Mengutip motivational dari Nyimas Diane Wulansari, seorang motivator parenting pada saat Siberkreasi Class Smart Parenting, yang menyatakan dibandingkan dengan profesi-profesi lain, menjadi orang tua adalah profesi yang paling tidak tersiapkan. Tidak ada lembaga pendidikan (sekolah atau universitas) untuk menjadi orang tua. Tidak ada jenjang pendidikan untuk kelas orang tua. Learning by doing.  Dalam belajar sendiri itu, orang tua harus berwawasan luas. Orangtua jangan hanya mengeluh, karena keluhan tidak membuat perubahan. Orang tua dituntut berkomunikasi yang baik, berbincang asyik dengan anak, agar tidak salah asuhan.

Mengapa Perlu Berbincang Asyik dengan Anak?

Dalam kelas online smart parenting yang diselenggarakan Siberkreasi, awal Juni 2020 lalu, narasumber dan pemateri Nyimas Diane menyampaikan, dalam pengasuhan ada 3 gaya komunikasi, yaitu:

  1. Gaya Komunikasi Pasif:

Orang tua tidak menyampaikan pandangan kepada anak dengan jelas, lebih senang mengalah untuk menghindari konflik dengan anak, dan melakukan pembiaran/cuek kepada anak. Perilakunya tidak spontan.

Dampaknya, anak sulit dikontrol baik sikap dan perilakunya. Anak cenderung mudah melawan.

2. Gaya Komunikasi Agresif:

Menyampaikan pendapat dan perasaannya tanpa menghargai pendapat anak.

Orangtua lebih banyak memaksa kehendak dan menekan anak, kerap kali memarahi anak baik fisik atau verbal.

Dampak menggunakan komunikasi agresif ini:

    • Anak dapat menjadi tertutup
    • Anak menjadi cenderung pendiam dan stress
    • Cenderung mencari pelarian untuk melampiaskan emosinya, misalnya dengan marah atau membully orang lain.

3. Gaya Komunikasi Asertif:

Menyampaikan pendapat, perasaan dan pikirannya dengan menghargai pendapat, pikiran dan perasaan anak. Tegas tapi ramah. Hangat dalam berinteraksi.

Manfaat menggunakan komunikasi asertif:

    • Anak lebih percaya diri
    • Pandai menyesuaikan diri
    • Bertanggungjawab
    • Mandiri, dan
    • Lebih bahagia.

bincang asyik anak

Hal penting yang harus dilakukan dalam komunikasi asertif:

  • Kontak mata; pandanglah mata lawan bicara dengan tatapan hangat dan sayang.
  • Bahasa tubuh; relaks, condong ke arah lawan bicara
  • Intonasi dan volume suara; cukup terdengar, hangat, dan tenang
  • Membangun rasa nyaman; membuka diri untuk memahami lawan bicara.

Di zaman sekarang ini, agar orang tua menjadi contoh yang baik bagi anak nanti saat mereka dewasa dan menjadi orang tua juga, diperlukan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Komunikasi adalah kunci keharmonisan setiap keluarga.

Dalam berbincang asyik dengan anak, cara orangtua berbicara dengan anak, menentukan bagaimana anak memahami pesan yang disampaikan orang tua, dan menghasilkan perubahan perilaku positif pada diri anak sebagai seorang yang unik.

Dalam komunikasi anak dan orangtua, kerap terjadi halangan yang bisa memperparah hubungan keluarga. Penghalang komunikasi itu, di antaranya:

  • Orangtua kerap mengatur dan memerintah bahkan mengancam anak
  • Memberi kritikan di saat yang tidak tepat
  • Terkadang memcap atau melabeli anak dengan sebutan-sebutan yang menyakiti hati
  • Menyalahkan dan meremehkan kemampuan anak
  • Membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan lainnya, atau dengan anak saudara/orang lain
  • Menyindir atau mengungkit-ungkit kesalahan.

9 Tip Berbincang Asyik dengan Anak

9 Tip Berbincang Asyik dengan Anak, Lakukan Sekarang!

  1. Pahami Perasaan Anak
  2. Menjadi Pendengar Aktif
  3. Pesan Diri
  4. Gunakan Kalimat-kalimat Positif
  5. Pujian Efektif
  6. Abaikan Perilaku yang tidak penting
  7. Berikan Konsekuensi Bila Diperlukan
  8. Jadilah Teladan dan Lakukan Pembiasaan
  9. Laksanakan Berbincang Asyik dengan Anak sekarang juga. Jangan ditunda-tunda lagi.

Dengan memahami gaya komunikasi yang cocok yaitu asertif, dampaknya tentu saja menggembirakan karena setiap anak adalah istimewa. Berbincang asyik dengan anak, dampaknya:

  • Kedekatan anak dan orangtuanya sangat menguatkan
  • Kemampuan berbahasa dan berpikir anak meningkat
  • Mengubah perilaku anak menjadi lebih positif
  • Anak merasa diperhatikan, dihargai dan dicintai orangtua sehingga mereka akan terbuka membicarakan semua permasalahan
  • Orangtua lebih mudah menerima ide, keinginan, keluhan, dan harapan anak sehingga dapat mengembangkan perilaku positif pada diri anak.

Orangtua memang tidak boleh membuat anak menjadi sosok yang sempurna. Yang perlu disempurnakan secara terus menerus adalah hubungan anak dan orangtuanya.

Kapan saat yang terbaik untuk berbincang asyik dengan anak? Sekarang! Jangan menunggu nanti. Waktu tidak dapat dimundurkan ke belakang, tidak dapat terulang kembali.

***

Sumber materi: Smart Parenting Siberkreasi kolaborasi dengan Yayasan Sejiwa.