Tren Digital Marketing di Tahun 2023, Bisa Diterapkan juga untuk Blog

By Carolina Ratri on January 23, 2023

Apa kabar tahun 2023, Mak? Apakah ngeblognya lancar sampai saat ini? Kalau iya, ya Alhamdulillah ya. Bisa diterusin deh, Mak, sampai akhir tahun 2023 nanti. Sekalian nih, ada beberapa tren digital marketing yang sekiranya bakalan ngehits tahun 2023 ini, yang bisa juga lo diterapkan untuk blog.

Tapi, kenapa sih kita mesti memperhatikan tren digital marketing seperti ini?

Well, ya sebenarnya sih enggak harus diikuti sih. Tetapi, biasanya tren itu akan menunjukkan kecenderungan yang paling sering dilihat, paling sering dibicarakan, paling sering dipikirkan, dan lainnya gitu, Mak. So, dengan kita mengikuti tren, maka itu artinya kita ‘riding the wave’, alias menumpang arus. Peluang konten kita untuk ikut dibicarakan akan lebih besar, karena membahas hal yang sama—yang ramai dibicarakan atau sedang digemari.

Memang, tak semua tren bisa diikuti. Ya, itulah fungsi filter, Mak. Mau ikutan bahas atau bikin yang lagi seru enggak apa-apa, tapi tetap harus dipertimbangkan dengan baik. Misalnya seperti, cocok enggak sih dengan persona dan branding yang sudah kita buat? Atau, ke depannya bakalan ada efek apa nih ke kita sendiri? Jangan sampai malah memberi dampak negatif terhadap apa yang sudah susah-susah kita bangun dan pertahankan, Mak. Tahu kan ya, maksudnya?

So, apa nih tren digital marketing tahun 2023 yang juga bisa diterapkan untuk blog?

3 Tren Digital Marketing untuk Blog

Tren digital marketing berikut ini, saya kumpulkan dari berbagai sumber ya, Mak, dan sudah saya pilihkan yang bisa sekiranya diterapkan di blog masing-masing.

Kecerdasan Buatan

Siapa nih yang mengikuti soal ChatGPT dan ilustrasi AI yang sempat heboh belakangan? Ya, di tahun 2023 ini, AI—atau artificial intelligence, atau kecerdasan buatan—menjadi salah satu tren digital marketing yang tak bisa diabaikan.

Apa itu kecerdasan buatan? Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”. (Wikipedia)

Pada akhirnya, semu akan AI juga pada waktunya. Untuk blogging, kita juga akhirnya tak bisa menghindar dari AI, Mak. Bahkan faktanya, ada beberapa tool AI yang mungkin sudah kita pakai. Misalnya seperti:

  • AI tool untuk optimasi SEO: MOZ Keyword Explorer, Google RankBrain, dan sejenisnya.
  • AI tool untuk kurasi konten: Feedly, atau Curata.
  • AI tool untuk analisis konten: Google Analytics, Buzzsumo, dan sejenisnya.
  • AI tool untuk menulis konten: ChatGPT, Wordsmith, dan sejenisnya

Banyak yang merasa khawatir, bahwa AI tool seperti ChatGPT akan “merebut” pekerjaan penulis. Padahal ya enggak juga. AI tool seperti ChatGPT nantinya akan dapat membantu kita untuk menulis lebih cepat, tetapi peran editior tidak akan pernah dapat diambil alih. Justru dengan memanfaatkan seperti ChatGPT ini, pekerjaan menulis kita bisa jadi lebih cepat.

Serahkan pembuatan konten pada ChatGPT, kita pun bisa fokus pada editing-nya. Kita bisa fokus mengoptimasinya sesuai kaidah SEO yang benar, kita juga bisa fokus untuk menggarnish-nya dengan berbagai konten visual yang menarik, bisa me-repurpose-nya langsung ke berbagai jenis konten sekaligus, dan juga menambahkan berbagai unsur emosi yang tak dimiliki oleh ChatGPT.

Pada akhirnya, ya memang kitalah yang membuat konten secara utuh, tetapi waktu kita menjadi tidak tersedot ke masalah menulis artikelnya saja.

Kapan-kapan kayaknya menarik nih, Mak, kalau kita bahas dalam artikel tersendiri 😊

Konten interaktif

Umumnya kita hanya akan menghadirkan konten berupa teks saja di blog, ya kan Mak? Yah, paling jauh sih menambahkan infografis atau foto-foto. Tapi nanti ke depannya, tren digital marketing yang akan terjadi adalah bahwa teks dan foto-foto atau image saja tidak cukup.

Konten yang interaktif akan lebih disukai, dan akhirnya juga membuka peluang bagi pembaca untuk tinggal lebih lama, Mak. Konten interaktif ini misalnya seperti:

  • Ada kalkulator online, untuk menghitung apa saja. Misalnya, artikelnya tentang asuransi, nah, kita bisa langsung hitung kebutuhan uang pertanggungannya di tempat sambil baca tip-tipnya.
  • Ada polling atau kuis online. Misalnya, artikel tentang tipe kepribadian, ya dilengkapi dengan kuis yang bisa membuat kita tahu kita termasuk tipe yang mana.
  • Ada freebies-freebies yang bisa didownload dan digunakan oleh pembaca. Misalnya, artikel membahas mengenai kebutuhan bayi yang harus disiapkan. Nah, sertakan ceklis yang bisa diunduh gratis, dibikin yang cute gitu.

Dan sebagainya. Boleh juga kapan-kapan kita bahas tersendiri dalam artikel ya, Mak. Biar enggak kepanjangan di sini.

Video pendek

Emak sekarang bisa lihat, kalau video pendek menjadi tren digital marketing di berbagai platform media sosial. Mulai dari TikTok, Instagram, YouTube, bahkan Twitter sekarang punya algo tersendiri untuk video-video pendeknya.

Konten video memang akan lebih disukai ke depannya. Apalagi yang pendek-pendek ala TikTok. Jadi, mau enggak mau ya, lagi-lagi nih, semua akan TikTok pada waktunya. In fact, konten TikTok sekarang juga sudah diperhitungkan dalam SEO. Padahal tahun kemarin saja belum. Sekarang kalau kita mencari sesuatu di Google, kalau ada yang relevan di TikTok juga akan muncul di hasil pencariannya.

So, enggak ada salahnya kalau juga diakomodasi di blog Emak. Sekali bikin konten video pendek, Emak juga langsung bisa posting di berbagai platform secara simultan. Misalnya, bikin konten pendek tutorial makeup mata yang simpel untuk perempuan berhijab. Langsung deh bisa Emak posting juga di TikTok, di Instagram sebagai reels, di YouTube sebagai Shorts, juga di Twitter, selain embed di blog sendiri.

Nah, itu dia, Mak, 3 tren digital marketing terbesar yang bisa diterapkan di blog juga untuk tahun 2023 ini. Gimana? Apakah Emak siap untuk ikut merangkul tren ini ke blog yang Emak miliki?

    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: