ditulis oleh Adriana Dian – http://adrianadian.com

**

Pilkada DKI sudah di depan mata! Nggak cuma mata warga Jakarta aja ya sepertinya, tapi juga mata semua warga di sekitar Jakarta. Apakah ini dikarenakan majunya 3 bakal calon Gubernur yang tampan nan menawan itu? Ada satu wajah lama dan dua wajah baru yang akan maju untuk mencoba peruntungannya menjadi pemimpin Jakarta dan membuat Jakarta menjadi kota yang lebih baik lagi.

Pemberitaan di mana-mana pun sudah diramaikan oleh ketiga pasangan ini. Banyak yang mulai me-reshare berita-berita tentang calon gubernur favoritnya. Biar semua orang di timelinenya baca dan mengetahui kehebatan junjungannya. Ada juga yang cuma iseng ikutan komen nggak enak di sharingan berita tersebut. Memicu debat kusir dan permusuhan yang sebenernya nggak perlu.

Ada juga salah satu orang terdekat aku yang udah berkali-kali memilih menjadi golongan putih. Dicoblosin tuh semua calon di dalam kertas suara, biar nggak ada yang iri katanya. Padahal saat dia nggak menggunakan hak pilihnya, itu sama aja dengan dia menyerahkan pilihannya ke keputusan akhir bersama. Namun saat si pemimpin terpilih melakukan kesalahan saat memimpin, langsung deh ikut nyerocos menyalahkan pemimpin pilihan tersebut. “Mimpinnya nggak becus nih” atau “Harusnya si ini nih yang jadi pemimpin kita”. Hmmmm, mungkin dia lupa kalo dulu dia memilih untuk nggak menggunakan hak pilihnya.

Dan sebagai ibu rumah tangga serta warga pemegang KTP DKI Jakarta, tentunya aku juga sudah mulai memperhatikan kancah Pilkada DKI kali ini. Dua wajah baru dalam Pilkada kali ini memberikan angin segar ya ke mata ibu rumah tangga seperti aku. Tapi jujur sebagai pemilih, aku sama sekali belum memutuskan mau memilih yang mana. Masih mau liat-liat dan pilih-pilih lagi nih soalnya.

 

Tapi yang pasti sebagai warga DKI Jakarta yang mencintai ketertiban dan perdamaian, aku nggak akan melakukan hal-hal aneh yang  akan mengganggu dan menodai jalannya Pilkada DKI ini yang sudah dibuka dengan foto selfie yang menunjukkan kekompakan diantara 3 bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Kompak untuk memajukan Jakarta dong ya pastinya.

foto

Apa aja sih The Big No-No dalam sebuah Pemulihan Umum, khususnya untuk Pilkada DKI ini?

1. Membully cagub dan cawagub yang nggak kita pilih

Nggak dipungkiri lagi pasti selalu ada ya fans fanatik dari setiap calon di setiap pemilu yang sudah berjalan kemarin. Dan membully secara verbal adalah hal yang biasa mereka lakukan ke pendukung calon yang lain. Contohnya  saat pendukung calon A memposting dukungan untuk calon A, langsung muncul pendukung calon B yang secara terang-terangan menjelek-jelekkan calon A. Yang kemudian berakhir dengan perdebatan dan permusuhan yang nggak perlu di antara mereka.

2. Membagikan berita buruk tentang suatu calon tanpa mengecek kebenarannya

Contohnya adalah berita yang menjurus pada black campaign, yang tiba-tiba aja dia baca di timeline Facebooknya dan langsung dishare tanpa dipedulikan lagi kebenarannya.  Duh, jangan sampai ya kita menjadi orang yang menyebarluaskan fitnah tentang orang lain.

3. Menjadi Golput

Mari gunakan hak pilih kita sebaik-baiknya. Untuk menentukan mana pemimpin yang paling tepat untuk daerah kita. Dan kalau pun bukan calon pilihan kita yang menang, nggak perlu sedih. Karena tetap harus diingat bahwa Allah pasti sudah menetukan yang paling baik untuk Jakarta. Aaamiin. 🙂

 

Sebagai warga Jakarta tentunya aku berharap Pilkada kali ini berjalan lancar dan semoga Gubernur yang terpilih nanti bisa membuat Jakarta menjadi kota yang lebih baik lagi ya. Aaamin! Salam damai untuk seluruh warga Jakarta, kawal Pilkada DKI kita dengan damai yuk! 😀

Nah, segitu aja list big no-no dari aku untuk Pilkada DKI Jakarta ini. Kira-kira apalagi menurut kamu big no-no dalam sebuah pemilihan umum? Sharing yuk!