Menulis Artikel di Website atau Blog Lain? Ini Loh, Keuntungannya!

By Carolina Ratri on July 04, 2022

Mak, pernah menulis artikel di website atau blog lain selain blog pribadi? Belum? Saya pikir, ada baiknya Emak coba sesekali.

Menulis di website atau blog lain sering disebut dengan guest blogging. Artinya, ngeblog sebagai tamu. Bloger yang menulis di blog atau website lain tersebut disebut guest blogger, alias bloger tamu. Di luar negeri, aktivitas guest blogging ini merupakan salah satu cara yang cukup banyak dilakukan mana kala bloger membutuhkan networking.

Yes, jadi networking enggak hanya bisa dilakukan dengan blogwalking, atau share link di media sosial akun komunitas saja, Mak. Guest blogging juga bisa jadi salah satu alternatif loh.

Tapi kan, sayang memberikan tulisan kita ke orang lain. Kita juga tidak dibayar, kan?

Well, namanya networking, tentu saja keuntungannya tidak berupa materi, Mak. Begitu juga anggapan memberikan tulisan kita pada orang lain. Kita sama sekali enggak memberikan tulisan kita ke orang lain kok! Tulisan tersebut tetap milik kita! Malahan, orang lain yang memberikan panggung buat kita untuk bisa standout, bisa menunjukkan apa kelebihan kita untuk audience yang berbeda. Ini memang merupakan simbiosis mutualisme. Orang lain terupdate blog atau websitenya, kita juga bisa mendapatkan spotlight-nya. Bahkan, ada beberapa keuntungan dari menulis artikel di blog atau website lain yang bisa didapatkan, lebih besar daripada sekadar blogwalking atau share link saja.

Pengin tahu nggak?

Menulis Artikel di Website atau Blog Lain? Ini Loh, Keuntungannya!

Keuntungan Menulis Artikel untuk Website Lain

1. Menambah kenalan

Salah satu keuntungan terbesar dari guest blogging adalah mendapatkan kenalan baru. Yah, namanya sirkel kan setiap orang punya sirkel pertemanan sendiri-sendiri kan? Bisa banget kita kenal sama si A, dan A punya ribuan teman lain yang kita enggak kenal. Gimana caranya supaya kita bisa kenalan dengan teman A yang lain itu? Ya, tentu saja dengan diperkenalkan oleh A.

Saya sendiri sudah beberapa kali membuktikan hal ini terjadi ketika saya melakukan guest blogging. Selalu saja ada satu dua tiga teman baru, setelah saya menulis artikel untuk website atau blog lain. Rasanya? Ya, senang, Mak 😊

Bahkan Google sendiri menyebutkan, bahwa guest blogging merupakan fondasi sebuah komunitas. Dengan melakukan guest blogging, kita baru saja menjalin hubungan satu sama lain. Dan, bukankah di situ prinsip dari world wide web? Jaringan luas yang menghubungkan dunia? Tanpa komunitas, www tidak akan terbentuk. Tidak akan ada internet, Mak.

2. Peluang untuk mengembangkan reputasi kita

Hal ini terjadi terutama kalau kita punya keahlian tertentu, Mak. Misalnya saja, Emak punya keterampilan mendesain. Dengan melakukan guest blogging, khususnya dengan menulis artikel seputar keterampilan mendesain di website atau blog lain, kita pun memiliki peluang untuk mengembangkan reputasi.

Mengapa reputasi ini penting? Silakan baca artikel saya tentang E-A-T ini, Mak, terutama di bagian Expertise. Dengan menerapkan E-A-T ini, blog Emak akan berumur panjang—bahkan jika Emak hiatus sekalipun, traffic bisa tetap stabil. Mengapa? Karena kontennya berdaging, sarat akan ilmu, yang dibutuhkan oleh orang lain kapan saja.

Dengan melakukan guest blogging, kita pun bisa semakin mengukuhkan diri sebagai ‘yang ahli di bidangnya’, dan Google sangat mengapresiasi hal ini.

3. Bagian dari SEO Off Page

Menulis di blog atau website lain itu biasanya kita juga akan diperbolehkan untuk memberikan tautan ke blog pribadi kita. Nah, ini juga merupakan salah satu langkah SEO off page yang seharusnya kita lakukan seiring dengan SEO on page. Yes, SEO off page ini sama pentingnya dengan SEO on page ya, Mak. Untuk penjelasannya, saya pernah menulis tentang SEO off page di sini juga. Boleh disimak lagi ya. Siapa tahu ada yang belum baca juga.

Nah, tautan yang terjadi ini—karena disematkan di dalam artikel—kualitasnya akan lebih baik ketimbang ketika kita sekadar memberikan tautan pada komen, ataupun saat kita share link di media sosial. Mengapa? Karena dengan penyematan di dalam artikel, itu artinya kita sedang merujuk pada artikel lain di luar blog atau website yang bersangkutan. Dengan menjadi rujukan, maka secara tidak langsung, kita sedang merekomendasikan hal baik untuk pembaca. Ini akan dianggap oleh Google sebagai poin keunggulan.

4. Melatih keterampilan menulis

So, ini sih bagian terbaiknya juga menurut saya. Dengan menulis artikel di blog atau website lain, di situ akan muncul semacam ‘pressure’ untuk bisa menulis lebih baik. Mengapa? Karena ya malu atuh kalau nulisnya berantakan. Iya enggak, Mak?

Apalagi kalau kita menulisnya di website yang sudah besar atau ramai. Menulis buat Mojok.co, misalnya. Pastinya kita dituntut untuk bisa menulis dengan kualitas yang sama dengan penulis lainnya yang tulisannya sudah lebih dulu dimuat di Mojok.co. Ini artinya kita sedang push ourself untuk bisa keluar dari zona nyaman, yang pastinya akan sangat bagus sebagai latihan.

Mau masukkan tulisan ke IDN Times, misalnya, juga sama. Setidaknya, kita harus menulis sedikit di luar gaya kita, untuk bisa dimuat di IDN Times, dan bisa menjaring ratusan ribu pembaca.

Tantangan besar kan? Kalau bisa sukses, senangnyaaa! Walaupun mungkin kompensasinya tidak seberapa jika dibanding kita menulis untuk job review atau jenis paid post lainnya—atau bahkan enggak ada kompensasi—tapi jenis tulisan yang masuk ke website besar ini bisa masuk portofolio kita loh.

5. Traffic tambahan

Nah, keuntungan yang kelima ini sebenarnya sekadar bonus saja sih, kalau menurut saya, Mak. Karena, jujurly, untuk bisa mendapatkan traffic tambahan yang cukup signifikan itu kemungkinannya cukup tipis. Kita harus bisa membuat konten yang sebegitu cetarnya, sehingga orang saaangat penasaran untuk tahu lebih lanjut.

Bukannya tidak mungkin, tetapi agak jarang bisa dibuat. Namun, jika memang Emak bisa meramu konten yang luar biasa, traffic tambahan akan bisa didapatkan. Semakin luar biasa kontennya, akan semakin besar pula peluang mendapatkan traffic tambahan.

Nah, itu dia beberapa keuntungan menulis artikel di blog atau website lain, alias guest blogging. Gimana? Mau coba, Mak? Kalau mau coba, juga sudah ada loh, artikel etika umum untuk menulis guest post. Silakan disimak, dan kemudian bisa diterapkan.

Semoga bermanfaat!

Comments (1)

July 12, 2022

Pastinyaaa pengen banget bisa menulis sebagai guest blogging apalagi di platform besar lainnya mba. Tapi aku masih berusaha untuk memperbaiki kualitas tulisan dulu di blog sendiri. Karena bener sih , malu kalo tulisan aja masih kacau tapi berharap JD guest blogging. .

Dan kepengen banget lah suatu saat bisa menulis konten yang bener2 unik dan dicari orang, supaya bisa mendatangkan traffic yg ramai .


    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: