Stimulasi Kognitif Murah Meriah untuk Anak Usia Dini

By admin on February 15, 2023

Tahukah, Mak, kalau pengasuhan anak usia dini itu, ada dasar hukumnya di Indonesia?  Undang – Undang Republik Indonesia (UURI) memaktubkan Pendidikan Usia Dini dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 14, yang menyebutkan bahwa, “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

Pengasuhan Anak usia Dini

 

Nah, terkait dengan itu, Mak Siti Hairul, anggota KEB yang tinggal di Yogyakarta, berbagi inspirasi tentang pendidikan atau pengasuhan usia dini, berdasarkan pengalamannya sebagai praktisi Homeschooling dan mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Anak. Dibaca sampai selesai ya.

Stimulasi Kognitif Murah Meriah Pendidikan Anak Usia Dini

Assalamu’alaikum emak-emak, saya hadir lagi nih membawa artikel parenting. Kali ini mau berbagi tentang pengasuhan anak usia dini.

Sekarang lagi ramai dengan konten-konten ibu dan bayinya. Malah ada seorang ibu yang memberikan bayinya kopi sachetan dan makanan yang bukan makanan bayi. Ini nih yang bikin para pemuja childfree semakin bangga dengan kampanyenya.

Sebenarnya pengasuhan anak usia dini itu ada dasar hukumnya. Menurut Undang – Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa:

“Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”

Jadi, pengabaian pada pengasuhan anak usia dini bisa diganjar sanksi. Nah lho, hati-hati nih yang bikin konten dengan melibatkan anak usia dini dan mengabaikan prinsip-prinsip pengasuhan yang baik dan benar bisa digugat sama negara. Harusnya lho ya.

Apa saja kebutuhan pokok pengasuhan anak usia dini ini?

Saya bawa dasar hukumnya dulu ya, Mak. Permendiknas Nomor. 58 Tahun 2009 tentang standar PAUD, bahwa perkembangan anak mencakup 5 (lima) aspek yaitu, nilai-nilai agama dan moral, fisik, kognitif, bahasa dan sosial emosional. Jadi, minimal pengasuhan itu memenuhi lima aspek tersebut. Dan, ini sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan oleh orang kaya. Karena hal-hal tersebut di atas sebenarnya dapat dimulai dari keluarga. Mau tidak mau memang sih ibu yang cerdas itu berpengaruh banget pada tumbuh kembang anak. Ya Allah, berilah kemudahan untuk semua ibu mengasuh anak-anaknya dengan baik.

Di artikel saya tahun lalu sharing tentang stimulasi tentang pengasuhan berbasis nilai-nilai agama, kali ini saya sharing tentang stimulasi kognitif murah meriah di sekitar kita, Mak.

Stimulasi kognitif ini sudah dibahas banyak bangat sama pakar tumbuh kembang anak. Hormat saya pada Jean Piaget, Albert Bandura dan pakar tumbuh kembang yang telah dengan sukarela berbagi kajian mereka tentang pentingnya pengasuhan. Kognitif atau intelektual adalah suatu proses berfikir berupa kemampuan atau daya untuk menghubungkan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya serta kemampuan menilai dan mempertimbangkan segala sesuatu yang diamati dari dunia luar. Semakin tinggi level kognitif seseorang maka semakin kompleks permasalahan yang bisa dia selesaikan. Jadi memang kecerdasan kognitif ini harus dilatih.

Stimulasi Kognitif  Anak Usia Dini yang Murah Meriah

Pengasuhan Anak Usia Dini

 

  1. Mengupas buah sendiri. Mengupas jeruk, mengupas salak (dengan sedikit bantuan) hahaha, menyiangi sayuran, memetik bayam, memotong kacang panjang dengan tangan, mengupas kacang tanah, mengupas kulit pete, dan masih banyak lagi.
  2. Meronce, ini ga harus manik-manik mahal yang dijual di toko ya Mak. Meronce ini bisa menggunakan tali rafia dan daun yang dilubangi, kulit kacang tanah yang dilubangi, biji saga, kulit kerang (jika tinggal di pinggiran pantai kita punya banyak nih kulit kerang), bungkus bekas permen yang dilubangi, kalung dari bunga melati-bunga kertas-bunga kenikir, dan benda-benda lain di sekitar kita yang bisa dironce.
  3. Membuat mozaik, kolase dan montase. Kalau secara definisi sih mozaik itu benda kecil yang disusun untuk membentuk suatu gambar atau tema, montase bahannya sama tapi dari banyak gambar, dan kolase itu bahannya sama. Ajak si kecil membuat hewan atau rumah, mobil (dua dimensi) dengan menggunakan daun, bunga dan akar. Itu sudah menstimulasi kecerdasan kognitif lho. Menyusun biji-bijian yang tidak untuk dimasak ya semisal biji srikaya, biji salak, dan lainnya.

Tiga kegiatan di atas itu sudah bisa memenuhi Rancangan Pembelajaran (RPP) untuk usia PAUD sampai tiga bulan.  Kalau emaknya kreatif sebenarnya bisa tuh disusun kegiatan per-tiga bulan dengan kegiatan di atas. Hayuk Mak. Jangan khawatir dengan bahan, Allah sudah menyediakan banyak sekali bahan pembelajaraan di alam ini. Dan satu lagi Mak, semua kegiatan di atas itu mencakup banyak pembelajaran dasar yang harus didapat anak lo. Mulai dari belajar warna, belajar bentuk, belajar jenis, belajar struktur benda, dan lain-lain.

Semua kegiatan yang saya tulis di atas berdasarkan sumber jurnal ilmiah ya, Mak. Bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akademis. Dan, berhasil di banyak tempat.

Semoga kita semua diberikan kesabaran dan keberkahan dalam mengasuh anak ya, Mak. Aamiin.

 

***

Siti Hairul Dayah (praktisi Homeschooling dan mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Anak)

    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: