk bagian atasnya. Cukup dengan, tes suara saja.

Faktor Internal, meliputi

  • Artikulasi, merupakan cara untuk memproduksi suara yang baik, pengucapannya jelas dan nyaring.
  • Intonasi, meliputi tinggi rendah nada, jeda dan penekanan saat mengucapkan sebuah kata.
  • Volume, agar terekam dengan baik maka volume yang dihasilkan harus memadai.

Podcast dan Voice Over merupakan sesuatu yang baru bagi sebagian besar anggota KEB Solo. Hal ini menarik, mengingat perkembangan teknologi digital makin tak terbendung. Sebagai pelaku konten kreator, keberadaan Podcast bisa jadi alternatif untuk mengekspresikan diri.

***

Ety Abdoel; Ketua Kumpulan Emak Blogger (KEB) Solo