Kehidupan sehari-hari sebagian besar orang telah berubah secara drastis setelah pandemi Covid-19. Penting juga untuk mengingat hal-hal biasa dari kehidupan kita sebelum akhirnya kita terpaksa untuk tidak keluar rumah. Ya kan, Mak?

Iya, bakalan banyak yang berubah sih, setelah pandemi COVID-19 terjadi ini. Ini dia beberapa aktivitas yang tadinya biasa kita lakukan tapi kemudian nggak bisa lagi, dan mungkin juga tetap bisa nggak bisa meski new normal sudah dijalankan.

Aktivitas yang Tidak Bisa Dilakukan Setelah Pandemi

1. Makan di Luar

Di rumah saja bikin kita diharuskan untuk memasak sendiri. Mungkin hal ini sudah biasa saja buat Emak ya, no big deal sih.

Tapi, sebelumnya, makan di luar itu semacam rekreasi. Ya kan, Mak? Bahkan, ada beberapa makanan yang memang nggak bisa dimasak sendiri, karenanya kita jadi beli makan di luar. Ya kan?

Sekarang, kesempatan untuk makan di tempat umum dan menikmati makanan dengan nyaman gitu sepertinya belum akan ada lagi entahlah sampai kapan. Tapi, kita tetap bisa sih membantu rumah makan/warung kecil agar bisnis mereka tetap berjalan. Karena mereka-mereka ini, Mak, yang kena dampak pandemi ini secara langsung.

So, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan, pesan makanan tetap bisa dilakukan, tapi take home saja. Sesampainya di rumah, ya handle pesanan makanannya supaya tetap higienis dan sehat.

2. Bekerja

Aktivitas bekerja kita mungkin yang paling terpengaruh drastis setelah pandemi ini.  Kebanyakan dari kita memang tidak bisa seleluasa dulu lagi dalam bekerja. Bahkan sekarang, ketika PSBB diterapkan.

WFH, atau work from home alias bekerja dari rumah, juga “barang baru” buat sebagian dari kita yang berstatus karyawan. Alhasih, butuh beberapa adaptasi dan penyesuaian deh.

Masalahnya, banyak hal yang harus dipelajari dengan segera. Tetapi, kecepatan belajar kita juga tak bisa secepat itu. Hal ini mengakibatkan kita jadi stres.

Tapi tetaplah bersyukur untuk yang pekerjaannya masih bisa dihandle via Zoom, Google Meet, dan sejenisnya. Tetapi, lebih banyak lagi yang nggak bisa digantikan oleh teknologi. Tentunya, hal ini akan menyulitkan.

3. Sekolah

Nah, ini nih yang paling berasa untuk emak-emak setelah pandemi. Nggak hanya sebagai penyedia logistik (alias camilan), kita juga sekaligus harus bertindak sebagai guru bagi anak-anak.

Saat pandemi ini, siapa hayo yang akhirnya semakin sadar, bahwa nggak punya kompetensi sama sekali untuk memberikan pembelajaran buat anak-anak? *ngacung* Sungguh tugas berat ya, Mak. Makanya, semakin salut deh dengan bapak dan ibu guru di sekolah. Betul, Mak?

4. Waktu untuk keluarga/teman

Ada yang sama sekali belum bisa mudik sedari awal tahun sampai sekarang? Bahkan Idulfitri yang lalu, pasti banyak yang membatalkan niat mudik demi menjaga jarak. Meski silaturahmi bisa dilakukan via Zoom dan alat komunikasi canggih lain, tapi bertemu secara langsung dengan keluarga sudah pasti adalah hal yang lebih dinantikan.

Sungguh, pandemi ini membuat keluarga-keluarga jadi menjauh satu sama lain. Ya kan? Bisa ngumpul sekarang jadi barang mewah, ya kan?

5. Liburan

Ya, liburan juga tak lagi sama. Meskipun nanti jika objek dan kegiatan wisata sudah normal lagi, sepertinya semua nggak akan sama seperti sebelumnya.

Mau ke pantai, ke gunung, ke taman bermain, kita mungkin nggak akan pernah melepaskan masker. Selain berbekal camilan, kita juga akan membekali diri dengan berbagai alat perlindungan pribadi, mulai dari hand sanitizer, sabun, baju ganti, dan sebagainya.

Tapi sabar. Sepertinya acara liburan–terutama ke luar negeri–belum akan dapat kita lakukan setidaknya sampai tahun depan.

Nah, Mak, apa lagi nih yang berbeda sekarang setelah pandemi Covid-19 datang, yang belum ada di poin-poin di atas?