Hola, Emak! Kita mau bahas tentang bagaimana cara riset kata kunci yang tepat untuk artikel blog kita nih, kali ini.

Tapi, apa sih kata kunci itu?

Kata kunci adalah kata-kata atau frase yang biasa kita masukkan ke dalam search engine, seperti Google, Yahoo, atau Bing, dan lain-lainnya, saat kita ingin mencari informasi tertentu. Berdasarkan kata-kata yang kita masukkan tadi, si search engine kemudian akan menyajikan data yang relevan dengan informasi yang kita cari.

Ibaratnya, gampangannya gini.

Kita pengin beli buku A di toko buku. Kalau saya sih kadang suka praktisnya. Daripada celingukan mencari, saya mending langsung mencari buku A tersebut di komputer yang biasanya disediakan. Masukkan judul buku yang kita cari. Ketemu datanya, ada nomor raknya. Selanjutnya, kita bisa langsung menuju ke rak TKP. Baru kemudian mungkin kita mencari alternatif-alternatif buku yang lain.

Pada gitu gak kalau di toko buku? Atau cuma saya aja nih yang suka gitu? 😀

Kalau belum tahu judulnya apa? Biasanya ya, saya masukkan saja topik bukunya. Misal, “belajar menulis”. Nanti kan akan muncul berderet buku yang barangkali punya judul yang kurang lebih sama dengan kata yang kita cari kan? Kalau bukunya nggak ada, ya nol pencarian.

Nah, begitu juga cara kerja kata kunci dalam search engine. So, riset kata kunci yang kita lakukan adalah upaya untuk menyediakan supply atas demand terhadap topik artikel tertentu.

Keywords is about “mencari” demand, dan kemudian diberikan supply melalui artikel.

Karena ada demand “kata dalam pencarian”, maka para content marketers (termasuk di dalamnya adalah para blogger) akhirnya menyediakan supply.

Nah, gitu deh ya, perkenalan singkat sama kata kunci ini. Semoga cukup jelas ya, Mak.

 

Riset Kata Kunci

Kata kunci ini adalah bagian yang paling terpenting dari SEO. Jadi, mau nggak mau, kita memang mesti menguasainya, kalau pengin artikel kita mudah ditemukan di Google.

Terus, gimana cara menemukan kata kunci yang pas untuk artikel kita? Apa bisa hanya diterawang atau main capcipcup?

Heh, memangnya SEO itu sihir? Enggaklah, Mak. SEO itu ilmu analisis. Penentuan kata kunci enggak bisa sekadar nebak, kek nebak isi hatimu. Juga enggak bisa capcipcup, ngitungin kancing kek pas kita ulangan di SD. Nggak bisa. Ada caranya.

Yaitu dengan riset kata kunci.

Riset kata kunci adalah di mana para penulis konten melakukan riset terhadap istilah yang dipakai orang saat sedang menggunakan Google. Tujuannya pastinya adalah untuk bisa menyediakan supply yang sesuai dan diinginkan oleh demand.

Nah, yang perlu diperhatikan: riset kata kunci ini sebenarnya bagus kalau dilakukan sebelum menulis artikel. Yes, bukan pada sesudahnya ya. Karena dengan demikian, kita bisa sekalian memasukkan kata kuncinya ke dalam artikel, jadi nggak terlihat aneh.

Dengan sudah mengantongi kata-kata kunci yang pas sejak awal, sepertinya sih kita jadi bisa mengolah sekalian dalam kalimat yang luwes dan hidup.

 

Beberapa tahapan keywords research

Cara Riset Kata Kunci dan Memilih yang Paling Tepat untuk Artikel Blog

 

1. Buat list

Buatlah daftar atau senarai atau list beberapa kata atau frase yang mungkin digunakan orang untuk mencari artikel di Google.

Bayangkan saja begini. Kita mau mencari informasi tentang sesuatu. Kira-kira apa yang akan kita ketikkan di kotak search Google? Kalau kita menemukannya, maka kemungkinan besar orang lain akan memikirkan kata/frasa yang sama. Pastikan kata atau frase tersebut adalah kata dan frase yang familier diketahui oleh banyak orang ya. Umum, gitu maksudnya. Jangan memilih kata yang cuma kepikiran oleh kita sendiri.

Misalnya ya, frasa “review gado-gado paling maknyus di Jakarta”. Nah, kata “maknyus” memang kata populer, tapi kalah umum dengan “enak”. Atau, memilih kata kunci “gue cari hotel”. Kata “gue” di situ nggak terlalu umum dipakai, karena nggak semua orang menggunakan kata “gue”. Mendingan pakai yang biasa aja, “cari hotel murah di Bandung”, misalnya.

Paham ya, Mak?

Nah, terus nulis bucket listnya gimana?

Jadi misalnya. Mau nulis artikel soal parenting, maka bikin list istilah yang berhubungan dengan parenting. Misalnya “mengasuh”, “mendidik”, “pengasuhan anak”, dan lain-lain. Kita juga bisa memasukkan kata “orang tua”, “anak” dalam daftar tersebut. Karena tetap berhubungan kan?

Satu atau dua kata dulu nggak papa. Untuk mendetailkannya kita ke langkah kedua, yuk!

 

2. Kembangkan masing-masing kata

Langkah selanjutnya adalah mengembangkan masing-masing kata atau frase tersebut menjadi kata dan frase yang lebih fokus. Banyak tool yang bisa dimanfaatkan sih ini. Pankapan kita bahas khusus ya.

Sekarang saya mau pakai Ubersuggest dulu aja. Penampakannya kek gini nih.

Cara Memilih Kata Kunci yang Paling Tepat untuk Artikel Blog - Ubersuggest

Nah, di bagian Keywords Ideas itu kalau kita skrol ke bawah, maka akan kelihatan berbagai alternatif keywords yang bisa dipakai.

Misalnya, saya masukkan keywords “mendidik anak”. Kalau mau dispesifikkan lagi misalnya ambil “mendidik anak perempuan”. Atau bisa juga “mendidik anak 3 tahun”. Kalau Emak bisa lebih fokus lagi pada keyword ini akan lebih bagus. Istilahnya long tail keywords. Emak bisa mencoba untuk break down lagi beberapa di antaranya jika memang perlu.

Jika bisa memilih long tail keywords yang tepat, maka lebih cepat pula artikel kita terindex oleh Google. Apalagi kalau supply dari kita nggak ada lawannya, tapi banyak demand-nya. Bakalan lebih cepet lagi.

 

3. Cek supply and demand

Nah, langkah berikutnya adalah cek supply dan demand. Bisa langsung cek di Ubersuggest yang sama, Mak. Coba cermati yang bagian ini ya.

Cara Memilih Kata Kunci yang Paling Tepat untuk Artikel Blog - Volume kata kunci

Angka pada kolom VOL adalah volume pencarian frasa tersebut per bulan dari search engine. Artinya, ini adalah demand. Permintaan informasinya mencapai 1,600 pencarian per bulan untuk kata “mendidik anak”.

Nah, lalu cek ke bagian SD = SEO Difficulty. Ini adalah rasio kompetisi para penyedia konten. Artinya, ini adalah supply.

Dengan memperhitungkan 2 elemen ini saja, sebenarnya kita sudah bisa menimbang. Mendingan pakai “mendidik anak”, atau “mendidik anak laki-laki”, misalnya.

4. Gunakan keywords dengan tepat

Nah, setelah Emak mendapatkan keywords yang pas, selanjutnya adalah mulai memasukkannya ke dalam artikel yang akan Emak tulis.

Kata kunci yang sudah Emak pilih itu harus ada di:

  • Judul
  • URL
  • paragraf pertama
  • Subheading
  • Meta description
  • Seluruh artikel secara merata. Jangan sampai stuffed di satu tempat, artinya jangan terlalu banyak juga. Harus alami dan relevan.

 

Wah, menentukan kata kunci atau keywords ini kok ternyata panjang juga prosesnya ya? Iya, Mak 😀 Memang. Tapi dengan adanya keywords yang tepat, maka artikel Emak pun dengan mudah ditemukan oleh mereka yang membutuhkannya.

Tapi SEO nggak cuma tentang kata kunci yah, meski ini bisa jadi awal mula kita belajar SEO. Ada banyak hal yang harus dipikirkan jika mau full SEO friendly. Tapi memang, belajar SEO itu nggak serta merta bisa langsung kelas XII. Harus bertahap dari kelas I SD dulu. Ini memang basic banget. Tapi kalau basic aja kayak gini belum paham, ya akan gagal paham aja seterusnya.

Jangan berpikir juga kalau ini sudah diterapkan, lalu tiba-tiba wuzzz artikel kita langsung bertengger di pejwan ya, Mak 😀 Sekali lagi, SEO is marathon thing. Banyak yang harus dipelajari, diterapkan, dengan waktu yang cukup lama. Tinggal kitanya aja bisa konsisten apa enggak.

Nah, gitu deh kira-kira, sedikit tip mengenai menentukan kata kunci yang pas untuk artikel di blog kita. Ada yang mau nambahin? Atau diskusi? Silakan ditulis di kolom komen ya.