Makanan yang berbahaya untuk ibu hamil patut untuk diwaspadai. Karena efeknya selain ke ibu hamil juga bayi yang ada di dalam kandungan.

Tanpa disadari, daftar makanan berbahaya untuk ibu hamil itu semakin panjang saja tiap tahunnya. Setelah ditanya sebab nggak boleh dimakan, bingung nggak bisa dijawab. Pada umumnya larangan makanan bagi para ibu hamil lebih banyak ke mitos saja tanpa ada dukungan fakta ilmiahnya.

Sebagai ibu yang tengah hamil, harus pintar-pintar mencerna informasi. Makanan memang hal yang krusial karena akan dikonsumsi oleh tubuh dan juga bayi yang dalam kandungan. Berjaga memang penting. Tapi, jangan sampai larangan ini itu bikin Emak nggak makan ya.

Ada makanan tertentu yang memang harus dihindari Mama selama masa kehamilan untuk melindungi kesehatan bayi dalam kandungan. Bagaimanapun, daftar makanan tersebut sangat banyak dan begitu kontroversial, bahkan menjadi sulit untuk mengetahui makanan atau minuman apa saja sih yang beresiko untuk kesehatan, dan mana saja yang aman untuk dikonsumsi.

Aih, makin pucing pala barbie, ya Mak.. *huft*

Makanan apa sih yang berbahaya untuk ibu hamil?

Menurut para dokter, makanan yang harus dihindari seperti makanan yang mengandung merkuri atau vitamin A berlebih karena dapat menimbulkan resiko kesehatan untuk bayi dalam kandungan. Nggak hanya itu saja, makanan kaleng pun dapat menyebabkan penyakit bawaan seperti Listeriosis dan keracunan Salmonella.

Jika Emak masih ragu dan khawatir, disarankan nih untuk konsultasi dengan dokter Obsgyn. Biar perasaan Emak lebih plong ya karena mendapat rekomendasi langsung dari ahli mengenai makanan apa saja yang bisa atau tidak untuk dimakan.

Untuk mengatasi kekhawatiran, inilah 10 makanan berbahaya untuk ibu yang lagi hamil.

  1. Feta Cheese ini enak tapi sayang termasuk makanan berbahaya untuk ibu hamil

makanan berbahaya untuk ibu hamil

Feta adalah bentuk populer dari keju, digunakan di banyak salad dan pasta, begitu dipuja oleh para pecinta makanan di seluruh dunia. Jika Emak seorang pecinta keju yang nggak bisa kalau nggak makan keju bahkan pada masa kehamilan, disarankan untuk mengetahui keju apa saja yang aman untuk dikonsumsi.

Sayangnya, keju jenis ini (juga keju-keju lembut dan belum diproses yang akan dibahas di poin berikut) telah dikaitkan dengan penyakit bawaan makanan.

Penyakit bawaan akibat makanan yang terkenal dikarenakan jenis keju ini adalah Listeriosis. Secara umum, jika Emak tidak hamil, mengonsumsi makanan dengan Listeria akan menyebabkan gejala flu dan tidak memiliki efek jangka panjang atau merusak kesehatan Emak.

Tetapi jika Emak sedang hamil, hindari jenis keju yang memiliki “tidak dipasteurisasi” pada labelnya dan memilih pilihan yang lebih aman seperti keju mozzarella sebagai gantinya.

Ketika terinfeksi Listeriosis, ada resiko keguguran, persalinan prematur dan penyakit parah. Menariknya, beberapa jenis daging juga memiliki resiko untuk Mama yang lagi hamil karena daging tersebut mungkin mengandung listeria.

  1. King Mackerel

king mackarel - makanan berbahaya untuk ibu hamil2

King mackerel mungkin menjadi sumber asam lemak omega-3 yang sehat bagi manusia pada umumnya, tetapi kandungan merkuri yang tinggi pada ikan ini dapat berpotensi membahayakan bayi dalam kandungan.

Terlalu banyak merkuri dapat merusak perkembangan sistem saraf bayi. Resiko ketika mengonsumsi king mackerel saat hamil jauh lebih besar daripada manfaatnya, terutama ketika ada banyak ikan lain yang dapat Emak makan sebagai gantinya.

Pastikan Mama mendapatkan asupan yang tepat dari asam lemak omega-3 dengan makanan sehat, seperti ikan salmon, ikan nila, tuna dan udang. Dan tetap dalam pedoman yang direkomendasikan untuk konsumsi merkuri.

Untuk amannya, mending Mama skip dulu deh makan ikan mentah. Ada banyak jenis makanan dan menu lainnya yang jauh lebih aman untuk Mama makan dan tidak menimbulkan resiko untuk bayi dalam kandungan.

  1. Kafein Kopi dan Teh

kopi

Jumlah kafein yang aman dikonsumsi ibu hamil telah banyak diperdebatkan oleh para ahli.

Kafein bisa melintasi plasenta dan memengaruhi detak jantung bayi Mama loh. Sumber umum dari kafein terdapat pada kopi dan teh, tapi tidak terbatas pada itu saja.

Banyak dokter merekomendasikan bahwa wanita hamil mengonsumsi tidak lebih dari 200 mg kafein per hari. Rata-rata secangkir 8 ons kopi mengandung sekitar 95 mg kafein, secangkir 8 ons teh mengandung sekitar 47 mg.

Jika Emak tidak yakin tentang berapa banyak kafein yang aman, hal terbaik adalah menghindarinya sama sekali sampai Mama berkonsultasi dengan dokter. Beberapa dokter tidak berpikir itu masalah besar dalam mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang sementara yang lain menganjurkan bahwa minuman berkafein harus dihindari sepenuhnya.

Jadi dapatkan informasi yang Emak butuhkan dari dokter ya ketika membuat keputusan tentang konsumsi atau tidak kafein selama kehamilan.

Baca juga : 5 Penyakit keturunan yang paling banyak diwariskan ke anak

  1. Brie Cheese

brie cheese

Brie cheese, sama dengan feta cheese, umumnya tidak dipasteurisasi dan dapat menimbulkan resiko kesehatan potensial untuk ibu dan bayi dalam kandungan.

Jenis keju lunak ini sering dikaitkan dengan penyakit bawaan akibat makanan seperti Listeriosis. Listeriosis bisa sangat berbahaya bagi ibu hamil. Bahkan bentuk ringan dari infeksi ini dapat menyebabkan keguguran, bayi meninggal saat lahir atau penyakit berat pada bayi baru lahir.

Selalu periksa label dan hindari makanan yang ‘tidak dipasteurisasi’. Beberapa dokter mengatakan bahwa jika keju jenis ini dimasak, tidak apa-apa untuk dimakan.

Belum dipasteurisasi berarti bahwa keju dibuat dengan susu mentah, yang menjadikannya berpotensi mengandung bibit penyakit, Listeria.

Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan. Proses ini diberi nama atas penemunya Louis Pasteur seorang ilmuwan Perancis.

Keju yang menggunakan susu pasteurisasi memiliki kemungkinan yang sangat rendah membawa bibit penyakit. Ada jumlah yang mengejutkan dari keju yang biasa dianggap sudah dipasteurisasi tetapi sebenarnya tidak, jadi pastikan label produk secara jelas menulis hal itu sudah dipasteurisasi. Jika Mama nggak yakin, jangan mengambil resiko itu.

  1. Daging Olahan

daging olahan

Daging olahan gampang banget diperoleh dan murah!

Sering menjadi isian pada sandwich dan anak-anak pun menyukainya. Tapi, perlu Emak ketahui bahwa pengaruh daging ini pada kesehatan ketika hamil telah menjadi topik yang kontroversial selama bertahun-tahun.

Secara umum, daging olahan harus dihindari selama kehamilan. Daging ini telah dikaitkan menjadi penyebab Listeriosis. Rata-rata orang akan merasakan gejala seperti flu ringan tetapi penyakit ini jauh lebih parah bagi ibu yang tengah hamil.

Listeria adalah penyakit langka, tapi ibu hamil lebih rentan untuk terpapar virus dan bayi dalam kandungan juga. Dalam masa perkembangannya memiliki resiko yang lebih tinggi terkena komplikasi dari penyakit ini.

Makanan dalam kategori ini mencakup juga daging yang sudah diproses seperti ham, kalkun, ayam , daging asap, dan lain-lain. Termasuk juga hot dog mentah. Disarankan Mama yang lagi hamil menghindari makanan jenis ini.

  1. Hati

hati

Sering banget bukan kita mendengar kalau ibu hamil baik makan hati untuk penambah darah. Eits, tunggu dulu! Kebanyakan produk turunan hati seperti sosis hati mengandung vitamin A dalam jumlah yang berbahaya.

Terlalu banyak vitamin A, terutama selama beberapa bulan pertama kehamilan, telah dikaitkan dengan cacat lahir pada bayi. Memantau asupan vitamin A (disarankan untuk bertanya pada dokter seberapa banyak asupan yang aman untuk vitamin ini) dan hindari konsumsi suplemen multi-vitamin dosis tinggi, suplemen minyak hati ikan dan suplemen yang mengandung vitamin A.

Sebenarnya ada dua zat yang dikonversi ke vitamin A dalam tubuh kita, salah satunya adalah beta karoten dan zat ini aman untuk ibu hamil. Sumber vitamin A ini dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayur dan biji-bijian. Tidak menimbulkan resiko bagi bayi yang belum lahir.

Ibu hamil pun nggak perlu mengubah cara dalam mendapatkan vitamin A yang baik, diet sehat yang seimbang dan mencakup makanan olahan dalam jumlah kecil, harus memberi asupan vitamin yang dianjurkan untuk menjaga agar tubuh sehat.

Namun, vitamin A yang belum terbentuk seperti ditemukan dalam hati adalah makanan yang berbahaya bagi ibu hamil, sehingga perlu untuk dihindari.

Baca juga : Variasi makanan dari daging sapi cincang masak kecap

  1. Susu Mentah (Belum Dipasteurisasi)

susu

Seperti halnya dengan keju yang belum dipasteurisasi, susu yang belum dipasteurisasi pun dapat menimbulkan resiko kesehatan yang besar untuk bayi dalam kandungan.

Disarankan untuk nggak minum susu mentah (juga dikenal dengan susu yang belum dipasteurisasi). Termasuk di dalamnya susu domba dan susu kambing (juga keju kambing). Susu yang belum dipasteurisasi bersama dengan makanan mentah adalah media yang membawa patogen yang dapat memnyebabkan Emak sakit.

Susu mentah beresiko lebih tinggi terkontaminasi listeria dibandingkan dengan susu yang sudah dipasteurisasi, yang dapat mengakibatkan penyakit listeriosis.

  1. Telur Mentah

telur mentah - makanan berbahaya untuk ibu hamil3

Sebagian besar orang menyisipkan beberapa telur mentah ke dalam resep smoothies pagi mereka untuk memberikan tambahan protein.

Tapi, ibu hamil harus menghindari makan telur mentah sama sekali selama masa kehamilan! Dalam bentuk mentah, telur menimbulkan resiko besar akan keracunan salmonella. Sementara bayi di dalam kandungan nggak akan keracunan salmonella (ibu hamil nggak bisa menularkannya pada bayi).

Ada beberapa efek samping yang dapat memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Beberapa di antaranya menyebabkan persalinan dini dan dehidrasi, karena keracunan salmonella menyebabkan muntah dan diare.

Telur yang dimasak merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang baik. Jadi, jika ingin banget makan telur selama masa kehamilan, pastikan dulu ya Mak bahwa telur itu sudah dimasak.

Ketika memasak telur, putih dan kuning telur harus padat. Beberapa produk yang harus diwaspadai adalah yang dibuat dengan telur mentah atau setengah matang sperti dressing salad caesar, adonan kue dan eggnog. Yang terbaik adalah menghindari makanan ini sebanyak mungkin selama masa kehamilan, ini juga demi kesehatan bayi dalam kandungan.

  1. Swordfish (Ikan todak)

swordfish - makanan berbahaya untuk ibu hamil4

Jenis ikan apa yang aman dikonsumsi selama kehamilan mungkin yang paling membingungkan karena beberapa ikan dianggap tidak aman. Apalagi dengan fakta bahwa banyak ikan yang dianggap aman dan dapat menjadi sumber nutrisi. Hal tersebut memang nggak mudah untuk melacak mana yang baik dan mana yang buruk. *pfiuhh*

Mirip dengan king mackerel, hiu dan swordifsh berpotensi mengandung merkuri yang tinggi dan berbahaya untuk ibu hamil. Seperti di poin sebelumnya dalam artikel ini, terlalu banyak merkuri dapat merusak perkembangan sistem saraf bayi Mama. Ada baiknya, konsumsilah ikan sehat seperti ikan tuna kalengan, salmon, udang atau cod.

  1. Jamur Enoki

jamur enoki

Nah, ini berita terbaru yang bikin shock, ya Mak.

25 Juni 2020 dilansir dari CNN, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian memerintahkan untuk para importir agar menarik juga memusnahkan jamur enoki dari Green Co Ltd dari Korea Selatan.

Semuanya bersumber dari informasi International Food Safety Authority Network (INFOSAN) mengungkap kejadian luar biasa (KLB) pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada dan Australia akibat mengonsumsi jamur enoki dari Korea Selatan yang tercemar bakteri Listeria Monocytogenes.

Di Indonesia sendiri, jamur enoki telah diuji di laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech sebanyak 5 lot tidak memenuhi persyaratan karena terdeteksi mengandung bakteri L Monocytogenes melewati ambang batas dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g.

Pasalnya jamur enoki ini banyak digemari sebagian orang. Karena sering diolah menjadi enoki crispy maupun sup jamur enoki kuah pedas yang terkenal.

Kehamilan adalah momen istimewa bagi kita kaum perempuan. Bagian hidup yang takkan terlupakan karena pasti banyak cerita di dalamnya. Karena itu baiknya Emak menjaga kesehatan ya selama masa kehamilan.

Bisa ditahan-tahan dulu keinginan makan makanan yang bisa beresiko membahayakan kehamilan. Masih banyak makanan subtitusi yang bisa dikonsumsi. Untuk itu perlu diingat ya makanan yang berbahaya bagi ibu hamil di atas.

Sehat selalu ya, Mak.